
Kania saat ini sedang berada di taman kampus bersama dengan teman-temannya. Ia menceritakan semua yang terjadi kemarin kepada mereka. karna jiwa kepo mereka yang meronta-ronta. Sejak mereka bertemu teman-temannya sudah banyak mencecarnya dengan banyak sekali pertanyaan.
"Jadi, apa rencanamu selanjutnya Kan?"
"Entahlah, yang jelas aku ingin berdamai denga keadaan saja dahulu."
"Apakah mamamu tahu tentang keberadaanmu."
"Tidak, sepertinya dia belum menyadarinya."
"Ayuk kita masuk. Udah mau jam masuk nih." ajak Feren.
Mereka berjalan kearah pintu masuk kampus. Langkah Kania seketika terhenti karna melihat sepupu iparnya itu keluar dari mobil. Feren dan Jeje yang mengikuti langkah Kania juga terlihat berhenti dan mengikuti arah mata Kania. Kania tersenyum manis lalu berjalan kearah Leon.
"Leon."
"Kania." Mereka pun berpelukan untuk menyapa satu sama lain.
Setelah itu ia membuka mobil yang dia kendarai. Terlihatlah Sandra keluar dari dalam mobil terbut. Betapa terkejutnya Kania, Feren dan Jeje. Begitu juga dengan Sandra.
"Kalian? Ngapain disini?"
"Kamu tuh, yang ngapain disini." Sargas Feren
"Kalian saling mengenal?" tanya Leon.
"TIDAK!!!" Jawab serentak Sandra, Feren dan Jeje.
Kania tersenyum melihat kearah Feren lalu mengelus punggungnya.
"Kamu kenal dengan mereka?" Tanya Sandra kepada Leon.
"Iya kenal. Ini Kania sepupu iparku."
"Sepupu ipar?" tidak percaya
"Iya, sepupu ipar, jadi suaminya Kania itu sepupuan denganku." Jelas Leon
"Apa? Sepupuan? berarti kamu sepupunya Kenandri Ganendra?"
"Iya benar, kamu kenal dia juga?"
"Yah, kenal lah. Kan dia mau deketin suaminya Kania. Dasar Pelakor." Sargas Feren
"Jaga mulut kamu ya, yang pelakor itu dia." tunjuk Sandra dengan emosi yang meledak karna terpancing omongan Feren.
Leon yang tidak suka sikap yang ditunjukkan Sandra langsung menurunkan tangannya dengan kasar sambil menatap tajam Sandra
__ADS_1
"Jaga sikapmu Sandra." Tukas Leon
Sandra yang melihat Leon dalam mode tidak bersahabat, semakin terpancing emosi.
"Kenapa emangnya? salahku dimana? kamu ngak suka? emang dia kok yang mau merebut calon suamiku."
"Sandra, kamu jangan asal nuduh deh. Kamu tuh harus tanya sama calon suami itu kenapa bisa suka sama Kania." Jeje bersuara
"Dengar ya, temanmu ini yang emang kegatelan kenapa karna ****** dibelai?" Ejek Sandra
Plak! sebuah tamparan mengenai wajah Sandra. Kania, Feren, Jeje terkejut. Sandra memegang pipinya sebelah kiri yang telah ditampar oleh Leon.
"Dengar ya, sekali lagi kamu mengatakan hal yang buruk tentang Kania. Aku tidak akan segan-segan memukulimu." Leon sangat kesal, geram, dan marah. "Ini, Kunci mobilmu. Dan jangan pernah lagi muncul dihadapanku. Anggap saja kita tidak pernah kenal." Leon menarik tangan Kania kedalam kampus.
Sedangkan Sandra menahan kekesalan, amarah, dan kesedihannya.
-
"Kan, kamu tidak apakan?"
"Tidak apa Leon, tapi bukankah kamu berlebihan."
Kania terlihat sangat sedih melihat Leon yang menampar Sandra. Entahlah hatinya merasa miris melihat adik kandungnya itu ditampar oleh sepupu iparnya sendiri.
"Dia pantas mendapatkannya, berani sekali dia mengataimu seperti itu." Emosi Leon yang masih menggebu
Dia kecewa dengan sikap Sandra, baru saja mereka akan mulai pendekatan malah langsung membuat kegaduhan. Kania serba salah, dia sebenarnya sangat tidak suka perlakuan Leon kepada Sandra tetapi dia mengerti itu karna Leon sangat menyanginya dan ingin melindunginya.
