Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Hari Pertama Kuliah


__ADS_3

#Sebelumnya


Siapa yang bilang hem? Kan, sekali lagi aku katakan padamu. Apapun itu yang menjadi keputusanmu untuk kebaikanmu aku akan mendukungmu mengerti! " Kania yang terharu mendengar perkataan Kenan memeluk Kenan dengan sangat erat.


#Selanjutnya


Kania dan Kenan duduk di bangku tunggu bandara. Kenan memberikan sebuah map dan tiket penerbangan kepada Kania.


"Ini, tiketmu dan ini berkas kuliahmu." Jelas Kenan.


"berkas kuliah? maksdunya aku akan kuliah?" tanya Kania


"Tidak, kau disana akan jadi kuli." Kesal Kenan karna ketidak mengertian Kania.


"Benarkah? Kau tega sekali Kenan mempekerjakanku menjadi kuli. " Kenan menepuk jidatnya.


"Hadeh, Kania! dengar ini berkas pengurusanmu untuk melanjutkan sekolah mu disana. Mengerti!" mencubit pipi Kania.


"Aduh, Ken sakit tau." Rintih Kania. "Jika, aku melanjutkan sekolahku disana. Bagaimana dengan.... " Kania melirik ke arah mata kenan.


"Sepeetinya ada yang takut rindu ni?" Berpura-pur melirik lirik kearah lain.


"Yeeee, tukang GR. Siapa yang akan merindukanmu?" melipat tangannya di dada sambil mengalihkan pandangannya


"Perasaan ngak ada deh aku bilang kamu merindukan ku. Hayo, yang GR siapa?" Kenan meledek Kania.


"Apaan sih. Ya udah aku berangkat sekarang."


"Eitch, maaf - maaf. Jangan ngambek ok." Memeluk Kania. "Aku akan mengunjungimu setiap hari sabtu dan hari minggunya aku akan pulang. Bagaimana?." Bertanya ke pada Kania.


Kania melepaskan pelukan Kenan dengan kasar.


"Terserah, lagi pula mau kau datang atau tidak bukan urusanku. " Menyeret kopernya dambil berjalan.


"Yakin, kau tidak akan menangis karna rindu padaku. " mengikuti langkah Kania


"Ya, Lihat saja nanti." Berhenti dan menatap tajam Kenan.


"Baiklah, tapi kau harus ingat. Jika kau menangis karna merindukanku kau harus menuruti perintahku sesampainya disana....... " Kania menjawab Kenan dengan berbisik "Setiap saat aku selalu mengikuti perintahmu kenan. Apa bedanya" menggelengkan kepala.


"Kenapa kau menggelengkan kepala kau takut kalah dari ku? "


"Tidak, tidak aku setuju. Jika aku yang menang maka kau yang harus mengikuti perintahku mengerti! " Tersenyum percaya diri.


"Baiklah, setuju" mereka berjabat tangan menandakan menyetujui kesepakatan.


-

__ADS_1


...'Hari pertama Kuliah'...


Beberapa hari telah berlalu dengan segala pengurusan berkas pendaftaran kuliahnya. Kania memang telat mendaftar untuk masuk tahun ajaran yang baru. Tetapi didampingi tangan kanan Kenandri Ganendra. Ia pun dapat masuk ke kampus tersebut.


Ini adalah hari pertamanya masuk sekolah kembali setelah sekian lama. Ia pun sangat bersemangat dan sedikit gugup. Kenan memang telah merencanakan semuanya ketika Kania berkata ingin pergi ke kolkuta mencari kebenaran orang tuanya. Sambil mencari Kebenaran itu kenapa tidak Kania melanjutkan sekolahnya saja daripada membuang-buang waktunya. Selain itu Kania juga tidak perlu terburu buru untuk mencarinya.


-


Kania duduk di sebuah taman setelah 2 mata kuliah, di hari pertamanya masuk, selesai. Seorang pria lewat dihadapannya dengan setelan gaya casual membuang botol minumnya dengan sembarangan. Kania tidak menyukai hal itu, ia mengambil botol tersebut lalu melemparkannya tepat di bagian kepala belakang sang pria.


Pria tersebut, sambil memegang kepalanya lamgsung menghadapkan diri kearah sumber. Dengan wajah yang tampak marah ia pun mengomeli Kania.


"Apakah kau tidak waras. Melempar botol dikepala orang?"


"Kau yang tidak waras. Apakah kau tidak pernah sekolah?"


"Maksudmu apa? "


"Aku rasa kau memang tidak pernah sekolah."


"Hei, nona kau tidak tahu siapa aku? "


"Ya, mana kutahu siapa kamu! kita kan tidak saling mengenal. "


"Kau memang benar-benar tidak waras ya. Kau memang tidak mengenalku. Tapi berani untuk melemparkan botol ini ke kepalaku. Pasti anak baru kan."


