Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Pura- pura Masuk Angin


__ADS_3

kenan membuka selimut lalu menurunkan kakinya untuk bangkit dari rebahan. ia berjalan sambil memegang pinggang yang sakit ke arah pintu kamar. kania melirik sedikit kearah kenan. ada perasaan bersalah pada dirinya.


"maafkan aku ken, aku tidak bermaksud untuk menyusahkanmu. apalagi dengan kondimu yang sakit pada saat ini. tapi, apalah dayaku? aku hanya ingin membantu cantika." sesal kania


kenan telah berada di dapur rumahnya. ia mengambil beberapa siung bawang bombai dan bawang putih\, lalu cabai\, setelah itu daun sop+ batang prei\, udang\, kol\, wortel\, daun bawang\, kacang polong\, dan bahan utamanya yaitu telur. disediakannya semua bahan untuk membuat Fuyunghai. diiris\, dibersihkan semua bahan\, setelah semuanya siap. ia pun menghidupkan kompornya. ***'srek\, srek\, srek\, kretas' ***


di depan pintu dapur tampak kania dan cantika sedang mengintip aktiftas yang dilakukan oleh kenan.


"wah, kak kania memang hebat. bagaimana bisa kakak membuat kak kenan yang sedang sakit memasak malam- malam seperti ini?" tanya cantika penasaran.


"hem, kakak bilang karna dia kakak belum makan malam."


"wah wah wah, kakak memaksa kak kenan dengan cara membuat perasaannya bersalah toh. hi hi hi hi. applause buat kakak." sambil bertepuk tangan pelan-pelan.


"sudahlah ini semua kakak lakukan hanya untuk calon keponakan kakak saja. jika tidak, mana kakak mau. apalagi dengan kondisi dirinya saat ini. kasian banget kan."


"cie cie suit suit perhatian ni ye." ejek cantika


"apaan sih can, ngak usah lebay deh." kania terseipu malu


"heheh iya iya. sayang kakak kania" sambil memeluk kania.


setelah beberapa menit makanan yang dimasak oleh kenan siap disajikan. kania dan cantika langsung berlalu ke arah ruang keluarga/ ruang tengah.


kenan datang dari arah dapur untuk menuju kamarnya. ia malah melihat kania bersama cantika sedang bercengkrama di ruang keluarga. ia pun menghampiri mereka. lalu meletakkan nampan yang berisi makanan, segelas susu, dan segelas air putih.


"ini, makanlah. jangan sampai kamu mati kelaparan. jika itu sampai terjadi maka aku akan menjadi pelaku pembunuhan atas dirimu."


"alah, lebay bagaimana aku bisa mati kelaparan jika tidak sekali makan malam."


"benar juga ya, kok aku mau sih dibego- begoin oleh dia. hadeh, kenan kenan." sesal kenan dalam hati.

__ADS_1


kania mengambil piring dari atas nampan dan mencicipinya sedikit. setelah itu di berikannya kepada cantika. kenan yang melihat perbuatan kania merasa kesal.


"loh, kenapa diberikan kepada cantika? aku kan memasaknya untukmu." menatap ke arah kania dengan kesal.


"aku mau muntah ken. mungkin sudah masuk angin. 'eeehgg' " ekting kania memasang wajah sakit sambil berpura-pura masuk angin.


"benarkah? kalau begitu minum air putih ini" menyodorkan segelas air putih dan kania meneguk air itu.


"minum susu saja ya!" perintah kenan, kania kembali meminum susunya hingga habis.


kenan menarik tangan kania untuk kembali ke kamar mereka. cantika memberi isyarat kepada kania untuk tidak mengkhawatirkannya.


ketika sampai di kamar kenan mendudukkan kania lalu mengambil minyak kayu putih dan mengolesinya ke tengkuk leher kania.


"ini, berikan di dada, dan perutmu agar anginnya keluar." memberikan minyak kayu putih.


kania menuruti perintah yang diberikan kenan. kania tersenyum malu, ia merasa senang karna telah diperhatikan dengan baik oleh kenan. tanpa sengaja kenan melihat senyum yang terlukis diwajah kania. kenan pun ikut tersenyum.


"siapa yang senyam senyum? ble" ledek kania.


"hecks,(tersenyum) dasar" kenan kembali merebahkan tubuhnya.


*


pagi hari menyingsing, kania membantu kenan untuk bersiap- siap ke rumah sakit. kakek dan ayah datang menemui mereka di kamar.


"apakah kalian sudah siap untuk berangkat?" tanya ayah


"iya ayah, sebentar lagi. kania ambilkan jaket biruku." jawab kenan


"dimana?" kania bertanya sambil memberikan jam tangan kenan

__ADS_1


"di hidungku, dilemari dong kania. ngak mungkinkan di kamar kakek." jawab kenan sedikit kesal


"biasa aja dong jawabnya, kan aku hanya bertanya ble" ejek kania sambil berlalu ke dalam lemari pakaian


kakek dan ayah hanya tersenyum geli melihat tingkah mereka yang selalu saja membuat pertengkaran.


"mentang- mentang sudah ada yang ngurus, kamu jadi keenakan ya kenan." ledek kakek


"iya benar ayah, main suruh sana sini hahaha."sambung ayah kenan


kania datang memberikan jaket biru yang dimaksud kenan. ia memasangkan jaket tersebut ke tubuh kenan dengan telaten. melihat hal itu kakek memuji kania dihadapan kenan.


"kakek tidak salah pilih pendamping untukmu kan ken? lihat kania ia mengurusmu begitu telatennya."


"pastinya sangat beruntung ayah. tapi, ada tapinya. kania yang tidak beruntung." sambung ayah kenan.


mendengar perkataan ayahnya, kenan yang sedari tadi memandang ke arah lain sambil menunggu kania selesai memasangkan jaket. langsung menatap tajam ke arah ayahnya.


"maksud ayah?" tanya kenan


"coba kamu lihat mata kania tampak sangat kelelahan. matanya sayu, dan ada lingkaran mata panda, akibat kurang tidur karena mengurus dirimu." jawab ayah kenan dengan tegas


kenan memandang ke arah kania, diperhatikannya mata kania dengan seksama. kania yang melihat kenan memperhatikan dirinya menjadi canggung.


"ah, tidak ayah kania tidak apa apa kok. kania hanya menjalankan tugas kania sebagai istri."


"apa yang dikatakan ayah mertuamu itu benar kania, kamu jangan membela suamimu. kami berkata seperti ini, agar dia memperlakukanmu dengan baik. tidak semena-mena lagi. kamu dengarkan kenan?"


kenan menoleh ke arah kakek nya. ingin sekali ia menyangkal perkataan kakeknya itu "emangnya, sejak kapan aku memperlakukannya semena-mena?"tapi diurungkan niatnya dan mengangguk saja.


"anak ini selalu saja dapat membuat kakek dan ayah membelanya. tapi apa yang dikatakan ayah benar juga sih. apakah aku terlalu semena-mena padanya? wajar saja kan dia mengurus ku dengan baik? lagipula aku sakit seperti ini juga gara-gara ketelodoran dirinya! semalam juga dia tidak makan gara-gara diriku. dia tidak terlalu memperdulikan dirinya gara-garaku. hah, sudahlah aku pusing memikirkannya." gumam kenan dalam hati.

__ADS_1


kania telah siap mempersiapkan semua keperluan. kania mengajak kenan untuk segera bergegas pergi. kakek beserta ayah mertuanya ikut bersama-sama turun ke bawah. karna mereka juga akan pergi bersiap ke kantor. kania dan kenan pun berangkat setelah berpamitan kepada semua orang.


__ADS_2