
Kania mulai sering bertemu dengan Reno beberapa hari ini, perbincangan mereka memang tampak ringan. Tetapi, dapat membuat kesepian dan kesedihan yang Kania rasakan hilang dengan adanya kehadiran Reno.
"Kenapa kamu tidak melanjutkan kuliahmu? sayang banget loh Kan."
"Bagaimana mau di lanjutkan kak, kakek bersikekeh untuk tidak mendukung Kania?"
"Maksudnya?"
"Kania telah medapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah di Kolkuta."
"Wow, seriusan?"
"Ia, nama Universitasnya CCC."
"CCC? itu Universitasnya kakak loh, Kan." Kania tersenyum mendegar pengakuan Reno.
"Ya, iyalah kak. Aku memang memilih Universitas itu karna, kakak." Gumam Kania dalam hati
"Sayang banget ya, padahal masuk ke Universitas itu ngak gampang loh Kan. Kakak aja karna untung-untungan loh."
"Iya kan kak. Kania juga bingung kenapa kakek melarang Kania kesana."
"Kamu ngak tanya alasannya?"
"Kakek hanya bilang, kemanapun Kania pergi kakek merestui tanpa tekecuali kota itu."
"Hem, pasti ada yang kakek mu sembunyikan makanya kamu tidak diperbolehkan Kania."
"Hemm.... benar juga ya, kok aku tidak berpikir ke arah sana." Pikir Kania.
"Terus kenapa kamu tidak melanjutkannya di tempat lain Kan?"
"Kania tidak mau kak, Kania hanya ingin disana."
"### Heheh... dasar kamu keras kepala juga ya." Sambil megacak- acak rambut Kania membuat Kania tersipu malu.
"Kamu sudah punya pacar?" tanya reno.
"Kakak sendiri?"
"Kalau ditanya, jangan balik tanya dong Kania."
"heheh." sambil memicingkan matanya
"Gemes banget sih kamu... (sambil mencubit pipi kania)"
__ADS_1
"Kak Reno, sakit tahu." Mengelus pipinya
"Biarin, siapa suruh ngegemesin... ble.." Goda Reno
* KEDIAMAN GANENDRA
Semenjak kepergian Kania, kakek memerintahkan kepada semua orang untuk tidak berhubungan dengan Kania. Awalnya semua orang menentangnya, tetapi Kakek jatuh sakit dan mereka pun mengikuti permintaan kakek. Kakek berusaha mencari jodoh terbaik pilihannya untuk Cantika. Sedangkan Cantika menangis dan mengurung diri di kamar. Beberapa kali Cantika berusaha untuk bunuh diri untung saja Leon melihatnya dan menghentikan semua itu. Melihat situasi di rumah begitu berantakan dan kacau, bang Jack, Kenan, dan Leon berencana untuk mencari solusi terbaik dari permasalahan ini.
Kenan pun menyuruh Cantika untuk menceritakan kejadian semuanya kepada Mereka bertiga. Setelah itu Kenan menyuruh Cantika untuk memberikan nomor Darta kepada Kenan. Kenan menghubungi darta dan menemuinya, beberapa jam setelah perbincangan yang penuh dengan emosi dari keempat pria dewasa tersebut, (Kenan, Jack, Leon, Darta) akhirnya menemukan hasil.
Kakek telah mendapatkan pasangan yang akan menikah dengan cantika, entah mengapa bang Jack seperti pernah mengenal pria itu. Mereka mencari tahu siapa pria itu dengan informasi yang terpercaya. Beberapa hari melalui proses penyelidikan akhirnya mereka mengetahui, jika pria tersebut menikah dengan Cantika karna ingin membalas dendam keluarga Ganendra yang telah menjatuhkan usaha mereka.
Dengan rencana yang begitu matang Jack, Kenan serta Leon menjalankan aksi mereka. Pada saat hari dimana pernikahan Cantika akan digelar Jack, Kenan serta Leon menghancurkan semuanya. Mereka memutar semua rekaman dan bukti jika Pria itu berniat jahat. Polisi datang lalu menangkap pria tersebut, karna menurut bukti pria itu telah menggelapkan uang, serta menipu.
Kakek terjatuh di kursi sambil memegang kepalanya, Kenan mencoba untuk membuka pemikiran kakek.
