Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Aku Akan Selalu Bersamamu


__ADS_3

#Sebelumnya


Kenapa tiba-tiba berubah? bukankah dia dengan tegas mengatakan tidak? sekarang malah mendukungku?. Sudahlah yang penting ia sudah mendukungku semoga ia tidak berubah pikiran 😅". Senyum kebingungan terukir diwajah Kania dengan kebengkakan dimatanya akibat menangis.


#Selanjutnya


Makan malam telah berlalu, Kania meminta maaf kepada kakek dengan sangat menyesal karna telah bertengkar dengannya. Kakek pun meminta maaf dengan Kania karna tidak bisa memberikan jawaban dari pertanyaan yang ia tanyakan.


Kania masuk kekamarnya, diambilnya handphone dalam sakunya lalu membuat panggilan pada Kenan. Sekali panggilan tidak dijawab oleh Kenan. Ia mencoba beberapa kali tetapi tidak juga di jawab oleh Kenan.


"Kemana dia? tidak seperti biasanya, kenapa panggilanku tidak dijawab olehnya?" Kesal Kania.


Beberapa kali panggilan 'tut tut tut'


"Apa-apaan ini? apakah sesuatu terjadi padanya? mengapa ia tidak mengangkat handphonenya? " Kania melirik pada jam dinding kamarnya. "Ini sudah jam 9 malam, apakah ia masih lembur?" tanya Kania.


Kania sedikit fruatasi melihat panggilannya tidak dijawab oleh Kenan. Ia juga mengirim beberapa kali pesan yang panjang kepada Kenan.


-


Waktu menunjukkan pukul 11 malam, Kenan baru saja pulang dari perjumpaannya dengan beberapa kolega sekaligus teman akrab semasa SMA-nya dahulu. Mereka bercengkrama sangat lama dari saat Kenan pulang kerja hingga selarut ini. Ia meninggallan handphone miliknya di dalam mobil.


Setelah selesai membersihkan dirinya Kenan mengambil handphone dan melihat jika batrai miliknya habis. Ia mulai mencharger handphone di atas nakas samping ranjangnya lalu merebahkan dirinya. Dilepaskannya dengan kasar napasnya dengan panjang menghadap ke arah samping ranjang dimana Kania biasa tertidur.


Jujur saja didalam hati kecilnya, Ia sangat merindukan Kania. Ingatan kebersamaan mereka pun terulang di dalam pikiran Kenan. Gadis yang ia nikahi hampir 10 bulan yang lalu, mampu memberikan warna yang indah dalam hidupnya.


Ia kembali mengambil handphone diatas nakas dan menghidupkannya. Notifikasi panggilan tak terjawab dan beberapa pesan muncul di layar handphone milik Kenan.


"Banyak sekali panggilan tak terjawab ini. 'KANIA' " Kenan terkejut lalu membuka pesan milik Kania.


'P'


'P'


'P'


'Apakah kau sudah pulang?'


'Kau dimana sekarang?'


'Kau sudah makan?'


'Mengapa kau tidak mau menjawab panggilan ku?'

__ADS_1


'Kenan, Apakah kau marah padaku?'


'Kenan, maafkan aku. Jika kepergianku ke Kolkuta sangat menyakitimu. Aku tidak akan pergi. Maafkan aku telah egois padamu. Seharusnya aku memikirkan perasaanmu dan keluargamu dibandingkan egoku. Kenan tolong jangan marah padaku ya..... please..... Kenan aku ingin kau jemput. Aku berjanji aku tidak akan menjalankan niatku lagi. Jadi, Kenan tolong ya angkat panggilanku.' Di selingi beberapa kali panggilan.


Kenan tersenyum bahagia. Tidak disangkanya gadis itu sangat polos dan menggemaskan seperti itu. Ia ingin kembali menelpon gadis itu lalu menjelaskannya. Tapi, ia mempunyai rencana yang lain.


-


Keesokan harinya, pukul 6:30 Kania kembali menghubungi Kenan. Sekali panggilan tidak dijawab Kenan karna sedang memasang dasi miliknya dan tidak melihat panggilan tersebut. Kedua kalinya dilihat Kenan ke arah meja riasnya panggilan milik Kania. Kenan tersenyum bahagia. Ia pun dengan santai menganggkat panggilan tersebut.


"Halo, Ken."


"Hem, ada apa?." Dengan nada ketus


Kania melihat layar ponselnya dan berpikir jika memang Kenan sangat marah padanya.