Beberapa pria datang menghampiri sambil berlari. Salah satu pria menepuk bahu pria itu.


"Ada apa kak Angga? kenapa dengan wanita ini"


"Dia melempar botol dari arah belakang."


"Wah parah, kau anak semester berapa? berani sekali kau melakukan hal itu? " Sahut pria lain.


"Kau tidak tahu siapa dia?" Teman yang lain menyahut.


"Mau dia anak direktur kek, Pemilik kampus, atau Preseden sekalipun. Aku akan melakukan hal yang sama jika dia membuang sampah sembarangan. Kau tampan, Sepertinya kau juga orang yang kaya. Tapi, kau kurang pendidikan. Apakah kau tidak pernah berpikir, Satu sampah yang kau buang disembarang tempat akan mencemari lingkungan. Hargai petugas kebersihan yang telah merawat taman ini." Kania pergi, sambil mendorong badan pria dihadapnnya itu. "Oh, iya satu lagi. Kurasa kau perlu kembali ke Taman Kanak-kanak. Agar kau diajarkan tidak membuang sampah sembarangan. "


Pria tersebut, terpanah melihat Kania yang dengan tegas berkata-kata dengannya.


"Besar banget nyali wanita itu. "


"Iya makan apa sih?"


"Palu kurasa! wuahahaahah."


Teman-teman Kenan pun tertawa. Sedangkan pria tersebut masih dalam keadaan terpanah.

__ADS_1


-


Hari pun berganti malam, Kania keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ia mengambil Handphone nya di atas nakas. Dan melihat 7 panggilan tak terjawab dari Kenan. Dengan segera Kania melakukan panggilan kepada Kenan. Tetapi, tisak dijawab-jawab oleh Kania. Kania pun mencobanya beberapa kali. Tetap saja tidak dijawab oleh Kenan. Ia pun meletakkan handphonenya kembali dan makan malam.


Setelah selesai dengan aktifitas malamnya. Kania pun mengambil handphonenya kembali dan kecewa, karna Kenan tidak kembali menelpon atau membalas pesannya.


Kania melakukan panggilan ulang kembali tetap saja tidak diangkat oleh Kenan.


"Pasti dia marah, makanya enggak diangkat. " pada panggilan ke tujuh panggilan Kania pun dijawab.


"........" tidak ada suara.


"Halo, Ken. Apakah kau ada disana? "


"Hem. " Dengan nada yang lembut terlihat kesal.


"Benarkan, pasti dia marah." Pikir Kania dalam hati.


"kenapa kau tidak mengangkat panggilanku? Apakah kau marah dan kesal? " Tanya Kania pelan.


"Pikir saja sendiri, baru sehari saja kau kuliah. Sombongnya minta ampun. Udah ngak ingat lagi kalau punya suami." Kesal Kenan.


"Hahaha, Enggak gitu loh Ken. Aku memang sedikit sibuk dihari pertamaku ini. Pada saat kau menelpon ku aku baru saja membersihkan diri." Jelas Kania


"......." Hening


"Udah jangan ngambek 'SUAMIKU'." Bujuk Kania, membuat Kenan terkejut dan tersipu malu. Sedangkan Kania memukul bibirnya karna tidak sadar mengucapkan kata itu.


"E'hm baiklah aku tidak akan ngambek lagi. 'ISTRIKU' "


'Blus' wajah Kania memerah seketika. Ada perasaan aneh dihatinya. Perasaan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Perasaan yang dapat membuatnya senang bukan kepayang.


"Ba baguslah." Dengan tersipu-sipu.


"Bagaimana hari pertama kuliahmu? Apakah lancar saja? atau ada kendala?"


"Tidak ada Ken, semuanya berjalan dengan baik. Tapi, tadi ada seorang pria yang membuatku jengkel di taman kampus."


"Pria? wah, baru saja 1 hari kau sudah dekat dengan seorang pria ya. Bagaimana beberapa tahun kau disitu. Jangan - jangan kau akan selingkuh di belakang ku. " Canda Kenan kepada Kania.


Bersambung.


Hai para readers ku, Trimakasih yang udah baca, like, dan komen nya ya. Tapi, author sedih banget. Karna banyak yang hanya nge baca tapi ngak ads kasi like, komen, dan rate nya 😢. Author senang banget loh kalau kalian like, komen karya author ini buat bisa diperbaiki kembali. Mohon, dukung author ya. Ditunggu loh biar author tetap semangat ok!!!


Terimakasih


peyuk cium peyuk cium

__ADS_1


Salam 'Kenan dan Kania'.


__ADS_2