Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Kania Cahyono


__ADS_3

Sebelumnya


"Iya, sayang. Selain masyarakat kegiatan ini juga akan dihadari banyak pejabat, pengusaha, dan orang penting lainnya secara nasional.” Jelas ayah Sandra sambil mencari-cari sesuatu


Selanjutnya


"Mah, hp papa dimana ya?" tanya ayah Sandra yang sedang mencari di atas meja.


"Emang dimana papa letak?" tanya ibu Sandra sambil ikut mencari.


"Papa juga lupa mah, dimana."


"Mungkin di kamar kali pa, soalnya dari tadi Sandra liat papa ngak megang hp." Jawab Sandra


"Hem, benar juga ya." Jawab Ayah Sandra


"Ya, udah Sandra aja ambilin nya ya pah. Sekalian Sandra mau ambil tas." Tawar Sandra


"Kamu mau kemana sayang, malam-malam begini?" Tanya mama Sandra


"Teman Sandra lagi butuh pertolongan ma. Dia minta tolong Sandra jemput. Soalnya mobilnya mogok, orang rumahnya juga lagi pergi ke luarnegri." Ucap Sandra yang sedang berbohong padahal dia mah mau pergi nge dugem sama teman-teman nya yang laen.


Semenjak perihal yang Sandra merasa tidak diberi kasih sayang sama ortunya. Sandra jadi lebih sering dirumah karena papa dan mamanya ingin menghabiskan waktu bersama dengan keluarga. Alhasil kebiasaan buruk Sandra menjadi sedikit berkurang.


"Oh, ya udah sana, kasian dia udah malam juga" Jawab ayah Sandra


"Muach, sayang papa." Sandra berlari menaiki tangga karena senang diberi izin dari sang papa.


Sandra masuk kekamarnya mengganti pakaian, berdandan sedikit lalu mengambil tas dan memasukkan beberapa barang. Setelah itu ia masuk kedalam kamar orang tuanyan dan mencari letak hape tersebut.


"Hem, kan benar papa meletakkan hape nya di kamar." gumam Sandra


Ketika hendak keluar mata Sandra tertuju pada sebuah kotak yang terlihat indah dimatanya yabg berada di atas meja tv kamar tersebut.


"Ya ampun papa, manis banget sih sama mama. Sampai di beri hadiah seperti itu." Sandra mendekat karena penasaran dengan isi dari kotak tersebut uang disangka adalah pemberian sang papa terhadap mamanya.


"Hem, apaan ya isinya. Penasaran banget, hehe intip sedikit ya pa, ma. Maaf, sudah lancang." Ucap Sandra yang ingin maling tetapi izin dahulu.


Sandra memang kurang kasih dan sayang dari kedua orang tuanya yang terlalu sibuk mengejar harapan mereka. Tetapi, ia tidak miskin akan sikap dan pengetahuan. Sandra tidak pernah sekalipun berani utuk menjamah barang milik orang lain tanpa izin dahulu. apalagi itu barang milik orangtuanya.


Sandra membuka tutup kotak tersebut dan terkejut.

__ADS_1


"Menggapa sepasang kaos kaki bayi, topi bayi dan juga kain bedongan bayi ada di dalam kotak ini? punya siapa ini? punyaku? tapi kalau punyaku kenapa hanya ketiga benda ini sjaa yang diletakkan disini?" Tanya Sandra yang punya sekelibut pertanyaan dipikirannya.


Ia mengambil topi rajutan bertuliskan nama Kania Cahyono.


"Kania Cahyono?" Tanya Sandra terkejut. "Siapa dia? apakah papa selingkuh? atau mama?" Ia menutup nulutnya dengan salah satu tangan menandakan batinnya sedang terguncang.


-


"Mah, kok Sandra masih belum turun ya? Ada yang ingin papa bicarakan sama pak Bram masalah seminar kemarin." Tanya papa Sandra


"Ngak tahu, pah. anak itu lama banget. bentar ya biar mama nyusul aja." Saran mama Sandra.


"Makasih ya mah." ungkap ayah Sandra yang dibalas ciuman pipi oleh istrinya


-


Ibu Sandra masuk kedalam kamar yang terlihat didepan terbuka sedikit.


"Nak, kamu ngapain?" Tanya ibu Sandra sambil menyamperin anaknya.