"Ken, kenapa kau tidak menjawab panggilan ku semalam? dan kenapa kau hanya membaca pesan milikku? Apakah kau baik-baik saja?. Tanya Kania hati-hati.


"Besok aku akan menjemputmu bersiaplah. Aku tidak mau menunggumu berkemas lagi. Mengerti!." Perintah tegas dari Kenan.


"Ba... baiklah." Jawab Kania gugup. Kenan pun mengakhiri panggilan mereka.


-


"Baiklah kakek, bibi, Linda kami pamit pulang sampaikan salam kami kepada paman. Maaf selama ini sudah merepotkan kalian. " Pamit Kenan.


"Nak, Kenan berbicara seolah-olah Kania bukan Putri kami."


"Iya dong bu, kak Kania kan sudah jadi milik kak Kenan 😛." Ledek Linda. Semua orangpun tertawa.


-


Dalam perjalanan Kania dan kenan tidak sedikitpun mengeluarkan kata-kata. Sesekali Kania melirik ke arah Kenan memastikan ekspresi yang sedang di pancarkan olehnya.


Kenan yang tidak tahan dengan sikap menggemaskan oleh Kania langsung menoleh kearah Kania dengan mendadak. Membuat mata Kania terkejut dan terbelalak.


"Kenapa kau memandangiku seperti itu?"


"Tidak, aku tidak sedang memandangimu."


"Hem, tidak memandangiku tapi melirik-lirik kan?."


"Ti.... tidak, aku tidak sedang melirikmu. Dasar GR. " Kania gugup dan mengalihkan wajahnya ke arah jendela.

__ADS_1


"Sudah tertangkap basah masih saja mengelak" tersenyum tipis.


Kania menoleh kearah Kenan sedikit malu dan melihat senyuman tipis tersebut.


"Ken. " Panggil Kania


"Ada apa? "


"Kenapa dua hari yang lalu kau tidak mengangkat panggilanku?" Tanya Kania hati-hati.


"Aku bertemu kolega yang dulu teman SMA ku. jadi kami reunian hingga larut malam. Pada saat itu handphone ku tertinggal di dalam mobil. Sesampainya dirumah aku pun mengecas nya lalu melihat panggilan dan pesan mu."


"Terus kenapa kau hanya membacanya saja? ha! tidak membalasnya? Pikiranku sudah kemana - mana. Kupikir kau marah padaku. Kau tahu aku sangat mencemaskanmu." Kania mengeluarkan segala kekesalannya kepada Kenan dengan emosi.


Kenan memberhentikan mobilnya dengan tiba-tiba membuat kepala Kania hampir terbentur.


"Apa-apaan sih Kenan. Kamu mau kita........ " Tiba-tiba Kenan meraup tengkuk Kania dan mulai mencium Kania secara tiba-tiba.


Jantung Kania berdegup dengan cepat hampir saja ia mendapat serangan jantung, itu kali pertamanya Kania mendapatkan ciuman dari seorang pria.


Kenan melepaskan bibirnya dan melihat perlahan wajah Kania yanh merah terbakar. Kenan tersenyum bahagia dan kembali mencium pipi Kania.


Kenan membetulkan posisi duduk nya dan kembali menyetir sambil mengambil tangan Kania dan menggenggamnya.


Kalian tidak tahu bagaimana perasaan Kania saat ini. Wajahnya merah merona, jantungnya membuat senyuman terukir diwajah Kania dengan pesona yang malu-malu.


-


Mobil Kenan memasuki area bandara. Kania bingung, tapi ia tidak bertanya. Karna mungkin mereka sedang menjemput seseorang. Kenan keliar dari mobil lalu membuka mobil Kania. Kania membalas senyuman manis milik Kenan.


Kenan menurunkan barang-barang Kania , membuat Kania terkejut.


"Kenapa barang-barang ku kau turunkan?"


"Kau bilang akan pergi ke Kolkuta?"


"loh, bukankah kau tidak mengizinkanku"


Kenan mengambil tangan Kania dan mengecupnya.


"Siapa yang bilang hem? Kan, sekali lagi aku katakan padamu. Apapun itu yang menjadi keputusanmu untuk kebaikanmu aku akan mendukungmu mengerti! " Kania yang terharu mendengar perkataan Kenan memeluk Kenan dengan sangat erat.


🔔 Jangan lupa tinggalkan jejak ya. like, dan koment kalian sangat bermanfaat bagi kami. Peyuk cium peyuk cium.

__ADS_1


Tertanda: Kenan dan Kania


__ADS_2