Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Perang Tatapan


__ADS_3

Kenan mencoba menyembunyikan senyuman bahagianya untuk tidak terlihat kania. setelah itu Kania turun kebawah untuk membawa turun semua isi nampan.


Kania sudah berada di depan pintu kamarnya dan akan segera masuk tetapi terhalang dengan kedatangan kak kamila. Mereka pun bercengkrama bersama dengan pintu yang sedikit terbuka. Kania menatap ke arah kenan yang sedang berbicara lewat telpon genggamnya. Setelah beberapa menit berbincang dengan nenek. Kania masuk kedalam kamar dan menutupnya. Kenan pun menutup panggilan tersebut. Kania pergi ke arah ranjang untuk merapikan sedikit ranjang itu yang sedikit berantakan.


“nanti, siang temanku akan datang.”


“ohw. Ok. Kamu belum mau mandi?”


“kamu, kenapa dari tadi menyuruhku mandi? mau memandikanku.” Goda kenan


“iya, akan ku mandikan.” Kania memasang ekspresi datar


‘Deg ‘ jantung kenan berdetak kencang. Sekujur tubuhnya menjadi merinding mendengar jawaban Kania. membuat wajah tampannya itu memerah seperti tomat. Kania yang memasang ekspresi wajah yang datar ketika menjawab godaan kenan. mulai menarik bibirnya dan tertawa terbahak-bahak.


“satu kosong, ble (mengeluarkan lidahnya). Wuahahah lihat wajahmu.”


kenan memegang wajahnya yang menjadi panas. Dengan mengerutkan dahinya.


“wuahahah, emangnya kamu saja yang bisa. Aku juga bisa kan.”


Kenan merenggangkan dahinya yang mengerut karna mengerti jika Kania sedang membalasnya. Ia memperhatikan setiap ekspresi wajah Kania yang tertawa. Senyum manisnya pun merekah sungguh pemandangan pagi yang menakjubkan. Ia merasa beruntung karna Tuhan telah mengirim bidadari cantik tak


bersayap menemani harinya saat ini. entah perasaan yang seperti apa yang kenan rasakan saat ini kepada kania. apa perasaan sekedar suka? Mengagumi kecantikannya? Sayang? Atau cinta? Sungguh ia menyelidik kedalam hatinya. Bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di sana?.


Kania mulai mengecilkan perlahan-lahan suara tawanya itu. ia melihat Kenan yang sedari tadi menatapnya dengan senyuman.


“ada apa? Kenapa menatapku seperti itu?”


Dengan cepat tangan kenan menjitak dahi kania. kania mendengus kesal karna mendapatkan jitakan itu. kenan berpura-pura melakukan hal itu dan memasang wajah datar. Hatinya merasa ada sesuatu yang aneh dengan perasaannya sekarang. Tetapi, ia masih saja sedikit demi sedikit mengingat kejadian yang telah di lakukan oleh Aira.


Mungkin kenan saat ini, masih trauma dengan wanita. Ia terlalu takut untuk mulai mencintai Kania. karna, ia tidak ingin sesuatu yang dulu bisa menimpanya kembali. Karna tidak ingin sesuatu dikepalanya terusik kembali dengan dingin Kenan menyuruh Kania untuk keluar dan memanggilkan beberapa pelayan laki-laki untuk membantunya membersihkan tubuh. Kania merasa aneh dengan sikap kenan yang tiba-tiba sedingin itu padanya. Ia pun tidak berani berargumen dan langusng menyuruh pelayan untuk membantu Kenan.


Setelah selesai mandi. kenan kembali ke tempat tidurnya sambil memainkan hp-nya. Tanpa sengaja tangannya membuka poto-potonya yang lama. Saat dia liburan keluarga, luar kota, dan tangannya menyentuh folder xxx. Ia pun bertanya apa isi folder itu. apakah didalam itu ada folder 21+ keatas. Ia tersenyum memikirkannya. Karna, ia juga bisa semesum itu rupanya dahulu. Karna,s etelah Aira mengkhianatinya Kenan tidak pernah berpikir aneh-aneh hawa nafsunya seperti terkubur.


