Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
KANIA!


__ADS_3

Ia pun berolahraga, dan melakukan segala sesuatu yang dapat menyibukkan dirinya. Tetapi, tetap saja ia memikirkan perkataan dari Sandra.


-


Seperti biasanya Kania telah pulang keapartemen diantar oleh Kenan dari kampusnya. Kania langsung bergelut dalam hal aktifitas rumah tangganya.


Waktu telah menunjukkan pukul 07:00. Tetapi Kania tidak melihat tanda-tanda kedatangan dari Kenan suaminya itu. Kania sedikit gelisah dan cemas dengan keadaan Kenan.


Lagi-lagi si Kenan tidak memberitahukan keadaannya kepada Kania. Huftttt, sebel deh Author Ken!!!


Telpon Kania berdering, dengan sigap setelah beberapa waktu menunggu kabar keberadaan suaminya. Kania langsung mengangkat telpon gengamnya.


Ingin sekali Kania memarahi, lalu mensarkas suaminya. Alhasil ia menarik napas dalam-dalam dari hidung lalu mengeluarkannya dari mulut dan mencoba untuk tenang dan sabar.


"Hallo."


"Hem."


"Kan, hari ini aku akan pulang terlambat. Jangan menungguku ya!"


"Hem, baiklah.."


"Kamu sudah makan?"


"Belum."


"Kenapa kamu belum makan? aku sudah bilangkan, jika jam pulang ku lewat kamu harus sudah makan."


"Ya."


"Kamu masih mau masuk rumah sakit seperti kemarin?"


"Tidak."


"Kalau begitu makan dong!"


"Ya." Kenan menatap layar kaca telpon panggilannya.


"Kan, kamu tidak apa-apa kan?"


"Tidak."


"Kamu kenapa? jawabanmu singkat begitu. seperti sedang kesal."


"Tidak kenapa-kenapa!"


"Hem, ngambek ya? hayo!"


"Tidak."


"Eleh, jelas banget ngambeknya."


"Jika, tidak ada lagi yabg perlu dibicarakan aku tutup."


"Eitch, jangan-jangan Kania."


"Ada apa lagi?"


"Aku lupa memberitahukanmu sesuatu yang paling penting."


"Apa? cepat katakan! "

__ADS_1


"I LOVE you Kania!" Seketika rona merah di pipi Kania muncul dengan indah... "Ya, sudsh aku tutup ya! ingat jangan menungguku! makan, lalu tidur mengerti!"


"Ya. "


"E......eh, kok masih ngambek sih? jangan begitu dong Kaniaku sayang. Kamu mau aku meninggalkan pekerjaanku dan langsung pulang?"


"Tidak! aku tidak mau. Pulanglah setelah kamu selesai dengan pekerjaanmu." Kenan tertawa kekeh.


"Begitu dong! ini baru istriku Kania!"


Mereka pun mengakhiri perbincangan itu.


"Apa apaan dia? I LOVE You Kania. (mengejek) ah,...... ." sedikit emosi"


-


Waktu telah menunjukkan pukul 01 malam. Kenan tidak ingin berkutat lebih lama lagi pada pekerjaanya. Ia pun memutuskan untuk segera mengakhirinya.


Dalam perjalanan, Kenan mampir disebuah mini market untuk membeli air putih. Ia merasa sangat haus.


Ketika hendak masuk kedalam mobilnya setelah membeli air putih. Kenan melihat seorang wanita sedang digiring oleh beberapa pria secara paksa. Kenan pun mengikuti mereka. Keadaan tempat itu memang sepi,sunyi, dan gelap.


"Jadi, bagaimana? siapa diantara kalian yang ingin mencobanya duluan?"


"Lepaskan! kumohon lepaskan. " Sedikit merengek dan takut.


"Ayolah, sayang kita akan bersenang-senang malam ini."


"Bersenang-senang untuk apa?" Kenan datang dan menghampiri mereka.


Mata Kenan, dan wanita itu saling bertaut.


..."***Dia, bukankah wanita yang telah melabrak Kania waktu itu?." Tanya Kenan dalam hati...


"Siapa kamu? kenapa ikut campur urusan kami?"


"Tidak, aku tidak mencampuri urusan kalian. Aku kan hanya bertanya, kalian ingin bersenang-senang apa? mana tahu aku juga bisa ikutan."


Para bandit itu heran mendengar perkataan Kenan.


"Kamu sedang melawak ya? bambang!"


"Sori, bang jago. Aku hanya mau ikutan nimbrung."


Kenan perlahan-lahan mendekati seseorang yang paling berperan diantara mereka, dan membisikkan sesuatu. Mata pria itu naik dan turun melihat Sandra.


"Kamu serius?"


