Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
perasaan rindu itu? berikan saja pada 'DILAN'


__ADS_3

Setelah selesai dengan kesepakatan mereka dengan informan, Kania mnjelaskan semuanya kepada Feren dan Jeje tentang tujuan-nya yang sebenarnya dan pergi ketempat sesuai tujuan awal mereka.


Kania sampai dirumah pukul 7 malam. Walaupun Kania sudah memina izin Kenan untuk pergi menghabiskan waktu bersama teman-temannya tetap saja Kania was-was jika Kenan pulang duluan dan mendapati Kania belum


sampai.


Kania membuka pintu apartemennya dan menghela napas dengan berat karna bersyukur Kenan belum pulang mendahuluinya. Kania mengambil minuman segar dari kulkas lalu masuk kedalam kamar dan menghempaskan dirinya diatas kasur.


“Huft,, syukurlah aku tiba duluan daripada si macan tutul” mengelus dadanya dan menutup mata.


Kania tidak sadar jika sepasang maa sedang menatapnya di depan pintu kamar mandi sesaat Kania merebahkan dirinya.


Siapa lagi kalau bukan Kenan, Kenan tiba lebih awal sedikit dibandingkan Kania ia langsung membersihkan dirinya dan melihat kedatangan Kania yang sedang merebahkan diri diatas kasur.


Kenan yang mendengar jika Kania sedang membicarakannya langsung mengunci Kania dengan posisi menaiki Kania. Kenan pun membisikkan Kania dengan perlahan didekat kupingnya.


“Kucing garong, kamu harus dihukum sekarang.”


Dengan reflex, Kania mendorong Kenan kuat karna terkejut. Sehingga membuat Kenan jatuh terjungkal kebawah kasur.


“Aw, Kania.”


“Kenan, apa yang kamu lakukan?” posisi terduduk.


“Apa yang aku lakukan? aw, sakitnya.” Memegang kepala serta punggung belakangnya yang terbentur kelantai.


Kania membantu Kenan untuk naik ke atas ranjang dan mendudukkannya.


“Kamu, sih Ken……” belum sempat Kania meneruskan kalimatnya Kenan membungkamnya dengan sebuah ciuman. “Apaan sih, mulai deh kan nafsunya.”


“Nafsu apa?. Panggil saja dengan namaku. Kamu memang minta dihukum tahu ngak.”


“Upsss,,, heheh maaf mas Kenanku yang ula-lala.” Memeluk Kenan untuk meredakan emosinya.


“Mandi sana yang, kamu bau banget serius.”


“Bau? Enak aja wangi begini istrinya dibilang bau.”


“sudah sana ngak usah ngeles lagi, emang kamu bau kok. Mandi, habis itu kita makan. Ada yang ingin aku sampaikan.”


“Apa mas? Sepertinya ini serius.”


“Mandi dulu sayangku, habis itu mas akan beritahu.” Memeluk kembali Kania, serta mencium keningnya.

__ADS_1


Uhw,,, manisnya si Kenan, dasar bucin heheh….


Kania telah selesai dengan ritual mandinya, karna penasaran ia langsung menjumpai Kenan di meja makan.


“wuah, mas kamu yang membeli ini semua? banyak banget? Ya ampun ini semua makanan kesukaaan ku loh wihhhh,,, senangnya.” Kania terlihat sangat bahagia atas jamuan makan yang dibuat oleh sang suami tercinta


kepadanya.


Kebahagian pun juga terpancar oleh si bucin kita Kenan, ia merasa sangat bangga karna telah berhasil membuat istrinya terkesan bahagia. Sambil menyantapi makan malam mereka. Kania juga mendesak Kenan untuk


mengutarakan perkataan yang ingin disampaikan kepada Kania. Tetapi Kenan tetap saja menyuruh Kania untuk menghabiskan terlebih dahulu makananya setelah itu ia akan memeberitahukan kepada Kania.


Kenan mengemaskan meja makan mereka dan mncuci piring mereka, ia ingin malam ini melayani istrinya. Hal itu membuat Kania curiga akan sesuatu yang ingin disampaikan Kenan. dengan perasaan penasaran Kania pun duduk dengan manis di meja makan sambil menunggu Kenan selesai mencuci piring.


Kenan datang menghampiri Kania di meja makan sambil membawa segelas air putih miliknya.


"Ada apa mas? pasti perlakuanmu saat ini ada halnya dengan pembicaraan yang ingin kamu sampaikan bukan?"


Kenan tersenyum manis melihat istrinya sambil mengelus lembut pipi kiri Kania dengan cinta. Setelah itu ia menarik nafas dan mengeluarkannya dengan kasar bukti kesiapannya untuk memberitahukan kepada Kania.


"Besok, mas harus pulang."


Kania terbelalak karna terkejut, hal yang tidak ia inginkan saat ini telah terjadi.


"I-ya sayang besok, Urusan disini belum selesai semua sih...." belum sempat Kenan meneruskan pembicaraannya Kania sudah menyelanya.