Ia terkejut melihat isi folder itu. momen kebersamaannya dengan Aira. Ia menggeser menelisik satu-satu foto tersebut. dan seketika itu juga ia melempar hp- nya dan ditangkap oleh Kania. Kania pun melihat ke arah


Kenan. kenan menyuruh kania untuk mengembalikan hpnya kepadanya. Kania berjalan perlahan-lahan ke arah kenan. hampir mendekati posisi kenan. dengan cepta kania melihat hp tersebut dan menemukan momen kebersamaan kenan bersama Aira.

__ADS_1


Kenan meminta Kania untuk menyerahkan hpnya. Tetapi kania tetap melihat poto-poto tersebut. hingga akhirnya Kenan membentak Kania. kania pun menyerahkan hp tersebut kepada kenan. kania pergi menjauh dari kenan. ia mengambil hpnya dari dalam laci. Dan duduk diatas sofa sambil melihat semua pemberitahuan


dihpnya yang begitu banyak. Pesan dari Darta yang bertanya pasti keadaan Cantika, Pesan dari paman yang bertanya tentang keadaannya, Pesan dari grup alumni sekolahnya yang begitu banyak, Pesan dari grup sahabatnya dan pesan dari Leon yang begitu banyak menanyakan beritanya. Hingga panggilan tak terjawab


yang begitu banyak dari ponselnya.


Kania tau bahwa Leon mungkin sedang khawatir karna tidak memberikan kabar apa-apa kepadanya. Ia pun membalas satu-satu pesan tersebut. tanpa, memperdulikan Kenan. Kenan yang merasa di acuhkan merasa risih.


“apakah dia marah padaku? Kan, harusnya aku yang marah karna tidak menuruti perintahku mengembalikan hp ku. Apa karna ia melihat potoku bersama Aira?” gumam Kenan.


Dering telpon kania berbunyi dan kania mencoba untuk mengangkatnya. Dan saat bersamaan Kenan akan memanggil kania.


“Ka….”


“hallo.. iya, maaf. Pasti kamu khawatir ya… maaf ya, aku sibuk sekali. Sampai tidak memberikanmu kabar… tidak, tidak. Aku tidak apa-apa kok beneran… kamu tenang saja…… bla bla bla”


Kenan memperhatikan Kania dengan kesal karna mendengar seperti ada seseorang yang spesial diujung sana yang harus tahu kabar dari Kania. Kenan pun memberi peringatan kepada kania dengan cara berdehem. Awalnya kania tidak mendengarnya. Hingga kenan berusaha batuk dengan sekeras-kerasnya kania terkejut dan mengakhiri pembicaraannya. Ia pun segera mengambilkan air kepada kenan.


“siapa barusan? Kamu tidak tahu aku hampir saja mati karna batuk ini. katanya mau merawat diriku. Tetapi, kamu malah menelantarkan ku.”


“iya, maaf-maaf. Panggilan dari teman baruku. Ia mengkhawatirkanku, barusan. Lagi pula kamu tuh aneh ini air ada di samping mejamu kok malah menatapku.” Penuh telisik


mereka.


“iya, iya. Maaf ya tuan kenan genandra. Aku pelayan mu yang setia ini merasa menyesal sekali (membungkukan tubuhnya)”


Kenan yang melihat bujukan kania kepada dirinya mengangkat senyum tersunging disana. ketika kania menegapkan tubuhnya kembali. Kenan memasang wajah kesalnya.


“kamu sudah pernah melihat monyet kesal?” tanya Kania. Kenan menggelengkan kepalanya.


“kamu mau melihatnya?” sambung kania. dibalas dengan anggukan tidak yakin dari Kenan.


“tunggu sebentar ya.” Kania pergi mengambil sesuatu dari laci riasnya.


“kamu, yakin?”


“ck, (berdecak) cepatlah, aku tidak punya banyak waktu untukmu.”

