Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Malam Kelam Bersejarah


__ADS_3

"Bawalah temanmu ini pulang, sepertinya mabuknya sangat berat." Perintah pria tersebut, dan dijawab oleh anggukan temannya.


Tetapi ketika hendak membawanya keluar dari tempat malam itu, mereka hampir terjatuh. Karena, ia tidak mampu menopang tubuh Sandra itu. Pria tersebut pun membantu temannya untuk membawa mereka ke parkiran mobil.


Ketika mereka akan tiba diparkiran. Sandra langsung menarik tangan pria tersebut ke arah mobil dan mencium pria tersebut dengan ganas. Teman Sandra yang tidak percaya ia menutup mulutnya dengan tangan.


Pria tersebut dan Sandra ngos-ngosan mencoba untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya. Sandra mengeluh bahwa dirinya sangat kepanasan dan gerah. Ia membuka bajunya padahal bajunya memang sudah tipis tapi merasa kepanasan. Aneh, untung saja pria tersebut menahan tangan Sandra yang hampir membuka Tanktop milik Sandra. Mata Sandra kembali memunculkan gairah ***** ketika memandang pria tersebut.


"Shitt,,, temanmu ini sudah diberi perangsang oleh pria bejat tadi."


"APA? terus bagaimana ini?" Panik temannya


"Ikut denganku." Perintah pria tersebut.


-


Mereka telah sampai di sebuah apartmen mewah. Diparkiran mereka bertemu dengan seorang dokter yang sudah paruh baya membawa tas dan belum membuka jas dokternya


"Ada apa Leon?" tanya pria paruh baya tersebut


"Cepatlah paman, sembari jalan aku akan menjelaskannya." ungkap Leon sambil menggendong Sandra yang sengaja ia pingsan kan agar dapat mengulur waktunya.


Dengan segera dokter tersebut menanganinya.


"Leon, sepertinya obat ini akan terus berpengaruh padanya. Cara terbaik adalah...... ehem......"


Leon memandang lekat ke arah dokter itu lalu temannya, setelah itu Sandra.


"Aduh, bagaimana ini?" Panik kembali temannya Sandra.


"Apakah dia mempunyai pacar?" tanya Leon.


"Mantan tunangan!"

__ADS_1


"Gadis yang malang, pantas saja dia mabuk berat dan tidak tahu siapa yang ingin mencelakainya. Pasti akibat dari ditinggal tunangannya." gumam Leon.


"Terus bagaimana Leon?" tanya dokter tersebut.


"Aku juga tidak tahu paman." Jawab Leon pasrah


"Kita beritahu saja hal ini kepada orangtuanya." Saran dokter


"JANGAN!" pungkas temannya


"kenapa?"


"Orang tuanya tidak tahu jika Sandra  keluar bersama kami."


"Terus bagaimana solusinya?" Bentak Leon


"Kita tunggu saja wanita ini bangun, apakah dia bisa melawan reaksi obat tersebut. Jika ia mampu setidaknya dia mempunyai kesadaran dan mungkin saja setelah itu obat itu akan kembali bereaksi."


-


Leon menyuruh temannya Sandra untuk menginap saja karena sudah jam 1 pagi. Temannya menelpon orang tua Sandra dan berbohong meminta izin untuk menemaninya dirumah karena orangtuanya pergi keluar negri orangtua Sandra pun mengizinkannya. Setelah mengakhiri telpon dengan orang tua Sandra. Tiba-tiba ibu temannya itu menelponnya untuk segera pulang.


Temannya menitipkan Sandra dirumah Leon, ia tahu bahwa Leon adalah pria yang sangat baik. Sandra akan aman bersamanya. Leon, keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri. Ia terkejut melihat Sandra yang terduduk menatapnya keluar dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Dengan gerakan refleks, Leon menutup tubuhnya dengan tangan, seperti sedang ingin diperkosa. ahahhahahaha ngak kebayang deh author...


Sandra memegang kepalanya yang terasa sangat berat. Antara sadar dan setengah sadar. Sandra berdiri pergi menuju arah Leon. Leon terpaku ia pasrah sambil menutup matanya. Ia takut dengan serangan dadakan oleh Sandra.