"Ya, aku serius!." Bandit berpikir sejenak.


"Baiklah, aku setuju.


Kenan mengeluarkan dompet dan memberikan uang kepada para bandit-bandit itu.


"Trimakasih ya bos!"


"Sering-sering aja begini."


Kenan mendorong punggung belakang Sandra dan menggiringnya masuk ke dalam mobil.


"Dimana rumahmu?"

__ADS_1


Sandra pun memberitahukan alamat rumahnya kepada Kenan.


"Tri... trimakasih kak, sudah 2 kali kakak menolongku."


"Apa yang kamu lakukan sepagi ini?"


"Aku sedikit frustasi dsn merasa bosan kmbali ke rumah. Jadi, aku habiskan untuk pergi berjalan-jalan."


"Kamu minum minuman keras kan!"


"Ha? O... ohem ya, sedikit tidak banyak."


"Sedikit ataupun banyak, tetap saja kamu minum. Jangan lakukan ini lagi! sekalipun kamu frustasi, atau apapun itu, kamu tidak boleh keliaran sepagi ini, apalagi minum. Bagaimana jika hal ini terjadi lagi padamu? siapa yang akan bertanggung jawab dan menolongmu?"


Sandra meneskan air matanya dan menangis. Ia merasa baru kali ini, seseorang memberikan perhatiannya kepada dia.


"Eeehhh, kenapa malah menangis? aduh, maaf maaf aku tidak bermaksud memarahimu. Aku hanya takut, gadis seusiamu kenapa-kenapa."


"Hicks, hicks ia kak. Aku hanya tersentuh saja. karna, baru kali ini aku merasa diperhatikan." Kenan tersenyum kikuk.


"Emang, keluargamu tidak memperhatikanmu?"


Sandra menggeleng.


Kenan pun mengerti keadaan Sandra. "Kurang perhatian. Kasian sekali gadis ini." ungkap Kenan dalam hati


Mereka telah sampai dikediaman Sandra. Sandra turun dari mobil, sedangkan Kenan bergegas pamit untuk pulang.


-


Kenan melihat pemadaman listrik dan riuh kebakaran tidak jauh dari apartemen.


"KANIA!"


Kenan bergegas mencari jalan lain untuk menghindari kemacetan. Ia begitu panik dengan keadaan Kania. Sesampainya diparkiran, ia bergegas keluar dari mobil dan berlari masuk kedalam apartemen.


Ia membuka apartemennya dan menghidupkan senter dari hp, lalu melihat keadaan apartemen yang begitu berantakan seperti terjadi gempa yang dahsyat hahahha!


Kenan berteriak memanggil nama Kania dan mencarinya kesetiap sudut ruangan. Kania pun akhirnya ditemukan, Ia terduduk lemas ketakutan, dan menggigil di dalam sudut kamarnya. Bajunya basah karna keringat, suaranya sesegukkan menangis, dan terdengar seperti parau atau kehabisan suara.


Kenan langsung mendekap Kania, mengecupnya, dan menenangkannya. Kania seperti mayat yang hidup. Ia tidak merespon apapun dari Kenan, dan pandangan matanya kosong.


Kenan membawa Kania pergi dari apartemen menuju hotel milik keluarganya.


"Masih ada lagi pak?"


"Tidak ada. Trimakasih ya."


"Sama-sama pak."


Kenan mendudukan Kania diranjang hotel. Ia kembali memeluk, mengecup kening, dan tangan Kania.


"Maafkan aku Kania. Aku.... aku.... sangat bodoh. Seharusnya aku pulang lebih awal. Maafkan aku Kania." Kenan memeluk Kania kembali. Tetapi, Kania diam tak bergeming.


Kenan yang merasa tubuh Kania yang dingin dan bajunya basah, bingung.


"Bajumu basah sekali, badanmu juga sangat dingin, aku lupa lagi membawakan bajumu. Jika dibiarkan aku takut kamu sakit. Bagaimana ini!"


Kenan melirik kearah sekeliling kamar hotel dan mendapatkan handuk kimono yang disediakan oleh hotelnya. Ia pun, berdiri dan akan mengambil handuk tersebut. Tetapi, tertahan oleh tangan Kania yang tidak melepaskan genggamannya dari Kenan.


"Kamu, mau kemana? tolong jangan tinggalkan aku" Jawab Kania dengan keadaan lemas, bersuara parau, dan hampir menangis kembali.

__ADS_1


"Tidak sayang, aku tidak akan meninggalkanmu!" Jawab Kenan sambil mendekap Kania memberi isyarat jika ia akan selalu bersama Kania. "Kamu ganti baju dulu ya. Bajumu basah, entar sakit lagi. ok!"


__ADS_2