
Sebelumnya
Kania membalas pelukan tersebut, betapa senang hatinya saat ini hingga tanpa sadar air matanya mengalir membasahi pipinya. Tersadar jika bajunya telah basah dibahunya. Pria tersebut melepaskan pelukannya lalu mengecup kening, kedua matanya bergantian, hidung, pipi, dan terakhir adalah bibirnya lalu mereka saling memeluk dengan erat satu sama lain.
Selanjutnya
Kania melepaskaan pelukannya, lalu memukul dada itu dengan sekuat tenaga. Sipemilik tubuh langsung merintih kesakitan
“Aw aw, sayang sakit, sakit sayang.” Kenan menangkap kedua tangan Kania dan menatapnya dengan tatapan yang mengguratkan kesakitan.
“Apa? Kamu mau marah karna aku telah memukulmu? Katakan?” Kania menghempaskan kedua tangannya dari genggaman Kenan.
Kenan menghembuskan napasnya dengan kasar lalu memegang kedua bahu Kania dengan lembut.
“Bagaimana bisa aku marah padamu, pukullah jika itu dapat membuat hatimu lega.” Tawar Kenan.
Penawaran yang salah Kenan, Kania tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang kau berikan wkwkkk….
Kania mengambil bantal lalu memukulkannya ke tubuh Kenan. Sepertinya dia menyesali tawaran yang telah dia katakana.
‘Bug bug bug..’ Suara bantal yang mengenai tubuh Kenan. “Rasakan, rasakan ini..” dengan sekuat tenaga ’bug bug bug’ kenan tidak berkata apapun. Karna melihat kekesalan Kania yang akan semakin menjadi-jadi. Kenan menghindar dari pukulan bantal tersebut.
“Ngak kena, ngak kena ble.” Kenan menjawab dengan menjulurkan lidah, sengaja agar istrinya tersebut semakin menjadi-jadi kesalnya.
Akhirnya mereka pun berkejar-kejaran seperti anak kecil, Berkeliling-keliling disekitaran kamar, menaiki kasur, dan sofa. Kania yang mulai kelelahan langsung mengambil ancang-ancang untuk menargetkan bidikan
pada Kenan. Alhasil ‘BUGH’ lemparan yang cukup keras mengenai wajah tampan Kenan.
Hehehe, ngak tahu ya Ken kalau Kania itu jago melempar? Ya iyalah, siapa yang ngak kenal Kania seantero kampungnya pemain kasti yang handal dari melempar, dan memukul Kania jagonya.
Kania menghampiri Kenan, seperti anak kecil yang akan di pukuli habis-habisan. Kenan terduduk disofa lalu menutup matanya karna takut Kania akan kembali memukulnya sambil berkata.
__ADS_1
“Ampun Kania, ampun, apa salahku?” Sambil memohon dengan tangannya.
Kania menghempaskan dirinya di samping Kenan sambil menggandeng lengan kiri Kenan lalu menyandarkan dadanya di lengan tersebut.
“Kau tidak punya salah apapun mas.” Kania memejamkan matanya
Kenan yang merasa salah paham akan perbuatan Kania selanjutnya kepada dirinya barusan, langsung membuka mata dan melihat kearah Kania yang sedang bersandar di lengan kirinya.
Kenan mengelus rambut dan pipi Kania dengan lembut. Kania tersadar kenapa suaminya itu bisa berada di tempatnya sekarang.
Kania mengangkat kepalanya lalu menatap Kenan dengan heran.
“Kenapa kamu bisa ada disini mas?”
“Gara-gara kamu apalagi.”
“Maksudnya?”
“Tadi sore setelah aku selesai meeting aku ingin menelponmu, lalu si Feren mengangkatnya sambil panic dan ketakutan katanya kamu masuk rumah sakit. Tanpa banyak tanya lagi, aku matikan panggilannya langsung kemari deh. Sampe dibandara aku telpon kamu, kamu ngak angkat. Lalu aku telpon si Feren hpnya juga mati, telpon si Jeje dia bilang kamu sudah tidak kenapa-kenapa kamu sudah pulang ke apartmen. Aku sedikit lega langusng kemari dan menemukanmu sedang menggodaku disini.”
Kenan mendekatkan wajahnya kepada Kania lalu turun bahu Kania dan mengecupnya.