"Kek..." Sambil memegang tangan Kakek. "Kenan tahu, ini sangat berat untuk kakek. Tapi, kakek harus lihat kakek tidak sendiri menghadapi masalah ini. Ada kami." Kenan menunjuk ke semua keluarga yang ada di belakang Kenan. Dengan anggukan dari semuanya, air mata kakek pun terjatuh. "Seseorang pernah berkata kepada Kenan kek, Pernikahan yang terjadi jika salah satu dari mereka tidak saling mencintai satu sama lain. Keduanya akan menderita, satu menerima dan satunya menolak. Mereka akan seperti magnet yang bertolak belakang. Kehidupan pernikahan seperti itu akan menjadi neraka bagi mereka." Tatap Kenan penuh pengertian.
"Terus apa yang harus kakek lakukan saat ini ken?" Tanya kakek penuh dengan kebingungan.
"Kakek tidak harus bingung, kakek hanya perlu merestui Cantika." Menyuruh Cantika mendekat.
"Restu kakek selalu bersamamu cantika, tanpa harus kau minta." Jawab kakek mengelus lembut rambutnya.
Kenan memberi kode kepada Leon dan bang Jack. Mereka pun mengangguk. Tak lama kemudian seseorang datang dari arah pintu masuk dan ikut bergabung bersama Cantika dengan kode dari Kenan.
Semula kakek hanya terdiam tetapi hatinya pun luluh ketika melihat Darta yang menangis tertunduk di hadapan kakek. Kakek pun mengelus lembut rambut Darta, Darta terkesiap langsung mereka pun langsung berpelukan satu sama lain. Suasana haru menyelimuti mereka, Cantika pun akhirnya menikah hari itu juga dengan Darta yang dihadiri lengkap keluarga Darta.
Kini kediaman Ganendra penuh dengan kebahagiaan dan ketenangan. Cantika pun tinggal bersama Darta di kediaman keluarga Darta.
"Jadi kapan kamu akan membawa menantu kakek, Kenan?" Tanya Kakek, membuat Kenan dan semua orang tersenyum di meja makan malam.
"Besok kek." Jawab Kenan sambil tersenyum bahagia.
"Kamu tidak menghubungi Kania?" Tanya Ayah
"Aku akan memberikan kejutan padanya besok." Senyum Kenan dengan malu
"Hem, ada yang lagi kasmaran nih." Goda Leon.
"Biarin, emangnya kamu Jomrat." Jawab Kenan
"Jomrat?" tanya kakek
"Jomblo berkarat kek." Jelas bang Jack
__ADS_1
"Wuahahahh" semua orang tertawa bahagia.
KEDIAMAN KANIA
Siang ini Kania kembali ke perkebunan untuk mengantarkan makan siang kepada paman. Dalam perjalanan pulang Kania bertemu dengan Reno.
"Mau ku antar pulang?" Tanya Reno
"Sepertinya kakak punya radar untuk menemukanku." Jawab Kania
"Ia punya, namanya radar cinta."
"Hahha, dasar tukang gombal." Menaiki motor Reno
Mereka pun sampai di depan gerbang rumah Kania. Seperti biasa Kania di antar hanya samlai depan saja tidak pernah masuk.
"Mau mampir dahulu?"
"Tidak Kania, kakak ada urusan sama kepala desa"
"Hem, baiklah Kak. Terimakasih sudah mengantarku. "
"Sama-sama, Hati-hati ya kak. "
"Siap bu bos. " Kania tersenyum hangat.
Kania masuk kedalam rumah. Alangkah terkejutnya ia melihat sebuah mobil terparkir tepat di depan teras rumahnya.
"Bukankah ini mobil Kenan?" Tanya Kania
Kania mempercepat langkahnya, masuk kedalam rumah. Matanya terbelalak melihat Kenan yang sedang bercengkerama bersama kakek. Sepasang dua mata orang itu melihat ke arah Kania sambil tersenyum seusai berbincang. Kania terpelongok seperti patung untuk sesaat, bukannya menyapa Kania malah pergi menghindar berjalan menuju kamarnya. Kakek pun memanggil, tetapi tidak digubris oleh Kania.
"Sudahlah kek, Kenan akan berbicara padanya. Kenan menyusul Kania dulu ya kek."
Pamit Kenan.
"Iya, nak. Bujuklah dia. "
*
Kenan masuk ke kamar lalu meletakkan tasnya disisi kamar, matanya melihat ke seluruh penjuru kamar.
"Kamar ini tidak berubah ya. Padahal kamu tidak menempati ini lagi kan. Hem aromanya aku suka........ "
"Kenapa kamu datang kemari?" ketus Kania
__ADS_1
'Tok tok tok'