Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Terbongkarnya Rahasia Ruangan Rahasia


__ADS_3

Semenjak kejadian kemarin malam, Kania tidak tidur di kamarnya. Keluarga yang tahu apa yang telah terjadi, mencoba untuk membiarkan mereka menenangkan diri masing-masing. Walaupun suasana hati Kania jelek terhadap Kenan. Tetapi Kania tetap saja mengerjakan kewajibannya membantu kenan. Ia menyiapkan pakaian kenan ketika kenan sedang mandi, menyiapkan makan kenan ketika ia belum turun. Semuanya dikerjakan sembari menghindar.


Melihat tidak ada perkembangan bagi mereka untuk berdamai. Akhirnya ayah Kenan pun menyuruh Kenan dan Kania untuk membicarakannya. Ayah memanggil Kania dan Kenan ke ruang kerja ayah lalu meninggalkan mereka disana.


Awalnya suasana hening, karena merasa masalah ini juga harus terselesaikan. Kenan mencoba untuk berkomunikasi langsung kepada Kania, Kania juga merespon nya dengan baik. Entah kenapa Kenan kembali tidak mengalah dan mulailah bunyi gong yang menandakan percecokkan suami istri yang gaje itu terjadi.


"........... Bagaimana kamu tahu? Siapa yang memberitahukannya?" tanya Kenan yang sedang berdiri menatap tajam ke arah kania yang juga berdiri menghadapnya.


"Kamu ngak perlu tahu aku mengetahuinya dari mana." jawab Kania yang telah melipat tangannya di dada


"Berani sekali kamu untuk mencaritahunya! Aku sudah pernah berkata padamu kan. Jangan pernah mencari tahu apapun tentang kehidupanku."


"Kenan, aku adalah Istrimu. Bukankah wajar seorang istri tahu, Bagaimana kisah hidup suaminya?"


"Tidak, tidak wajar."


"Menurut mu seperti itu?" Kania menjawabnya dengan santai. "Baiklah kalau begitu. kamu tidak tahukan bahwa semakin kamu menutupi, semakin aku ingin mengetahuinya."


Kania keluar dari ruang kerja ayah mertuanya dan melihat semua keluarga sudah berkumpul di depan berpura-pura tidak mendengarkan apapun. Padahal semenjak tadi mereka sudah menguping pembicaraan Kenan dan Kania.


*


Ide ayah untuk memperbaiki hubungan mereka rupanya gagal. keesokan harinya nenek nasya datang ke kamar Kenan. Kenan duduk di atas sofa kamarnya, mencoba untuk mengikat tali sepatunya. Nenek Nasya dan mulai untuk memberikan arahan, dan nasehat kepada Kenan.


"...... Sampai kapan Ken?" tanya nenek. Kenan berpura-pura sibuk dengan dirinya.


"Intinya Kenan tidak suka nek, titik." Ketus Kenan.

__ADS_1


"Apakah kamu telah menerima dirinya sebagai istrimu?"


"Maksud nenek?"


"Kenan, kalian bukan anak kecil lagi. Dengar nak, dia itu istrimu. Bagaimanapun kamu tidak berhak lagi atas dirimu. Kamu tidak melihat ketulusan yang Kania berikan kepadamu? Apakah kurang cukup untuk beberapa bulan bersamamu?" nenek terlihat kesal karena tampaknya Kenan masih kekeh dengan pendiriannya yang tidak ingin memberitahukan masa lalunya. "Cobalah untuk menerimanya, dia jodohmu yang paling tepat Ken. ceritakan apapun itu kepadanya tanpa rasa ditutupi. berikan dia rasa kepercayaanmu kepadanya. Hem? jangan sampai akhirnya kamu menyesal atas keputusanmu." nenek mengelus lembut rambut Kenan


*


Sepanjang hari Kenan memikirkan perkataan dari nenek. Ia tidak terlalu fokus dengan pekerjaannya seperti biasa. Apakah aku belum menganggap dia sebagai istriku? Apakah aku sudah banyak menyakiti perasaannya?" gumam kenan dalam hati.


