
#Sebelumnya
"Aku, aku orangnya kenapa? kamu tidak terima? Ha?".
#Selanjutnya
"Iya....... Aku terima kok sayang." Kenan membawa kepalanya ke arah pelukan Kania.
Kania, terkejut hatinya berdebar-debar kembali. Kenan yang merasakan jantung Kania yanv berdebar, malah tertawa kekeh.
"Biasa aja itu ketawanya."
"Gimana biasa? istriku ini jantungnya ituloh berdetak kencang. duk duk duk."
"Heleh, namanya juga jantung."
"Yakin? hanya sekedar bunyi jantung?". Goda Kenan
"Iyalah, emang apa lagi? Ken."
"Apa istriku?"
"Jangan panggil aku dengan sebutan itu kalau kamu tidak menempatkanku pada posisi itu!"
"Aku menempatkanmu disposisi itu Kania."
"Kalau kamu menempatkanku pada posisi itu. Kamh pasti tidak menyembunyikan apapun tentang permasalahanmu dariku. Ken, suami istri itu berbagi suka maupun duka. kalau kamu menanggung nya sendiri bagaimana hubungan ini bisa dikatakan sempurna."
"Ini hanya permasalahan pekerjaan Kania."
"Aku tahu aku tidak bisa memberikan saran padamu. Tapi, setidaknya aku bisa berdoa, memberikanmu semangat, dan pastinya kamu tidak merasa berjuang sendirian Ken."
"Baiklah, aku mengerti. Kania istriku, maafkan suamimu yang bodoh ini ya. Mulai sekarsng aku akan seperti dirimu yang selalu menceritakan segalanya padamu. Ok!" Kania hanya menhawab dengan senyuman ketus.
-
Disisi lain keluarga Sandra dan Angga malah bertengkar habis karna sikap Sandra yang tidak sopan.
"Sabar Angga... Sandra mungkin kalian salah paham disini." Tenang ayah Angga
"Bagaimana salah paham om, tante. Sandra tahu kalau Angga memang menyukai wanita itu." Sanggah Sandra
__ADS_1
"Sandra, tenanglah." Bentak Ayah Sandra.
"Ayah, ayah membentakku?" Ayah Sandra menyesal dan meminta maaf pada putri yang sangat ia sayangi.
Sandra memang tidak pernah dibentak ataupun dimarah oleh Ayahnya. Bahkan, ketika ibu Sandra memarahi Sandra ayah Sandra yang turun tangan untuk memarahi ibunya kembali. Entah, apa yang merasuki ayah Sandra saat ini. Ia seperti kehilangan kendali atas kesabarannya menghadapi putri semata wayangnya itu. Sandra yang tidak terima dengan perlakuan yang tidak pernah ia terima dari ayahnya langsung pergi dari kediaman keluarga Angga.
Sandra membawa laju mobil miliknya, ia seakan membuang semua emosi yang ia rasakan dengan menginjak pedal gas mobil kencang.
tit tit tit mobil Sandra pun kehilangan kendali. untung saja ia mengalihkan mobilnya dan menabrak sebuah pohon besar. Truk yang hampir menabraknya langsung mengecek keadaan Sandra dan membawanya kerumah sakit.
-
keluarga Sandra yang telah dihubungi oleh pihak rumah sakit. Langsung mengunjungi Sandra. Dengan perasaan panik ibu beserta ayahnya menanyakan kebaradaan Sandra di rumah sakit kepada suster yang bertugas.
Suster membawa ayah Sandra kepada sopir truk yang membawanya kerumah sakit. Ibu Sandra masuk kedalam kamar inap Sandra. Sedangkan ayahnya berterima kasih kepada Sopir truk tersebut.
Ayah Sandra masuk kedalam kamar inap Sandra dan mendapati putri yang ia cintai terbaring lemah tak berdaya. Ayah Sandra pun mengutuki dirinya karna kecewa telah melakukan hal itu kepada putri yang sangat ia cintai.
-
Keesokan harinya Sandra terbangun dari ketidaksadarannya. Ia mendapati ibu dan ayahnya tepat berada di kedua sisi dirinya sambil menggenggam tangannya. Ibu dan Ayah Sandra merasakan pergerakan Sandra langsung bangun dan memanggil dokter untuk diperiksa.
"Profesor, dan ibu tidak perlu khawatir. Sandra hanya mengalami luka ringan saja. Tidak parah kok."
"Sama-sama Prof. Kalau begitu cepat sembuh ya Sandra, kasihan ibu dan ayahmu yang mengkhawatirkanmu." Sandra hanha membuang wajahnya kearah tembok.