"Terus, kalau belum selesai kenapa kamu pulang mas?" tanya Kania kecewa.


"Papa yang memintaku untuk pulang, Urusan disini sudah bisa di handle oleh orang kepercayaan papa. Lagi pula perusahaanku sedang membutuhkanku saat ini. Ada beberapa klien ingin memutuskan kontrak pekerjaan dengan kami jika, aku tidak ada. Mereka ingin aku yang menghandlenya sendiri."


"Ya, udah putuskan aja mas. Lagi pula tidak apa-apa."


Kenan tertawa melihat keegoisan Kania. Karna jujur baru kali ini Kania menampakkan keegoisan dirinya kepada Kenan.


"Kenapa kamu tertawa mas?"


"Kemari!" Kenan menarik Kania untuk duduk dipangkuannya. Ia memeluk kania dengan erat meluapkan kasih sayangnya kepada Kania. "Istriku ini semakin hari semakin menggemaskan."


"Kok, menggemaskan sih mas?" Kania menjawabnya dengan lugu


"Lugu banget sih kamu sayangku..." mencubit pipi kanan Kania. "Tapi mas senang Kali ini mas bisa lihat sikap keegoisanmu."


"Egois?

__ADS_1


"Ya!"


"Dimananya?"


"Kamu memintaku, untuk memutuskan hubungan kerjasama dengan klienku. Kamu tahu, perusahaanku akan rugi sangat besar jika aku memutuskan hubungan kerjasama dengan mereka. Kalau itu terjadi, bagaimana aku bisa memberikanmu semuanya sayang?"


"Aku ngak butuh semuanya kok mas. Ambil aja semua ini kalau emang harus diambil."


"Aku tahu, kamu bisa hidup denganku secara ssederhana tanpa ini semua. Tapi, Kania apakah kamu sudah lupa dengan impianmu untuk melanjutkan pendidikan disini?"


Kania terdiam mencerna semua kata-kata Kenan. Kenan menyelipkan rambut Kania dikuping Kania lalu mengigit lembut Kuping itu, menciptakan sensasi aneh di sekujur tubuh kania. Kania bergidik lalu menatap Kenan penuh cinta, ia mengalungkan tangannya dileher Kenan, mencium bibirnya sekilas lalu memeluk Kenan dengan erat.


"Maaf ya mas, aku hanya tidak mau perasaan rinduku yang berat padamu kurasakan kembali."


"Ya, sudah. ngapain harus kamu rasakan perasaan rindu itu? berikan saja itu pada DILAN karna hanya ia yang sanggup untuk merasakannya."


Kania tertawa bahagia mendengar guyonan yang dilontarkan oleh suaminya itu.


-


Malam terasa berat untuk dijalani kali ini, dua insan yang sedang berpacu dengan kenikmatan cinta sedang terbuai menikmati malam yang dingin diatas ranjang mereka. berulang-ulang permainan cinta itu mereka lakukan untuk menampung dan menuntaskan hasrat bersama.


Hingga pukul 5 pagi, Kenan dan Kania masih terjaga dalam keheningan dan kehangatan mereka. Seolah-olah mereka tak ingin dipisahkan. Kania beranjak dari tempat tidurnya disusul oleh Kenan untuk mempersiapkan keberangkatan Kenan.


"Sudah masak sarapannya sayang?"


"Sudah mas." Kania menjawab dengan wajah yang lemas, dan sedih.


"Sudahlah jangan sedih begitu dong istriku. Dengar mas janji........"


"STOP!!" Kania menutup mulut Kenan dengan tangannya. "Aku ngak mau kamu janji sama ku mas. Jangan buatku berharap." Kania pergi kembali kedapur untuk mengambil air jahe hangat untuk Kenan.


Kenan menghembuskan napasnya dengan kasar kembali. Ia tahu jika isrinya benar-benar tidak ingin berpisah saat ini dengan dirinya. Wuah, Kania kali ini kamu yang bucin ya heheheh.


Sepanjang waktu Kenan mempersiapkan dirinya, sepanjang itu juga ia memperhatikan gerak-gerik istrinya yang berpura-pura menyibukkan diri untuk tidak terlihat sedih, dan lemas di hadapan suaminya.


Sopir Kenan telah sampai. Hati Kania pun semakin gelisah dan gundah gulana untuk melepaskan suaminya itu. Kenan yang mengetahui itu langsung memeluk serta mencium kania dengan penuh diwajahnya. Alhasil air mata Kania pun tak terbendung lagi lalu tertumpah begitu saja. ia menangis dipelukkan sang suami.


"Aku akan selalu menghubungimu sayangku, percayalah aku akan sering kemari untuk menemuimu."


"Sudahlah mas, aku tidak ingin kamu terlambat. Lihat bajumu basah karna air mataku. Aku percaya kok mas. Tapi ingat satu hal jaga matamu, dan hatimu ini untukku."


"Iya istriku, itu sudah pasti. Tidak hanya aku kamu juga, mengerti!." Kania menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

__ADS_1


__ADS_2