Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Aku Suaminya


__ADS_3

#Sebelumnya


Feren, Jeje dan Angga naik ke rumah sakit menuju ruangan Kania. Tanpa mereka sadari seseorang sedari tadi telah mengikuti mereka sejak lama.


#Selanjutnya


Feren, Jeje dan Angga telah sampai diruangan Kania. Mereka masuk dan melihat Kania bersama Kenandri sedang tersenyum bahagia.


"Kania..... " Ungkap Feren sambil berlari kearwh Kania diikuti dengan jalan Jeje dan Angga.


Feren dan Jeje memeluk Kania yang sedang terbaring lemas.


"Kenapa kamu bisa sakit Kan?" Tanya Jeje


"Iya, Kami panik banget waktu dengar kabar kalau kamu sakit dari kak Kenan." Ungkap Feren


"***Kenandri Ganendra, ya aku ingat. Keluarganya salah satu pemegang saham terbesar di yayasan keluargaku. Tapi kenapa dia bisa berada disini? " Tanya Angga dalam hati.


"Bukankah dia Angga? pemilik yayasan kampus Kania? kenapa dia disini? apakah dia mengenal Kania? " Tanya Kenan dalam hati***.


Disela perdebatan Kania, Feren, dan Jeje karna sakit yang dialami Kania. Kedua mata para pria tampan tersebut seperti mengeluarkan api. Kania yang peka terhadap tatapan itu. Menyadarkan mereka berdua.


"Kak Angga, terimakasih ya sudah mau menjengukku." Ungkap Kania


"Ya, tidak apa-apa Kania. Aku juga mengkhawatirkanmu setelah mendengar kabar dirimu masuk rumah sakit. Tapi kamu tidak apa-apa kan?" Kania menggangguk.


"Mengkhawatirkan, berani sekali manusia satu ini mengkhawatirkan istriku." Pungkas Kenan dalam hati.


Ketika, Kenan ingin memberitahukan posisinya di hidup Kania pada pria tersebut. Tiba-tiba seorang Wanita datang dengan marah-marah.


"Ohw, jadi kak Angga sedang menjenguk selingkuhannya. Dasar wanita tidak tahu malu." Wanita itu langsung menjambak Kania yang mendudukkan sedikit kasurnya.


Sandra ya, wanita yang telah sah menjadi tunangannya Angga sedari tadi telah mengikuti mereka dari belakang. Angga menarik kasar tangan Sandra dari Kania. Sedangkan Kenan juga berusaha menarik Kania dari cengkraman Sandra.


Rambut Kania hancur berantakkan, Kenan mendekap Kania untuk membuatnya merasa terlindungi.


Angga menyeret Sandra keluar dari kamar inap Kania.


"Apa yang telah kamu lakukan Sandra?. Ini rumah sakit, jaga sikapmu."


"Menjaga sikap? kamu yang harus menjaga sikap. Kak, aku adalah tunanganmu calon istrimu. Sebentar lagi kita akan menikah, dan kau berani sekali untuk menjenguk selingkuhanmu."


"Siapa yang selingkuh? aku tidak pernah selingkuh darimu!"


"Ala, kak. aku sudah mengenalmu sejak dari dulu. Aku tahu jika kamu telah menyimpan rasa bukan untuk wanita itu?"


Pembicaraan mereka putus ketika Kenan keluar menghampiri mereka.


"Apa kamu sudah gila? kenapa kamu menjambaknya?." Marah Kenan.


"Kau, bukankah kau pria yang?" Sandra mencoba mengingat kejadian, ketika Ia dan teman-temannya ditolong oleh Kenan.


"Kau..... wanita....."


"Iya, aku wanita yang telah ditolong oleh kakak." Sandra, bersikap baik kepada Kenan.


"Beritahu diriku alasanmu telah menjambak Kania?" Sedikit tenang tapi, tetap tegas.


"Kamu mengenal dirinya, ohw.... jadi wanita itu memelet semua pria. Dengar kak, kamu harus menjauhi wanita itu. Dia bukan wanita baik-baik. Ini, buktinya tunanganku telah berani menyelingkuhiku. Jadi, sebelum kamu terlambat kak, Lebih baik kakak tidak berhubungan dengannya." Jelas Sandra.

__ADS_1


"Kenapa aku tidak kepikiran ya." Jelas Kenan


"Ya, benar kak. Sekarang kakak udah terbuka kan pikirannya."


"Udah, sudah terbuka banget. Kamu yang sudah melabraknya dikantin kan?"


"I... iya kak, bagaimana kakak mengetahuinya?"


"Melabrak? Kamu...." Tanya Angga yang bingung


"Sekarang, kalian berdua pergi dari hadapanku. Aku tidak inin melihat kalian lagi. PERGI!" Bentak Kenan.


"Berani sekali kamu membentak kami, siapa dirimu yang berani mengusir kami dari sini." Emosi Angga naik.


