Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Pakai Otak Bukan Otot


__ADS_3

Hei, sobat yang kemarin udah sempat baca up. nya author udah author sambung ya di bab 58 dengan judul


'Lanjutan 5 maret 2021'


Nah, baca dulu yang itu biar nyambung ke sini. ok! Selamat membaca


-


#Sebelumnya


"Kalau, enggak diri kita siapa lagi coba?" Tersenyum melihat ke arah Kania yang membuang wajahnya ke arah jendela mobil.


#Selanjutnya


"Baiklah nona, kita sudah sampai." Membuka seatbeltnya.


"Ken."


"Hem."


"Ngomong-ngomong apakah keluarga kita mengetahui tentang video itu?"


"Tenang saja, mereka tidak mengetahuinya bahkan Cantika sekalipun."


"Bagaimana bisa? bukankah itu langsung tersebar di medsos, pasti.... "


"Temanku ini mengenalmu dari Cantika. Cantika selalu mengupload kegiatannya di medsos kan? apalagi kamu sering sekali menghabiskan waktu bersamanya. Terus ia juga mengetahui jika kamu kuliah disini. Ia salah satu staff di kampus ini. Katanya ia juga melihat kejadian itu secara langsung ditempat. Akhirnya, ia menghubungi asistenku dan aku pun langsung membereskannya."


"Kamu, tahu alasan mengapa aku dilabrak oleh wanita itu?"


"Perebut tunagannya."


"Kamu tidak marah begitu kepadaku?"


"Kamu ingin aku marah?"


"Tidak, kamu bilang mencintaiku tapi enggak cemburu. berarti kamu bohong dong."


Kenan tertawa terbahak-bahak


"Kania, Kania, kamu memang menggemaskan ya. Aku percaya padamu, tidak mungkin kamu selingkuh dariku." Tertawa.


"Bagaimana, jika itu benar terjadi?" berwajah serius.


"Baiklah, tatap mataku dan akui dari dalam mulutmu."


Kania terkagum pada Kenan. Bagaimana bisa ia memberikan kepercayaan sebesar itu padanya setelah ia sendiri dikhianati oleh mantan tunangannya.


"Sepercaya itukah kamu kepadaku?"


"Sangat."


"Kenapa? apakah kamu tidak trauma pada Aira?"


"Aku mencintaimu Kania, dalam sebuah hubungan harus ada kepercayaan dan kejujuran. Kamu membangun itu dalam hidupku. Setiap hari kamu melaporkan semuanya padaku bagaimana perasaanmu apa yang terjadi. Sampai siapa namanya? pria yang selalu mengejar-ngejarmu itu? ga.... gagak..."

__ADS_1


"Angga kenan, bukan gagak."


"Ya, Angga. Tapi sebelum itupun kamu selalu meminta izin kepadaku dan orang tuaku jika ingin berpergian. Dari situ aku tahu kamu tidak akan pernah mengkhianatiku. Karna, kamu selalu terbuka padaku."


"Jika, suatu saat aku melakukannya?"


"Kau ingin mencobanya?" Tanya Kenan serius dan cepat.


"Tidak mau.... eh, iya.... tidak tidak.... emmmm (menutup mulutnya)" Spontan menutupnya dengan kedua tangan


"Lihat, kau tidak dapat berbohongkan. selalu jujur perasaanmu. tapi, kalau itu terjadi suatu saat nanti. Aku tahu itu bukan dari kesalahanmu tapi aku. Untuk itu Kan, aku mohon padamu untuk selalu memaafkanku dan berada disampingku ok." Mencium kening Kania.


Kenan dan Kania turun dari mobil. Kania berpamitan kepada Kenan karna ia lupa harus menemui ibu perpus karna ada yang ingin dibicarakan kemarin.


-


Kenan dengan setelan gaya yang cool membuat semua pandangan tertuju padanya ketika memasuki pintu masuk kampus.


"Gila, keren banget."


"Ya, ampun mimpi ketiban apa semalam ya. ganteng banget."


"Badannya aduh.... Tinggi, Tubuh proporsional ya ampun. Tolong tolong aku. Mau meleleh."


"Siapa dia?"


Begitulah gosip gosip para mata wanita yang meleleh melihat Kenandri Ganendra.


-


"Aku pulang ya, nanti kalau sudah pulang kampus aku jemput. Ingat aku akan menjemputmu berarti, kamu harus menghubungiku. Awas saja kamu tidak memberitahukanku. Kamu akan mendapat hukumannya. 😘 suamimu Kenandri Ganendra." Kenan menekan tombol panah di atas keyboard nya.


Dalam perjalanan menuju mobil. Kenan melihat sekelompok wanita sedang berdebat dengan beberapa pria dan pria tersebut ingin memukul salah satu wanita itu.