Deg, suara jantung Leon ketika Sandra berada didekatnya. Sandra berlari ke kamar mandi melewati Leon. Ia mengguyur sekujur  tubuhnya dengan air untuk menghilangkan rasa panas yang semakin menguasai tubuhnya.


Leon yang mendengar suara air langsung melihat kearah belakang dan melihat kearah Sandra. Leon dengan cepat memasang baju tidurnya. Setengah jam berlalu tetapi Sandra tetap mengguyur tubunya di bawah shower Leon bingung bagaimana cara membantu Sandra yang terlihat lemas di bawah guyuran air.


Dengan langkah pasti Leon menghampiri Sandra mematikan air, lalu melilit badan Sandra dengan handuk. Ia menggendong Sandra dan meletakkannya di atas sofa. Leon mengambil pakaiannya yang kecil agar pas ditubuh Sandra walaupun sebenarnya tetap saja kebesaran hahahah....

__ADS_1


"Pakailah, kau akan sakit jika seperti ini." Leon meletakan pakaian tersebut di samping Sandra.


Sandra ingin berdiri tetapi kakinya sangat lemas tidak mampu menahan tubuhnya dan akhirnya terjatuh pada topangan Leon yang dengan sigap menangkapnya. Mata mereka bertemu satu sama lain. Tubuh Sandra kembali bergejolak dan ia pun kembali mencium Leon tetapi ini dengan sedikit perasaan. Leon yang mendapatkan kembali serangan dadakan dari Sandra sepertinya juga menikmati ciuman tersebut.


Lama tautan tersebut, hingga menjadi panas saat leon mulai menyeranginya dengan sentuhan-sentuhan di titik sensitif Sandra. Sungguh perasaan yang aneh bagi Sandra. Pertama kali merasakan sensasi yang ingin dieksplore lebih. Leon melepas ciuman tersebut, untuk menjeda permainan mereka.


"Kamu yakin?" mencium leher Sandra hingga Sandra mengigit bibirnya. "Tidak akan menyesalinya?" tanya Leon lagi dan mengigit bagian dada Sandra. Sandra mengerang, ia bingung dengan semuanya.


Leon yang tidak mendapatkan jawaban dari Sandra, langsung berhenti bermain lalu membelakangi Sandra. Sandra mengatur napasnya yang tersengal- sengal. Ia membuka semua pakaiannya yang telah basah lalu menghadapkan dirinya kepada Leon. Ia menatap Leon penuh dengan gairah.


"Aku menginginkannya." Jawab Sandra setelah mengalungkan tangannya pada leher Leon.


Haredang, malam yang panas gengs....!!!!


-


Keesokan paginya, Sandra bangun dengan menatap pria yang dipeluknya. Sungguh wajah yang sangat tampan. Lama ia menatap hingga tanpa sadar tangannya menyentuh wajah tersebut tanpa permisi. Leon yang sejak tadi telah terbangun ingin menjaili Sandra. Ia pun membiarkan Sandra mengekplor wajahnya. Leon menlengguh lalu mempererat pelukannya pada Sandra. Sandra terkejut bukan main, ia takut jika leon menyadari aksinya. Dan apa ini, Leon mempererat pelukannya... Sandra mendorong tubuh Leon tapi tidak berhasil. Hingga ia tersadar jika ia dikerjai oleh pria tersebut.


"Lepaskan, Pria hidung belang!" mencoba melepaskan diri


Leon membuka matanya lebar-lebar menatap Sandra dengan tatapan membunuh.


"Siapa yang kau maksud pria hidung belang?"


"KAU! kau pria hidung belang itu."


"Kalau begitu kau wanita murahan."


"APA?" Sandra memukul dada bidang Leon dengan keras.


Akhirnya Leon melepaskan Sandra karena pukulannya mulai terasa sakit. Dengan cepat Sandra menarik selimut dan berdiri.


"Ahhhhhh......." Sandra terkejut ketika berbalik untuk menatap Leon. Ia lupa kalau mereka masih dalam keadaan polos. Sandra menutup matanya.

__ADS_1


"Kenapa? bukankah semalam dia sudah masuk kedalam goamu yang masih tak terjamah itu?" Tanya Leon Santai.


Sangking Santainya bisa-bisa dia tiduran sambil menyangga kepalanya sebelah dengan tanganya sebelah. Sandra mengambil bantal dengan wajah tertutup lalu melemparnya ke arah Leon.


__ADS_2