Feren dan Jeje yang mendengar perkataan Leon mereka memegang pipi sambil mengangguk angguk.Leon pun pergi menuju kantor.
-
Sandra masih diparkiran ia melihat pipinya yang sudah merah karna tamparan keras dari Leon. Tangisnya pun seketika pecah.
"Kenapa sih, Kania.... Kania..... dan Kania.... kenapa dia harus hadir dihidupku. Kania aku membencimu, sangat sangat membencimu... aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh......." Teriak Sandra yang bercampur aduk perasaannya.
-
Kenan masuk kedalam kantor Leon, Ia melihat Leon yang sangat begitu serius dengan pekerjaannya.
"Hai Bro.." Sapa Kenan dan meletakkan tasnya. Leon hanya tersenyum sekilas lalu kembali bekerja
"Ada apa ini, pasti ada yang ngak beres."
"Gila ngak sih tuh cewe, bisa-bisanya ngatain Kania jarang dibelai."
"Tunggu, maksudnya apaan?" bingung Kenan
__ADS_1
"Aku tuh lagi deket sama orang, rupanya dia teman satu kampusnya Kania. Semalam aku mengantar dia pulang kerumah lalu mobilnya aku bawa deh pulang, paginya aku jemput. baru semalam kami mulai dekatnya. Eh, rupanya tuh cewek gesrek nyari ribut sama Kania. Kayaknya dia benci banget tuh sama Kania dan teman-temanya."
"Trus?" tanya Kenan penasaran.
"Kania dikatain yang ngerebut calon suami dia. Laliu Kania dibilang ganjen karna jarang dibelai."
"Gilak ngak tuh cewe, yah gue gampar emosi gue." Mendorong kursinya
Kenan menarik napas, dia tahu siapa yang dimaksudnya. Sandra adik iparnya. Kania bangkit berdiri dan menepuk punggung Leon.
"Makasih udah mau ngelindungi Kania ya Leon, Tapi ngak seharusnya kamu gampar dia. Aku pamit."
Kenan langsung keluar menuju keparkiran dan melajukan mobilnya.
-
"Kamu, ngak apa kan sayang?" Kenan memeluk erat Kania.
Ya, Kenan memang tidak tenang setelah mendapat kabar dari Leon tentang permasalahan tadi pagi, Ia pun mengirim pesan kepada Kania untuk menjumpai dia di parkiran kampus. Ia ingin memeluk istrinya itu dan memastikan bahwa Kania tidak kenapa-kenapa. Memang terkesan sedikit berlebihan, tapi dia tahu Kania tidak terluka mengenai perkataan Sandra, ia terluka karna Leon telah menampar adikknya itu.
"Maafkan Leon ya sayang, dia ngak bermaksud kok."
"Iya, mas aku ngerti kok. hanya aku juga sedikit tidak suka tadi karna Leon menampar Sandra."
Kenan mengecup tangan Kania dan kembali memeluknya
"Kamu ngak kerja mas?"
"Udah pulang sayang."
"Loh, kok cepet mas?
"Mas, mau langsung pamit soalnya." ungkap sedih Kenan
"Pamit? kamu udah mau kembali?"
"Iya, sayang. Tugas disini udah kelar, ada sedikit masalah aja diperusahaanku. Sebenernya mas mau tinggal beberapa hari lagi samamu. Tapi, mas ngak bisa nunda." membelai kepala Kania
"Yah, ditinggal lagi deh." Cemberut Kania, lalu dicium oleh Kenan
"Maaf ya sayang, aku janji habis semuanya kelar. Aku balik lagi." Janji Kenan
"Mas, aku maunya kita jangan pisah-pisah begini deh. Jujur aku ngak tahan kalau ditinggal sama kamu." keluh Kania yang telah bersembunyi didada Kenan.
"Sabar ya sayang, kamu harus tegar ini demi masa depan kita. Kan, kita udah komit kalau kita harus sama-sama kejar impian kita. Iya kan." Jawab Kenan lembut sambil mengelus rambut Kania
"Iya, mas. Aku ingat kok. Ya udah kita pulang sekarang."
__ADS_1
"Ngak ada kelas lagi?" Kenan bertanya dan dijawab anggukan oleh Kania
Mereka pun melajukan mobil dan menuju ke apartemen.