“Coba katakan hanya memakai handuk seperti ini, berlari mengejar-ngejarku hingga beberapa kali aku melihat pahamu yang mulus ini (memegang) dan membetulkan handuk ini di depanku. Apakah kamu tidak mencoba menggodaku?” Terang Kenan yang kembali terangsang, ya sejak tadi dia memang sudah terangsang seperti yang dikatakannya.
Kania menjontor kening Kenan lalu mencubit pinggangnya dengan keras hingga Kenan mengaduh kesakitan.
“Otak kamu ini, perlu dicuci, dikit-dikit mesum, dikit-dikit mesum, hati-hati loh jadi gangguan seksual baru tahu.”
“Kamu tuh harusnya beruntung, aku kan mesumnya hanya sama kamu, bukan sama orang lain. Banyak diluaran sana yang suaminya mesum dengan wanita lain.” Kesal Kenan yang selalu di bilang mesum oleh istrinya heheheheh, mungkin karna takut dibilang gangguan oleh istrinya…
“Jadi maksudmu, kamu juga mau mesum dengan wanita lain? Iya?” Kania bangkit berdiri sambil bercekak pinggang.
__ADS_1
Kenan mengusap wajahnya dengan kasar lalu bangkit berdiri menuju kamar mandi.
“Ditanya kok ngak dijawab, mas, mas.” Teriak Kania yang juga kesal.
-
Kenan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang terlilit dipingangnya dengan rambut yang sedang dikeringkan menggunakan handuk putih kecil. Ia sudah disambut dengan tatapan tajam oleh sang istri yang sedang duduk
mengahadap dirinya. Kenan yang sedang malas berdebat langusng mengambil baju yang telah disiapkan oleh Kania yang terletak disisi ranjang.
“Katakan padaku, sama siapa saja kamu telah melakukan itu?” tanya Kania dengan tatapan marah eh, yang ditanya malah melongos pergi setelah selesai memakai baju.
Kania mengejar Kenan sambil memanggil namanya.
“Mas, mas Kenan.” Kenan berhenti hingga membuat Kania menabrak dada bidang suaminya
“Aku sedang lapar sayang, kamu ada makanan? Aku dari tadi siang belum ada makan sedikitpun. Nanti ya aku ladenin kamu olimpiade debatnya, mau kamu debat apa? Matematika, PKN, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, apapunlah itu aku akan meladeni. Tapi, bukankah kita perlu energy?” terang Kenan yang memang sangat lapar.
Mendengar keterangan dari suaminya, Kania pun sedikit sedih dan kasihan, bisa-bisanya pria itu lupa akan jadwal makanya.
Kania pergi kedapur untuk menyiapkan makanan. Sedangkan Kenan sudah duduk diatas meja makan menunggu Kania sambil bermain hp untuk
bekerja.
-
Setelah selesai makan dengan suasana yang hening seperti kuburan, Kania membersihkan semuanya, dan Kenan telah masuk kekamar duduk diatas sofa sambil mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai di laptop miliknya. Kania lewat langsung ke ranjang sambil menselonjorkan kakinya dan tidak menghiraukan Kenan, ia masih bergelut dengan pikirannya sendiri tentang kedua orang tuanya.
Ia termenung memikirkan apa yang menjadi alasan kedua orangtuanya tidak menginginkan dirinya. Kenan diam-diam memperhatikan istrinya tersebut dari jauh. Seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat berat.
Kenan mengakhiri kegiatannya, ia langsung berdiri dan menghampiri istrinya tersebut.
__ADS_1
“Ada apa sayangku? Sepertinya aku perhatikan kamu memiliki beban yang sangat berat?” Tanya kenan dengan lembut sambil mengusap rambut Kania. Kania terdiam menatap Kenan dengan wajah datar.
“Dengar nyonya Kania Amonade Ganendra, kamu istriku dan halalku yang bisa kujamah, kusentuh, dan kuberikan diriku untuk memenuhi nafkah batinmu. Tidak ada seorang pun dan tidak akan pernah kunodai tubuhku ini untuk orang lain mengerti!” Kenan memberikan penjelasan dengan tegas dan penuh kejujuran. Karna ia berpikir istrinya tersebut sedang memikirkan hal yang menjadi perdebatan mereka. “Sayang aku akui aku itu mesum, tapi mesumnya itu sama kamu, tidak dan tidak akan pernah sama orang lain. Aku hanya kesal setiap kali aku ingin mesum terhadapmu kamu selalu saja menyudutkan ku pada gangguan. Kan aku takut.” Kenan memonyongkan bibirnya serta tangannya dilipat dibahu menunjukkan dia sendang kesal.