
#Sebelumnya
Kania ingin menjelaskan semua tuduhan itu, tetapi ia tak berdaya, ia merintih kesakitan lalu terkulai di lantai. Kenan panik dan langsung membawanya kerumah sakit.
#Selanjutnya
"Kania, maafkan aku Kania, maafkan aku." Dokter dan para perawat membawa Kania masuk ke ruang UGD.
"Maaf pak, bapak hanya bisa sampai disini saja. Sisanya biar team dokter yang menangani." Terang suster.
Kenan mengusap kasar wajahnya, ia merasa sangat bersalah karna telah mengatakan hal itu pada Kania.
Selang setengah jam dokter keluar dari ruang UGD. Kenan menghampiri dokter dan menanyakan tentang keadaan Kania. Kenan pun menghela napasnya kasar dan berdecit. Ia sangat menyesal dengan semua perbuatannya yang lebih mementingkan dirinya sendiri ketimbang membicarakannya dengan baik. Dokter pamit izin dan Kania dipindahkan keruang rawat.
-
Kenan menggenggam erat, mencium kening, mengelus pipi Kania. Perasaan bersalahnya kepada Kania sungguh teramat besar. Ia selalu mengatakan maaf kepada Kania sambil menggenggam tangan Kania yang kecil dibandingkan tangan Kenan.
Kania mulai tersadar, dengan sigap Kenan memanggil dokter untuk memeriksa Kania.Dokter pun pergi setelah memeriksa dan memberikan sedikit nasehat kepada Kania.
Kenan masuk setelah mengantarkan dokter ke depan pintu kamar inap Kania. Kenan duduk disamping Kania sambil menggenggam tangan Kania, menciuminya beberapa kali dan menatap Kania penuh dengan rasa cinta.
Kania tersenyum, Kenan membalas senyuman Kania.
"Ada apa? kenapa kamu tersenyum?"
"Bagaimana tidak! kamu bertingkah aneh seperti ini."
"Bertingkah aneh seperti apa?"
"Mencium keningku, menggenggam tanganku dan menciuminya beberapa kali."
"Kamu kan istriku jadi sah, sah aja kan melakukannya. Bahkan kalau lebih pun tidak apa-apalah. " Kenan sedikit menggoda.
"Kamu mau ngapain emangnya kalau lebih? "
"Hadeh, ini ni, kalau istri otaknya kurang satu on. Begitu aja ngak ngerti."
"Jadi maksud kamu aku o'on gitu? "
"Bukan aku yang bilang ya, kamu loh."
"Ihc, Kenan. Kamu tuh ya." Kania mencubit ketiak kenan.
"Aduh, aduh aduh. Ia maaf maaf." Merintih kesakitan. "Aduh, padahal tanganmu sedang diinpus, tapi kuat juga ya cubitannya."
"Makanya, jangan cari gara-gara."
"Yang, cari gara-gara siapa Kania? kamu kan, emang dasarnya o'on yah begitu."
"Oho, kan benar kamu bilang aku o'on." Mengambil ancang-ancang akan mencubit.
"Eitch ia, ia. Jangan jangan aku salah. Minta maaf ya Kania istriku yang paling pintar."
"Hem, ada maunya aja bilang aku pintar. "
"Terus, kamu mau dibilang o'on lagi."
__ADS_1
"KENAN!." Mencubit kembali ketek kenan, tetapi berhasil terhindar dari Kania.
"Iya, sayangku. Maaf maaf, jangan dicubit dong ini udah termasuk undang-undang kekerasan dalam berumah tangga."
"Biarin, kamu tuh perlu dikerasin. Kalau enggak semena-mena sama istri."
"Emangnya aku pernah semena-mena sama kamu?"
"Iya."
"Kapan?"
"Kemarin malam, istri ngak dikasi kabar, istri dibiarin nunggu, istri negur beberapa kali ngak dijawab, dibujuk pura-pura tuli. Terus apaan itu?"
"Kamu sih yang udah buat aku begitu." Kenan mengalihkan pandangannya ke arah lain dengan wajah kesal.
Kania memahami penyebab Kenan bisa seperti itu padanya.
"Kenan."
"Hem?."
"Apakah aku boleh bertanya?"
"Apakah ada larangan untuk bertanya?"
"Tidak ada."
"Ya sudah, bertanyalah."
"Hemmmmm, kamu yakin mencintaiku? "
"Bagaimana, cara aku membuktikan diri bahwa aku sangat mencintaimu?"
"Terjunlah dari rumah sakit ini." Mata Kenan terbelalak memandang Kania. Yang benar saja Kania, Kania ada ada saja kamu ndok. wkkwkw author pusing. Lanjut!!!! "Kenapa diam? katanya cinta?"