Kenan datang dan menghentikan mereka.


"Stop! kalian tidak malu memukul wanita?"


"Wah, sepertinya ada yang mau jadi pahlawan ini."


"Aku mau jadi pahlawan, oh tidak. Bukan gayaku. Hanya saja kan bro, (meletakkan tangannya dibahu pria yang sangat emosi) coba lihat wanita-wanita ini ngak berdaya. Menang mulut doang, ajak bertarung ya kalah. Benar ngak?" memberi kode pada beberapa temannya.


"Benar juga tuh bos." Pria yang emosi itu menjelarkan matanya.


"Begini saja, (mengeluarkan uang di domoetnya) daripada kalian ngak jelas emosian sama wanita-wanita ini. Bagaimana kalau kalian nongki aja." Memberi uang yang keliahatan cukup banyak.


Pria tersebut pun tidak menghilangkan kesempatan dan pergi dengan sedikit mengancam kepada para wanita itu.


"Terimakasih, sudah membantu kami."


"Ngapain berterimakasih padanya san, ngak berguna. Masa laki-laki ngak bisa berkelahi cemen." Salah satu temannya


"Ma.... maafkan temanku ya. Maklum terkadang mulutnya asal ngegas aja." tersenyum manis. "Oh, iya kenalkan Sandra"


Sepertinya Sandra sudah terpesona melihat Kenan. Wajahnya berseri-seri.

__ADS_1


"Iya, sama- sama aku juga tidak mengharapkan apapun kok dari kalian. Satu hal yang kalian harus tahu. Tidak semua masalah perlu diselesaikan dengan otot. Tapi Ini yang paling penting (menunjuk kepala Kenan) "


Kenan pergi dari hadapan Sandra dan Teman-temannya.


"Kamu sih, makanya ngomong pake otak jangangan pake jempol kaki." Jelas Sandra dengan marah. " Tapi ngomong-ngomong siapa pria tampan yang udah menjadi pahlawan ku itu ya. Aku harus mendapatkannya."


"Kamu yakin, San?"


"Yakinlah, apa yang tidak pernah aku dapatkan?" Mengibaskan rambutnya lalu pergi.


-


Kania berdecak kesal kepada pesan yang dikirim Kenan.


"Apa-apaan ini berani sekali dia mengancamku."


"Siapa, Kan?"


"Ha? tidak bukan siapa-siapa kok." Senyum terpaksa.


"Eh, barusan ada pangeran loh, yang masuk kampus kita?" Jelas feren


"Pangeran? ngaco kamu Ren." Sanggah Jeje


"Yeh, ngak percaya. Jelas banget kok itu pangeran. Tanya aja mereka, yang jelas aku udah dapat asupan semangat pagi tadi ble."


"Bisa ya, asupan semangatnya liat pangeran."


"Bisa dong Kan. Kita tuh harus banyak-banyak asupan biar ngak kaku sepertiyang disampingku Kan" Feren meyinggung Jeje.


"Seperti siapa maksudmu? Aku? berani kamu ya, berani." Memiting kepala Jeje. Kania tertawa melihat tingkah lucu teman-temannya itu.


Syukurlah ada Jeje dan Feren yang selalu menemani hari Kania. Walaupun tidak setiap waktu setidaknya Kania tidak terlalu merasa sendirian dan selalu terhibur. Kania pun teringat ingin menelpon keluarga Ganendra dan mengucapkan terimakasih kepada mereka atas kiriman barang-barang tersebut.


Walaupun Kania pernah mengalami konflik bersama Keluarga Ganendra. Tetapi setelah Kenan datang menjemputnya di rumah kakek Koba, Kania pun langsung menghubungi keluarga Ganendra untuk membangun komunikasi kembali.


-


Kania mengambil Handphonenya dan berbicang-bincang dengan keluarga Ganendra di hadapan teman-temannya. Disela perbincangan dirinya bersama keluarga Ganendra, tiba-tiba Cantika hadir dalam perbincangan mereka.


"Hai, kak. Bagaimana kabarnya?"


"Hei, Cantika kakak baik-baik saja kok. Bagaimana kabarmu?


"Baik kakak ku. Bagaimana dengan kak Kenan?"


///


Hai, sobat Author yang lada kece kece semuanya.


Jangan lupa terus beri dukungan kalian pada Kenan dan Kania ya. Like, vote, komen dan rate kalian Author tunggu


Author juga mau kasi tahu ni, jangan lula baca Story chat Author ya judulnya 'Nyaman dan Cinta' Terimakasih semuanya.


Peyuk cium peyuk cium.

__ADS_1


😘💖


__ADS_2