
pagi hari telah menyongsong. Kania bergegas mempersiapkan kebutuhan kenan agar ia dapat menjalankan niatnya untuk memata-matai Cantika hari ini.
Cantika Ganendra anak terakhir dari orang tua Kenan ia telah duduk dibangku perkuliahan dan saat ini duduk di tingkat 2. Cantika selalu pulang tidak tepat waktu sesuai dengan jadwal kuliahnya. Ini memperkuat kecurigaan Kania walaupun, alasan Cantika selalu belajar bersama di rumah temannya. Ia masuk kuliah pada pukul 08.00 tetapi, seperti biasa pukul 07:30 kakek, ayah, bang jack, kenan dan juga Cantika selalu
berangkat beriringan. memang keluarga Ganendra sangat ketat dalam menjaga Cantika. mereka takut jika pergaulan Cantika tidak benar.
Hari ini mobil bertambah satu lagi, Kania sudah meminta ijin kepada semua orang untuk pergi ke sebuah panti asuhan dan akan membantu teman barunya mengajar disana selama satu hari penuh. Awalnya, mereka tidak mempercayai Kania teman yang baru saja ia temui bisa langsung ia percayai. Tetapi Kania meyakinkan semua orang dan berjanji hanya untuk kali ini saja ia membantu temannya tersebut. Semua orang pun percaya dan akhirnya mengizinkan Kania.
Mereka menaiki mobil dan berpamitan bersama-sama Kania lalu memulai misinya. Dengan hati-hati kania mengikuti mobil Cantika.
“tujuan kita kemana nyonya muda?” tanya supir Kania
“ikuti mobil cantika pak." jawab kania
“ha? Untuk apa bu?” jelas supir kania
“sudah pak, ikuti saja perintah saya.”tegas kania
“baik bu.” Pasrah supir Kania
Mobil kania sudah berada di jalan gerbang masuk kampus Cantika. (sedikit lagi memasuki gerbang)
“loh, kok berhenti disitu? Bukan masuk ke dalam kampus?”
“mungkin karna takut macet bu, jadi nona Cantika menyuruh pak hem (supir Cantika) untuk tidak mengantar nya masuk.”
Memang jalan masuk ke arah kampus Cantika setiap hari selalu menyebabkan kemacetan panjang.
“walaupun seperti itukan ini masih ada 7 menit lagi pak.”
“iya juga ya nyonya.”
__ADS_1
Tidak lama kemudian Cantika memberhentikan sebuah taxi dan masuk ke dalam taxi tersebut. Kania
Terkejut dan bertanya- tanya dalam hati. “mau pergi kemana Cantika? Bukankah ini sudah hampir masuk sekolah? Kecurigaan ku benar kan. Jika ada sesuatu yang disembunyikannya dari semua orang.”
Ia pun mengikuti arah tujuan dari Cantika, setengah jam berlalu dengan kemacetan jalanan akhirnya cantika berhenti di sebuah butik fashion ‘CZ’ terkenal di kota itu. tampak butik tersebut juga masih belum buka
tetapi, Cantika telah disambut oleh beberapa karyawan butik.
“berbelanja sepagi ini? butik ini juga sepertinya belum buka.” Gumam Kania dalam hati
Kania menununggu Cantika didalam mobil selama satu setengah jam. Ia tidak mungkin masuk karna setelah ia mengecek butik tersebut baru buka sekitar pukul 10.00. tak lama kemudian Cantika datang dengan beberapa tas belanjaan ditangannya dan kembali masuk kedalam taxi.
Setelah 20 menit perjalanan taxi tersebut berhenti di sebuah mal. Dengan sigap Kania turun dan mengikuti langkah kaki Cantika dari jauh tanpa membuat kecurigaan kepada Cantika. Ia masuk ke sebuah restaurant dan duduk di sebuah kursi seperti menunggu seseorang.
Kania juga mengambil tempat duduk tetapi sedikit jauh dari Cantika. Selang 5 menit kemudian seorang wanita datang dan duduk di bangku Cantika. Kania yang melihat wajah perempuan itu seperti mengenalnya.
“wanita itu siapa? Sepertinya tidak asing bagiku.”
Sambil memperhatikan mereka. Kania pun mencoba mengingat- ingat wanita tersebut.
pada saat Kenan dan Kania akan meninggalkan pesta di kediaman pak Ade pada waktu itu. tanpa sengaja mereka bertemu dengan Nitra di parkiran depan kediaman pak Ade. Nitra tersenyum manis mencari perhatian Kenan.
Nitra berpura-pura tersandung batu dan jatuh ketanah (kembali mencari perhatian). Kenan dengan sigap membantu Nitra. Nitra segaja melakukan hal itu untuk menunjukkan kepada Kania bahwa ia dekat dengan
Kenan. Kania tidak peduli dengan perbuatan Nitra dan malah membiarkannya saja tanpa ekspresi.
“trimakasih Kenan, kamu memang pria yang sangat duper baik.”
“sudahlah nit, bukankah hal ini wajar aku lakukan tidak perlu di lebih-lebihkan.”
“apa, sih Kenan. kok, jawabnya ketus seperti itu. kamu ingin mempermalukanku ya?.” Mendengus kesal
__ADS_1
“nit, kamu baik-baik saja kan?”
“ya, ken aku baik-baik saja kok. Terimakasih ya.”
“iya, sama –sama.”
“ohw, ia ini istrimu ya?”
Kenan melirik ke arah Kania dan menganggukkan kepalanya.
“Hai, (mengulurkan tangan) aku Nitra”
“Hai, (menyambut tangan nitra) Kania kak.”
“ohw, jadi dia yang dikamar mandi tadi. Hem, apakah barusan dia sedang mencari perhatian si sok dewasa ini (melihat ke arah Kenan dengan jengkel). Bagaimana tidak dia kan menyukai Kenan. heheh aku kerjain ah.” Gumam Kania dalam hati
Kenan dan Nitra sedang berbincang, Kania datang menyela pembicaraan mereka.
“kak Ken, apakah masih lama lagi? Ayo, kita pulang (merangkul mesra lengan Kenan) aku sudah lelah”
Tampak Kenan dan Nitra sedikit terkejut dengan kelakuan Kania. Kania mengedipkan matanya kearah Kenan sambil memasang senyuman manisnya.
Deg, jantung Kenan berdegup kencang. Nitra yang melihat tatapan Kenan terhadap Kania menjadi kesal.
“apa- apaan ini, bermesraan di hadapanku. apakah mereka saling menyukai?” gumam Nitra dalam hati
Kania pun tersenyum licik ke arah Nitra yang terlihat kesal lalu berpamitan kepadanya sambil menarik Kenan untuk memasuki mobil.
“kami pulang dulu ya kak Nitra. Selamat malam (senyum licik). Ayo, kak Ken”
didalam mobil Kenan mendengus kesal akan perkataan dan perlakuan Kania.
__ADS_1
“apa-apaan kamu memanggil ku ‘kak Ken’ seperti itu? hiiii (bergetar) merinding aku mendengarnya, terus berani sekali kamu menyentuh ku.”
“eh, dengar ya tuan muda kenandri ganendra aku memanggil mu seperti itu agar semua orang tidak menganggapku tidak sopan kepadamu. Dan ……. aku sengaja merangkulmu agar kita cepat pulang. Dasar geer. Aku juga mau muntah karna memanggil mu kak, uek (berpura-pura muntah).”