__ADS_1


“baiklah, tutup matamu. Buka matamu setelah aku menyuruhmu untuk membukanya ya.” Kenan pun menganggukkan kepala dan menutup matanya


“sekarang saat ini kita akan melihat wajah dari monyet kesal. Tatata tara…….  buka matamu (bisik kania)”


Kenan membuka matanya dan melihat ke arah depan. Ia melihat wajahnya di sebuah cermin yang dipegang oleh kania. wajahnya terlihat sangat kesal sambil melipat tanganya. Kania terbahak bahak wajahnya memerah karna tidak sanggup menahan tawa. Ia berlutut di samping kasur sambil memegang perutnya.


Entah kenapa awalnya Kenan ingin sekali marah kepada kania yang telah mengatakannya ‘wajah monyet kesal’ tetapi semuanya sirna ketika melihat tawa Kania yang begitu pecah. Ia pun ikut tertawa sambil memegang dahinya menyembunyikan wajahnya yang malu dari Kania.


-


Setelah beberapa saat yang diisi dengan balasan dari kenan. ia, membuat semua permintaan yang menyusahkan Kania. teman-teman Kenan pun datang menjeguk Kenan disaat jam istirahat. Beberapa teman dekatnya, dan teman wanitanya termasuk Nitra, dan Ryanti. Mereka pun langsung diajak kekamar Kenan.


Kedatangan mereka disambut baik oleh keluarga Ganendra. Tanpa terkecuali Kania yang menatap tajam seseorang yaitu Nitra. Tatapannya sangat membunuh. Melihat tatapan Kania yang membunuh itu. Nitra yang tidak bisa di pancing pun membalasnya juga. Terjadilah perang tatapan disana.


Kenan menyuruh Kania untuk mengambil sebuah pulpen. Tetapi, Kania menatap lekat kedua mata Nitra seperti memberikan sebuah ancaman. Begitu juga dengan Nitra matanya seperti tidak menghiraukan setiap ancaman dari Kania. dia pun menajamkan tatapannya tersebut.


Kenan yang merasa aneh melihat Ke arah Kania menatap.


“ Nitra? Ada masalah apa Kania dengan Nitra? Perasaan mereka baru bertemu sekali. Tetapi, mengapa mereka seperti tidak menyukai satu sama lain? gumam Kenan


Kenan pun mencoba mengalihkan pandangan Kania dengan suara sedikit keras.


“Kania, bisa kamu mengambilkan pulpen sayang?” kata sayang lepas begitu saja.


Mendengar perkataan ‘sayang’ kepada dirinya membuat kania mengalihkan pandangannya ke arah Kenan dan menatapnya. Mata mereka pun saling beradu dengan dalam. Ia tidak menyangka kata itu bisa terucap dibibir kenan untuk dirinya. Dengan perasaan salah tingkah ia mencoba mengambilkannya untuk Kenan.


Di lain sisi Nitra yang mendengar hal itu merasa terbakar cemburu. Kania menemukan pulpen tersebut dan memberikannya kepada Kenan dengan perasaan yang sedikit canggung diantara mereka berdua.


“terimakasih” kenan mengucapkan kata itu dengan sangat lembut kepada kania.


‘Deg’ begitu lembut perkataan kenan kepadanya. Berbeda dengan sikapnya yang biasa yang selalu membentaknya.


“wah, aku tidak menyangka sisi lembut Kenan bisa kulihat sekarang.” Goda salah satu teman wanitanya


“iya, jelas sekali jika Kenan sangat mencintai istrinya ya. Benerkan.” Tegas salah satu teman prianya.


Kenan menjadi salah tingkah di hadapan teman-temannya itu. apalagi dengan Kania jantung nya berdegup dengan kencang mendengar perkataan cinta.

__ADS_1


“cia, jangan malu- malu dong Ken. Santai- santai depan kami-kami kok.” Jawab Franssahabatnya itu.


“apaan sih, frans. Awas saja kamu” menggigit giginya sambil tersenyum paksa.


__ADS_2