Mata Sandra telah berkaca-kaca, hatinya sakit melihat ibunya telah diselingkuhi oleh ayahnya tercinta. Ia menatap ibunya dengan perasaan sedih sambil memegang barang yang dibukanya di dalam kotak.


"Ma....mama ngak apa kan?" Tanya Sandra sambil menangis. Betapa hancur dan sedihnya perasaan ibunya itu melihat kebejatan sang ayah.


Ibu Sandra terkejut mendengar respon dari anaknya. Sebenarnya siapa yang tidak apa- apa ini. Dirinya atau anaknya? seharusnya pertanyaan itu cocok untuk sang putri bukan dirinya.


Ibu Sandra melepaskan pelukannya lalu mengecup hangat kening putrinya itu.


"Mama tidak apa-apa, kamu sayang?" Tanya Sandra.


"Bagaimana bisa, mama tidak apa-apa. Sandra kecewa mah, kecewa." Sandra menghempaskan tangan mamanya sambil meraung menangis.


Bagaimana bisa, ibunya baik-baik saja melihat kenyataan bahwa sang suami selingkuh dan telah mempunyai anak. Sedangkan, dirinya bergemuruh meminta pelampiasan amarah, kecewa, serta benci terhadap kesalahan sang ayah.


Ibu Sandra terlihat ikut sedih, melihat anaknya yang tidak percaya atas kenyataan bahwa ia mempunyai saudari kandung.


"Nak, jangan seperti ini. Mama bisa menjelaskan semuanya." tenang ibu Sandra kepada sang anak.


Sandra tidak dapat menahan emosi nya lagi. Ia berteriak dan menangis tidak terima. Mendengar keributan diatas. Ayah Sandra bergegas naik dan melihat apa yang sedang terjadi antara anak dan istrinya tersebut.


"Ada apa ini? kenapa kalian ribut?" tanya ayah Sandra.

__ADS_1


"Diam lah pa, aku ngak terima atas perlakuan papa yang sebejat ini. Aku tidak menyangka ayah yang sangat kucintai bisa-bisanya mencemarkan pernikahannya sendiri." Sandra bergejolak ingin memuntahkan isi hatinya keluar behitu saja. Agar tersampaikan apa isi hatinya.


Ayah Sandra bingung lalu ia memperhatikan Sandra yang sedang memegang sebuah topi rajutan yang bertuliskan 'Kania amonade'. ia pun menjadi paham apa yang terjadi terhadap anak dan istrinya.


"Sandra tenanglah, ayo kemari kita duduk dan bicarakan ini dengan kepala dingin." bujuk ayah Sabdra.


"Apa yang ingin papa, jelaskan sekarang? semuanya sudah jelas bahwa papa selingkuh dari mama dan melahirkan putri lain." Sarkas Sandra.


"What?" ayah dan ibu Sandra serempak menjawab mereka heran rupanya Sandra telah salah paham akan hal ini.


Mama dan papa nya terkekeh kekeh.


"Berani sekali papamu selingkuhi mama dan melahirkan putri lain." Ancam ibu Sandra sambil tersenyum lucu.


"Takut lah ma, entar mama mutilasi papa, serta selingkuhan papa. Brrrr.... ngeri banget." Sambil bergidik dan tertawa.


Sandra semakin heran, apa maksud dari kedu orang tuanya ini. Mengapa mereka malah seperti bercanda kepadanya.


Ibu Sandra menarik tangannya lalu mereka pun duduk diatas sofa kamar orangtuanya.


"Papa, mu tidak selingkuh nak."


"Terus, ini siapa?"


"Dia saudari kandungmu"


"Saudari kandungku? maksudnya mah?"


Ayah Sandra dan ibu Sandra saling menatap untuk memantapkan hati menjelaskan semuanya kepada Sandra.


"Namanya Kania Cahyono. Dia kakak kandungmu yang mamah lahirkan hampir 24 tahun yang lalu."


"Dia meninggal?"


"Tidak sayang, dia masih hidup."


Jeduar. apa-apaan ini bagaimana saudari kandungnya masih hidup tetapi tidak pernah ia ketahui keberadaannya.


"Lalu, kemana dia?" tanya Sandra menggebu.


Ayah dan ibu Sandra pun menceritakan semuanya kepada putri kedua mereka itu tanpa perlu ada yang ditutup tutupi karena Sandra berhak mengetahuinya.

__ADS_1


__ADS_2