Setelah makan malam Kenan memanggil Kania untuk datang kekamarnya. Dengan keadaan terpaksa Kania menurutinya. Kenan pun meminta maaf kepada Kania dengan sepenuh hati dan Kania juga telah memaafkannya.


Tak lama kemudian, Kenan mengambil sebuah kunci dan membuka pintu ruangan yang tidak boleh dimasuki. Lalu mengajak Kania untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.


Kania heran melihat apa yang telah di lakukan kenan. sesuatu hal yang sangat mustahil bagi Kania. Kania masuk mengikuti langkah kenan. Kenan berbalik menatap Kania disuruhnya lah Kania duduk di sebuah kursi yang telah disodorkan kepada Kania. Kenan pun mulai bercerita.


"Dahulu ini tempat khusus dan favorite kami."


"Aku, bang Jack, dan satu lagi saudara sepupu ku."


"Hem, sepupu dari adik ayah?"


"Ya, sejauh mana kamu sudah mengetahuinya?"


"TIdak banyak, sepupu mu datang dari luar negri setelah itu berselingkuh dengan mantan calon istrimu." mendengus ketus.


"Baiklah, Kami lebih banyak beraktifitas disini. terutama aku, dan dia (sepupu kenan). semuanya kami buat senyaman mungkin. Hingga kami kuliah semuanya juga dilakukan ditempat ini."

__ADS_1


"Hem, Sepertinya kau membersihkan selalu tempat ini. walaupun ini tidak terjamah lagi."


"Iya, aku selalu membersihkannya."


"Kapan? kok aku tidak pernah tahu."


"Setiap kamu tidak bersamakulah. Kamu kan lebih banyak menghabiskan waktu bersama yang lain dari pada bersamaku." jawab kenan ketus


"Iya, juga ya." mengangguk perlahan.


"Tapi, kenapa kamu tidak mengizinkanku untuk datang kemari?"


"Aku, tidak ingin kamu mengetahui ceritaku. karna, Aku tidak mau mengingat-ngat kembali kejadian menjijikan itu. Apalagi, aku harus mengingat wajah para pengkhiant itu." mengepal tanganya penuh emosi.


"Kamu tidak bisa menyembunyikannya dari ku Kenan. Walaupun Amarahmu itu sampai saat ini belum sirna atau bahkan kamu membenci mereka, tapi. Aku tahu kalau kamu masih mennyayangi mereka kan?" tanya kania sambil mengedikkan alisnya


"(mengehembuskan napasnya dengan kasar) Tahu apa kamu tentang perasaanku?"


"Kenan, Kenan. jika kamu tidak menyayangi mereka. Kamu, pasti tidak akan peduli tentang kamar ini. Bahkan, kamu tidak akan menutupi apapun dariku. Sebab kamu rasa tidak ada artinya lagi. Tetapi, semuanya malah terbalik. kamu masih saja membersihkan dan menggunakan ruangan ini. dan kamu tidak mlah menyembunyikan semuanya dariku." kenan terhenti sejenak dengan menatap Kania lekat.


"Jangan menatapku seperti itu. Sebenarnya aku sudah pernah masuk ke ruangan ini."


"Bagamana caranya kamu bisa masuk?"


Kania menceritakan cara dia masuk ke ruangan rahasia tempo lalu, Kania pikir Kenan akan menjitak atau marah padanya. Tetapi hal itu malah tidak terjadi. Kenan tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu, itu benar-benarnya udah kaya agen mata-mata. hahahah."

__ADS_1


Kania tersenyum melihat tawa dan kebahagiaan yang tertoreh dari wajah kenan.


"Ayo, kita keluar" ajak Kenan. Kania pun mengekor Kenan dari arah belakang


__ADS_2