"Baiklah, kalau itu maumu." Kenan mendekatkan wajahnya kepada Kania. Jantung Kania kembali berdetak kencang melihat mata Kenan yang mempunyai cinta sepenuh hati padanya.
Belum sempat Kenan melepaskan jarak pandang mereka. 'Cup' Kania mencium bibir Kenan begitu saja. Mata Kenan kembali terbelalak melihat aksi yang dilakukan Kania. Karna, merasa sedang diberi aba-aba. Kenan pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Diraihnya tengkuk Kania, lalu menempelkan bibirnya kepada Kania. Kania terkejut, ia berusaha melepaskan diri tetapi dengan badan six pack milik Kenan, Kania pun akhirnya menyerah dan ciuman yang semulanya sedikit ganas menjadi sangat lembut.
Kenan melepaskan bibirnya dan membiarkan Kania mengambil napasnya yang sudah mulai habis. Mereka mencoba menarik seluruh oksigen yang ada diruangan itu bersama.
"Apa aku sudah menerima jawaban darimu?"
"Menurutmu?"
"Beritahukan perasaanmu kepadaku agar aku mengerti Kania."
"A..... ku.... ehm....... A...... ku juga mencintaimu Kenandri. " Kania mengucapkannya sambil menutup mata dan menggigit bibir bawahnya setelah selesai mengungkapkan perasaannya karna malu sama Kenan.
Kenan tersenyum bahagia. Ia, memeluk Kania dengan erat.
"Ken, lepaskan. Aku susah bernapas."
"Maaf, maaf aku terlalu bahagia sayang."
__ADS_1
Kania menggelengkan kepala sambil tersenyum bahagia.
"Kalau begitu giliran dirimu, buktikan cintamu kepadaku dengan melompat dari rumah sakit ini. " Mata Kenan langsung bulat membesar.
"Ka..... ka........ kamu yakin?"
"Ya, kenapa tidak."
"Baiklah kalau begitu, aku rela melakukannya."
Kenan mengambil ancang ancang untuk pergi ke atap rumah sakit dan melompat dari sana tanpa keraguan. Dasar gini ni kalau udah bucin tingkat dewa. wkwkkw
Kania menggapai tangan Kenan dan menghentikannya.
"Tidak perlu, aku percaya kok." Kenan tersenyum bahagia dan mencium ujung kepala Kania.
-
Jeje dan Feren sudah diberi tahu bahwa Kania tidak pergi ke kampus hari ini karena masuk rumah sakit. Setelah selesai semua mata kuliah Feren dan Jeje menuju ke arsh rumah sakit tempat Kania dirawat.
Dalam perjalanan menuju parkiran mobil Jeje, mereka dihadang oleh seorang pria.
"Hai, ren, hai Je." Sapa pria itu
"Hai kak Angga." Serentak.
"Kalian mau kemana?"
"Kami mau kerumah sakit kak, jenguk Kania. " ceplos Feren, Jeje hanya menepuk jidatnya didalam hati
"Kania? dia sakit apa? bagaimana bisa dia kerumah sakit." Tanya angga cemas.
"Ngak sakit parah kok kak angga. Hanya, Asam lambung nya kumat. "
"Kalian mau pergikan, menjengguk Kania. Kakak boleh ikut?"
Feren dan Jeje memberi kode satu sama lain.
"Boleh ya, boleh. Please " Memohon.
"Baiklah kak. " Jawab Feren dan Jeje.
-
Mereka telah sampai di rumah sakit tempat Kania dirawat. Mereka ke arah lobi dan menanyakan lokasi kamar yang telah di share kepada mereka dari Kenandri.
"Kalian naik ke lantai 5 lalu Terus, setelah itu disampingnya belok ke kiri kamar ke tiga." Jelas perawat.
"Hem, terimakasih suster. "
"Sama-sama." Tersenyum.
Feren, Jeje dan Angga naik ke rumah sakit menuju ruangan Kania. Tanpa mereka sadari seseorang sedari tadi telah mengikuti mereka sejak lama.
### Hai, para readers ku. Terimakasih kepada semua orang yang telah membaca, menunggu dengan setia up novel 'K&K'.
Bocoran dikit nih, 'K&K' akan segera tamat loh. Menurut Kalian bagaimana? Komen dan jangan lupa Like, Vote, dan rate nya ya. 🙏.
__ADS_1
Oh iya jangan lupa mampir di chat story ku 'Nyaman dan Cinta' kalian akan berjumpa bersama Suara dan juga Dodo serta Surez... mampir dan dukung juga ya. 😉 kutunggu loh terimakasih.