
Cantika yang terbakar cemburu pamit untuk pergi kekamar mandi. Kania turun ke bawah untuk menyiapkan sendiri hidangan bagi tamu pertamanya itu. kania sudah membawa nampan ditangannya dan menuju ke arah
tangga untuk pergi ke kamar kenan. tiba-tiba matanya berhadapan dengan kehadiran nitra yang keluar dari kamar mandi.
Nitra menorehkan senyuman sinis kepada dirinya. Melihat hal itu Kania merasa tersendir dan memulai membalasnya kembali. Nitra menjadi kesal.
“sebenarnya ada masalah apa kamu denganku?” tanya Nitra yang menhentikan langkah kania untuk naik ke atas.
“menurutmu apakah kita mempunyai masalah?" jawab kania dengan ketus sambil menoleh ke arah Nitra
“kurasa tidak, tetapi dari awal kedatanganku kau menatapku dengan tatapan perang.” sambung nitra
“jika, itu yang sedang kau rasakan. Baguslah berarti aku tidak perlu lelah untuk memberitahukanmu. Tentang ketidaksukaan ku.” sinis kania
Kania berlalu membawa nampannya ke atas diikuti langkah Nitra dari belakang. Tetapi, Nitra yang kesal memikirkan rencana untuk memberi pelajaran kepada Kania yang telah berani menantangnya.
Ketika sampai di depan pintu kamar kenan. nitra berpura-pura membukakan pintunya. Ketika kania akan melangkah dengan sengaja nitra menyengkang kaki kania hingga membuatnya terjatuh. Semua yang berada diatas nampan berderang terjatuh dilantai kamar.
semua mata tertuju ke arah kania. mereka pun panik dengan seketika, termasuk nitra yang berpura-pura membantu kania berdiri.
“ini, akibat dari tindakanmu yang telah berani menantangku.” Bisik Nitra di telinga kania sambil membantunya berdiri. Ditekan nitra kedua lengan kania dengan kuat hingga membuat kania sedikit merintih.
“aduh, tanganmu terluka. Keningmu juga terluka.” Panik nitra yang tersenyum bangga
__ADS_1
Kania yang melihat kejahatan nitra terhadapnya. Memandang nitra lalu tersenyum sinis kepadanya. Kenan sudah berdiri dengan dibantu oleh kedua temannya.
“apakah kau baik-baik saja?’ tanya kenan panik
Kania menoleh ke arah kenan dengan darah segar yang mengalir di keningnya bekas pecahan kaca yang mamantul dan ada luka sayatan besar disebelah lengan kanan kania. kenan panik dan menyuruh salah satu temannya memanggilkan pelayan di rumah untuk segera membawakan obat dan juga membereskan pecahan kaca.
“kania ambil tisu atau kapas dahulu lalu tempelkan di kening mu. Agar darahnya berhenti mengalir.” Peritah kenan
kania segera mengikuti perintah kenan untuk mengambil tisu dan menempelkannya ke kening.
Pelayan datang membawa obat lalu membersihkan ruangan itu. melihat waktu istirahat mereka akan berakhir, mereka pun berpamitan menyalami kania dan kenan untuk kembali bekerja.
“trimakasih ya atas kedatangan kalian.” Ungkap kenan yang berdiri
“iya, cepat sembuh bos.” Salah satu teman kenan memeluk kenan
“Kania kamu tidak apa-apakan.” Tanya frans dan disambut anggukan dari kania “kalau begitu kami pulang ya.”
“maaf, minum dan cemilannya terjatuh karna diriku. kalian, jadi tidak sempat terjamu dengan baik”
“santai kan, suami mu itu teman kami jadi jangan terlalu formal. Sekarang obati saja lukamu. lagi pula sebelum kemari kami sudah makan siang kok.” jawab frans
“iya, trimakasih atas pengertiannya.” kania menunduk hormat
__ADS_1
Kenan sibuk menyalami teman-temannya. Giliran nitra yang berpamitan kepada kania.
“jangan pernah mencoba untuk menantangku kembali ya anak kecil.” bisik nitra sambil memeluk kania ke arah kiri.
“kau pikir aku takut? Maaf Nitra, tidak ada kata takut dikamusku. AKU TIDAK TAKUT.” Berpelukan ke arah kanan. Sambil tangan kiri kania memegang lengan nitra dan mencengkramnya kuat.
Nitra dan Kania berpura-pura tersenyum. Lalu nitra dan teman-temannya keluar meninggalkan kenan dan kania. Kania menutup pintu lalu beralih menatap kenan yang sedang berdiri sambil memegang pinggangnya. Ia memapah kenan untuk kembali ke atas ranjang sambil bersungut.
“untuk apa kau berdiri segala? Ayo beristirahatlah (sambil memegang kening yang ditempel tisu)”
Ketika kania membantu kenan untuk beristirahat. Iya memegang tangan kania dan mendudukannya diatas ranjang. Dengan perlahan-lahan kenan mengambil kotak obat yang terletak di samping ranjangnya lalu membuka kasa dan mengambil alkohol untuk membersihkan luka kania.
Kania keberatan dengan tindakan kenan yang merawat lukanya. Ia mengerti bahwa saat ini kenan yang seharusnya ia rawat. Ia berusaha menahan aksi kenan untuk membersihkan lukanya. Tatapan kenan menjadi tajam kepada kania. seketika kania menjadi seekor peliharaan yang tidak berani terhadap majikannya. Dibiarkannya kenan meluncurkan aksi tersebut kepada dirinya.
Setiap sentuhan dan perhatian yang diberikan kenan entah mengapa membuat kania menjadi grogi. Setelah kenan selesai dengan aksinya tersebut. ia menatap kania yang menunduk. Rambut kania jatuh kedepan menutupi wajah kania. kenan mengambil rambut tersebut dengan jari-jemarinya dari arah dahi hingga menyelipkannya ke arah telinga kania. kania yang merasakan sentuhan kenan yang begitu lembut membuat matanya terbelalak menghadap kenan. bulu kuduknya bergidik di sekujur tubuh.
Perasaan apa ini? tanya Kania yang tidak mengerti apapun.
Aksi kenan sepertinya tidak sampai disitu saja. Ia menyentuh wajah kania dan membelainya dengan lembut. Membuat sisi baru kenan yang lama muncul di hadapan kania. ya, kenan memang pria yang sangat lembut, dan tenang. Setiap jari jemari kenan membuat sentuhan yang menyengat di sekujur tubuh. Seperti ada aliran listrik yang mengalir ke dirinya.
‘Deg’ jantung kania berdegup dengan kencang. Napasnya saat ini sangat tidak beraturan. Ia berusaha mengontrol diri dan napasnya agar tidak ada satupun orang yang mengetahui apa yang dirasakannya saat ini.
Kenan mengangkat dagu kania dan mendekatkan wajahnya perlahan-lahan ke arah kania. walaupun sebenarnya saat ini ia sedang menahan rasa sakit karna pinggangnya yang sedang ditekuk perlahan. Kania menutup mata, jantungnya semakin memompa darah dengan cepat membuat panas tubuhnya meningkat.
__ADS_1
Hingga ia merasa bibir kenan saat ini telah menyentuh keningnya yang telah terbalut. 'cup' Satu kecupan berhasil kenan daratkan di kening kania.
Wajah kania memerah seperti tomat, membuat senyuman manis terukir diwajah kenan. dengan perasaan yang grogi kania berpamitan untuk keluar.