"Kalian mau tahu siapa aku? aku adalah suami dari Kania Amonade Ganendra. Aku Kenandri Ganendra.. Puas!. Sekarang pergilah aku tidak ingin melihat kalian dirumah sakit ini." Kenan pergi masuk kedalam ruangan kamar.


"Suami?" kejut Angga.


"Ganendra?" kejut Sandra.


-


Feren dan Jeje telah pulang beberapa jam yang lalu. Kania gelisah karna tidak melihat Kenan di sisinya.


"Kemana Kenan? kenapa ia tidak berada disini? kebiasaan sekali sih, mau kemana-mana pasti ngak berkabar. Ihc. " Kesal Kania.


Tak lama kemudian Kenan terlihat memasuki pintu kamar Kania. Ia mengambek kepada Kenan. Kenan yang terkekeh geli melihat ngambekkan Kania berusaha untuk tidak memperdulikannya.


"Ngambek?"


"Bagaimana ngak ngambek. Setiap kali kamu selalu ngak kasih kabar ke aku." mengerutkan Kening.


"Jadi menurutmu aku jelek? "


"Ya, memang kamu jelek! makanya ngaca dong Kania biar kamu tahu kalau kamu itu jelek banget."


Kania melirik ke arah Kenan dengan mata yabg ingin membunuh.


Kenan menyumpal buah kedalam mulut Kania yang sedari tiba telah mengupasnya.


"Ken.... naaaan...."


"Iya, sayangku kenapa?"


"Kamu nyebelin deh, istri lagi ngambek bukannya di bujuk tapi malah dibuat kesal. "


"Cie cie ada yang pengen dibujuk nie.... " Kenan menggelitik tubuh Kania


"Kenan ihcc,,,.... Apa-apaan sih kamu."


Mereka tertawa bersama-sama.


"Jadi sih, Angga itu pria yang selalu menaruh perhatian padamu. "


"Iya. "


"Kamu, ngak ada rasa sama dia?"


"Kamu mau, kalau aku punya rasa sama dia? "

__ADS_1


"Kania... " Serius.


"Enggak, lah Ken. Ngapain aku menyatakan cinta padamu, kalau aku punya rasa sama dia. "


"Yah, mungkin saja kan."


"Perlukah sekarang aku yang melompat dari atas gedung ini?" goda Kania


Kenan dan Kania tersenyum bahagia.


-


Keesokan harinya, setelah mereka menghubungi keluarga besar karna Kania meminta untuk rawat jalan. Kenan dan Kania berkemas-kemas untuk segera pulang keapartemen mereka.


Sesampainya di apartemen, Kenan membantu Kania untuk beristirahat.


"Ada yang kamu inginkan? "


"Tidak ada Ken."


"Kalau ada beritahukan kepadaku ok. Aku akan berada di sofa untuk bekerja."


"Ken. "


"Hem, apa sayangku?"


"Kamu masuk kantor aja ya. Aku baik-baik saja kok. Aku kan hanya bermasalah diperut bukan di anggita badanku yang menyulitkanku untuk melakukan aktivitas."


"Ti.... dak.... Aku ingin berada disampingmu Kania. Aku tidak ingin.... "


"Aku tahu Ken, aku tahu. Trimakasih untuk semuanya itu. Tapi, Ken. Aku tidak apa-apa, aku tidak mau kau memperlakukan ku seperti ini!"


"Lah, kenapa? Wajar dong Kania. Aku suamimu, aku menginginkan kamu merepotkan ku. "


"Haduh, emang susah ya berdebat sama pimpinan yang keras kepala seperti mu. "


"Kamu, yang keras kepala. Suami kasih perhatian bukannya bersyukur malah ditolak. "


"Bapak Kenandri Ganendra yang terhormat. Aku bersyukur punya suami seperti bapak. Tapi, keadaannya beda pak. Aku tahu kamu sedang mengurusi proyek yang bermasalah kan disini?"


Mata Kenan terbelalak mendengar Kania yang mengetahui permasalahan yang dihadapi nya.


"Kamu tahu dari mana?"


"Ibu yang menberutahukanku, karna aku bertanya padanya. Itu pun karna ibu terpaksa memberitahukannya padaku. "


Kenan mengalihkan pandangannya dari Kania.


"Ken, kenapa kamu tidak memperlakukanku seperti istrimu??"


"Siapa yang bilang padamu seperti itu? " Kenan sedikit emosi.


"Aku, aku orangnya kenapa? kamu tidak terima? Ha?".


Terimakasih buat yang udah komen untuk lanjut... Doain author supaya semangat untuk lanjut terus ya.


### Hai, para readers ku. Terimakasih kepada semua orang yang telah membaca, menunggu dengan setia up novel 'K&K'.


Oh iya jangan lupa mampir di chat story ku 'Nyaman dan Cinta' kalian akan berjumpa bersama Suara dan juga Dodo serta Surez... mampir dan dukung juga ya. 😉 kutunggu loh terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2