
Flash back off
“Nitra, iya dia Nitra. Tapi, untuk apa dia bertemu dengan Cantika disini?” tanya kania.
Kania memperhatikan setiap gerak-gerik mereka. Hingga pertanyaan Kania pun bertambah ketika semua belanjaan yang Cantika beli di toko butik tadi diberikan kepada Nitra. Nitra tampak senang dan memeluk Cantika. Setelah satu jam mereka habiskan untuk berbincang-bincang sambil menikmati makanan mereka.
Cantika dan Nitra beranjak dari tempat duduk mereka dan pergi. Dengan setia Kania masih membuntuti mereka hingga Cantika dan Nitra berpisah di loby mall. Cantika pergi ke arah luar mall dengan cepat Kania langsung menelpon supirnya untuk menjemputnya di depan mall. Cantika memanggil taxi dan pergi. Kania pun memasuki mobilnya dan mengikuti cantika kembali.
25 menit kemudian Cantika kembali berhenti di sebuah rumah sakit ternama. Kania semakin menambah pertanyannya
“Rumah sakit? Cantika sedang sakit?”
Memang tidak lama ini Keluarga Ganendra memperhatikan perubahan Cantika yang sedikit lemas, kurang
bersemangat, sering mengeluh pusing, perutnya kembung, moodnya juga sering berubah-ubah. Tapi, keluarga Ganendra berpikir itu mungkin karna Cantika sedang stress karna ia juga sering mengeluh akan banyaknya tugas dari kampus.
Kania mengikuti Cantika masuk ke dalam rumah sakit. Cantika bertanya kepada resepsionis rumah sakit. Lalu reseptionist menelpon seseorang setelah itu membawa Cantika ke sebuah ruangan. Kania berhenti dan membaca tulisan didepan ruangan tersebut.
“dokter mutiara permata spesialis kandungan. Apa kandungan? Apakah Cantika? Jangan-jangan……. Ah, tidak mungkin, jangan berpikir bodoh kamu Kania.” Kania kelabakan jantungnya berdegub kencang. Sebisa mungkin ia menepis semua yang ada di pikirannya. Ingin sekali ia mendobrak pintu dan bertanya langsung
kepada cantika. Tetapi, ini belum saatnya ia masih ingin memata-matai Cantika.
Cantika keluar bersama dengan dokter tersebut.
“kamu, harus banyak istirahat dan satu lagi jangan lupa minum obat mu ya.” Saran dokter
“baik dok.” Jawab cantika
Cantika pergi meninggalkan dokter tersebut dan kembali menaiki taxi. Kania dengan kemelut dipikirannya sekarang semakin penasaran dengan semuanya.
Cantika berhenti di sebuah kampus dan menunggu seseorang di tepi jalan. Tak lama kemudian seorang pria datang memakai motor cruiser. Dan mereka pun pergi ke sebuah café mewah di kota itu. mereka masuk dan berjumpa dengan beberapa orang di dalam. Mereka tampak bercengkrama bersama. Tak lama kemudian Cantika menarik tangan pria yang memboncengnya ke tempat yang sepi.
“ada apa sayang?”
“dar, aku ingin berbicara serius denganmu.”
“emangnya ngak bisa nanti ya?”
“Dar, aku hamil.”
Deg, jantung pria itu seketika berhenti mendengar perkataan cantika.
“benarkah?”
“bagaimana sekarang dar? Apa yang harus kita lakukan?”
“kamu tenang ya. Aku ngak akan lari ataupun menyuruhmu untuk mengugurkan anak kita. Aku bakalan tangung jawab Can.”
__ADS_1
“kamu mau tanggung jawab seperti apa Dar? Kamu tahu kan keluarga kita……”
Belum juga cantika selesai berbicara. jari pria tersebut sudah berada di bibir cantika.
“stttttt, kita akan pergi dari sini dan menikah sembunyi-sembunyi.”
“berani, sekali kamu mengajak adik iparku untuk lari.”
Mereka berdua menoleh ke arah suara tersebut berada. Alangkah terkejutnya Cantika melihat Kania berada di tempat itu dan pastinya mendengar semua perbincangan mereka.
“kak Kania”
“kemari kamu Cantika (menarik tangan Cantika)”
Plak, suara tamparan keras yang dilayang kan kania untuk pria tersebut.
“kak Kania hentikan.”
“kenapa? Kamu ingin membela pria busuk ini?”
“kak Kania, tenanglah kak. Kami bisa jelaskan semuanya.”
Melihat Kania yang sangat emosi belum lagi beberapa orang yang lewat melihat mereka membuat cantika harus menjelaskan semuanya kepada Kania. Cantika pun mengajak kania dan pria tersebut ke kursi outdoor café.
“kak Kania perkenalkan ini Darta, Darta ini kakak iparku Kak Kania istrinya Kak Kenan.”
“berani sekali kamu mempelototiku seperti itu.”
“maaf, kak Kania” sahut darta
Melihat pertemuan dengan Kania yang tidak begitu baik. Darta pun mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya dengan baik.
“Darta kak, aku Darta putra Naka senang bertemu dengan kakak. Maaf dengan semuanya kak.”