"Nak, maafkan ayahmu ini ya. Ayah sangat bodoh telah membentakmu tadi malam. maafkan ya nak." Ayah Sandra menangis dihadapan putri nya itu.
-
Kania terbangun dari tidurnya. Ia merasakan ada beban berat melingkar diatas tubuhnya. Ia menoleh ke arah kiri dan melihat Kenan yang memeluknya dari arah belakang. Kania tersenyum karna bahagia. Ia pun berusaha untuk melepaskan tangan Kenan yang kekar dari perutnya secara perlahan-lahan agar tidak membangunnya. Alhasil, usaha itupun dimanfaatkan Kenan.
Kenan mengeraskan tubuhnya agar Kania kesulitan mengangkatnya.
"Aduh, ini lengan atau baja sih berat sekali."
Kenan tertawa didalam hati.
"Aduh, kok berat ya! parasaan tadi pas diangkat sedikit ngak berat kok."
Kania mencoba kembali, tetapi usahanya tidak berhasil. Kania menghadapkan dirinya kepada Kenan.
__ADS_1
"Lihatlah wajahmu yang jelek ini, bagaimana biss kau mendapatkanku yang cantik begini."
Hampir saja Kenan melepaskan tawanya. Kaniapun menyadari hal itu, ia pun kembali mengerjai Kenan.
"Ihc, hidungmu besar sekali mengerikan. Lubang hidungmu pun besar sekali berapa korek hidung agar bisa membersihkan hidungmu ini. Ya ampun, pasti kotoran hidungmu banyak sekali kan. Dasar hidung pemborosan udara." Kania mencubit cubit hidung Kenan yang mancung. Karna, tidak sanggup menahan tawanya. Kenan pun membuka kedoknya yang berpura-pura tertidur. Kania terduduk untuk tertawa mendengar ocehannya sendiri.
"Eh, kamu mau tahu, berapa korek hidung untuk membersihkan hidungku ini? "
"Tidak, aku tidak mau tahu. Ihc, mengerikan. "
"Apa mengerikan? kemari kamu."
Kenan menarik tubuh Kania agar berbaring disampingnya. Kania menolak dan berusaha untuk tidak tergeletak. Karna, Kania memberontak. Kenan pun mendorong tubuh Kania dan menghimpitnya dengan tubuh Kenan diatas Kania. Pandangan mata mereka tertuju satu sama lain. Kenan membuang rambut yang menutupi wajah cantik Kania. Kania menutup matanya karna takut kepada Kenan.
"Hem, rupanya begini wajah cantik yang dikatakan istriku?. Biar suami mu menilai ya. Rambutmu bau, bolamatamu standar lah, terus hidungmu kecil pesek tidak ada batang hidung, lalu."
"Cukup! Apa kamu bilang rambutku bau? Eh, tuan Kenandri Ganendra. Apakah penciumanmu itu rusak? wangi seperti ini. Kamu bilang bau?"
"Memang bau kok, cium aja nih nih nih."
"Ya, dasar pria penggoda. Kalau memang bau kenapa kamu selalu menciuminya? Terus apa? Hidungku kecil pesek? Setidaknya aku tidak pemborosan udara sepertimu, lihat tuh ihc,,, kotoran hidung mu banyak sekali."
"Kamu bilang banyak? Ayo sini tunjukkin aku kalau banyak?" Kenandri mengambil telunjuk Kania dan masukkannya kedalam hidung Kania. Kania meringis karna jijik melihat jarinya yang masuk kedalam hidung Kenan. Kania melemparkan tubuh Kenan dengan kuat ke arah samping sambil menangis.
"Kenan kamu jahat banget sih. Aduh ya ampun. "
Kenan berbaring santai sambil tertawa terbahak-bahak.
"Sudahlah Kania, lihat jarimu tidak ada kotorannya kan? aku selalu menjaga kebersihan diriku. Kamu aja itu yang jorok."
"Kamu bilang aku yang jorok. Nih, rasakan berani sekali kamu katain istrimu seperti itu ya!" Kania memukul tubuh Kenan dengan bantal yang ada di sampingnya. Kenan pun meminta ampun kepada Kania.
"Ampun Kan, ampun. Aku bercanda kok. Kamu bisa bercanda denganku, tapi aku tidak bisa."
"Bercandaannya ituloh Ken." Kesal.
"Iya iya maaf, jangan kesal ya!" Kenan meanrik kupingnya untuk meminta maaf.
@@@
Hai sabatku, dukung 'K&K' terus ya. bair rsjin update nya. heheh
__ADS_1
Oh iya jangan lupa mampir di chat story ku 'Nyaman dan Cinta' kalian akan berjumpa bersama Suara dan juga Dodo serta Surez... mampir dan dukung juga ya. 😉 kutunggu loh terimakasih.