Melihat Darta yang sangat sopan terhadapnya, membuat hati kania luluh melihatnya.
“Kania. ia maafkan kakak juga sudah menampar dirimu. Tapi, tunggu siapa tadi Darta Naka?”
“Darta Putra Naka, kak.” sahut Cantika
“Naka? kamu adiknya Aira Naka?”
“kakak mengenal kak Aira?” sahut mereka berdua
“tidak, aku hanya pernah mendengar namanya saja. kamu
siapanya Aira?”
__ADS_1
“adiknya kak. Sahut Darta.
“baiklah sekarang apa yang akan kalian jelaskan.” Tanya Kania
“ceritanya panjang kak. Semuanya bermula begitu saja…”
Darta adalah adik Aira naka dan ayahnya adalah komandan Naka. Darta sudah mencintai cantika sejak Cantika masuk sebagai siswi baru di SMA-nya dulu. Darta mendekati Cantika dan mengungkapkan perasaannya setelah 6 bulan menjalani pertemanan. 4 bulan setelah mereka berpacaran Darta dikejutkan dengan kedatangan keluarga Cantika yang datang kerumahnya untuk melamar kakaknya Aira. Sejak itu mereka baru tahu jika selama 1 tahun 1 bulan kakak mereka sudah menjalin hubungan. Walaupun seperti itu mereka tetap merahasiakannya dari keluarga.
Sampai pada akhirnya Aira mengkhianati Kenan pada hari ke 3 sebelum pernikahan mereka. Semenjak 8 bulan hubungan mereka. Aira merasa kesepian karna Kesibukkan Kenan dan seringnya kenan ke luar kota untuk proyeknya. karna, ia ingin fokus dengan usahanya tersebut. Membuat hubungan komunikasi mereka sangat jarang dilakukan. Semenjak itu Aira mulai tidak tahan dan memilih untuk mengkhianati kenan. selain itu Aira kerap gonta-ganti selingkuhan. Bukan hanya mengkhianati, Aira juga melakukan hubungan badan dengan pria-pria tersebut.
Flash Back On
3 hari sebelum hari pernikahan
Kenan akan pergi mengambil pesanan ibunya di butik “DC”. Setelah sampai di butik tersebut ketika sedang bercengkrama dengan pemilik butik mata Kenan tertuju dengan seseorang diluar butik.
“Aira? Dengan seorang pria? Siapa dia?”
Ya, kenan melihat Aira yang sedang merangkul seorang pria dengan mesranya. Kenan pun menutup pembicaraannya dengan pemilik butik lalu mengikuti Aira bersama pria tersebut ke sebuah hotel.
“mengapa mereka pergi ke hotel ini?”
Pikiran kenan melayang jauh entah kemana. Kakinya berat melangkah untuk mengikuti mereka ke sebuah kamar. Kenan berhenti tepat dikamar yang mereka masuki tersebut sambil mengenggam kepalan tangan yang didekatkan ke arah mulutnya. Wajah yang pucat pasi teraut diwajah tampan kenan. tangannya meninju
dinding hotel tersebut sesudah itu ia memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar.
Pintu kamar terbuka. Betapa terkejutnya ia melihat pria itu adalah pria yang ia kenal bahkan sayangi yaitu saudara sepupunya. Dilihatnya pria itu memakai sebuah handuk. tangan kenan mengeluarkan banyak sekali darah.
“kenan” sahut pria tersebut.
“minggir.”
“kenan aku bisa jelaskan. (menghalang kenan masuk)”
Kenan memukul pria tersebut lalu mendorong tubuh pria itu sekuat tenaga. hingga pelipis matanya
terkena benturan siku meja. Aira yang tubuhnya ditutupi oleh selimut terkejut dan meminta kepada Kenan untuk berhenti. Hingga ia harus membalut tubuhnya dan pergi melindungi pria itu untuk tidak dipukul oleh kenan. Kenan yang melihat Aira yang berusaha melindungi pria itu terduduk lemas dilantai.
Tidak disangkanya wanita yang sangat ia cintai selama ini berani untuk mengkhianatinya. Dan bukan hanya itu pria yang sangat ia sayangi bahkan berani menusuknya dari belakang. Kenan menangisi perbuatan yang mereka lakukan tepat didepan keduanya. Ia mengambil tisu dan menempelkannya di pelipis pria yang sejak dari tadi darah telah mengalir keluar. di dekat kannya keningnya dan pria itu lalu berkata.
“Mulai saat ini kau bukanlah saudaraku. Saudara yang sangat aku sayangi bahkan melebihi diriku.”
“tidak ken, tidak. Kau salah paham….”
“sttttttt (meletakkan jarinya di mulutnya). Aku tidak ingin mendengar PENGKHIANAT SEPERTIMU (SUARA NYARING). Dan kau (menunjuk ke arah Aira) he’ (tersenyum licik) Wanita murahan, ENYAHLAH KAU DARI MUKA BUMI INI (BERTERIAK DI WAJAH AIRA).”
Kenan membanting semua barang yang ada di hotel tersebut dan keluar dengan berlumuran darah ditangannya karna pecahan barang-barang tersebut. manager hotel hanya menunggu mereka diluar karna, tidak berani masuk ke kamar.
__ADS_1