
Kania berpura-pura tidak mendengar dumelan Kenan yang suaranya di keraskan ke arah Kania.
"Tuhan apa salah kami, hingga hanya rumah kami yang ada gempanya?" Kania tidak tahan dengan dumelan Kenan. Ia pun melemparkan bantal sofa hingga mengenai Kenan.
"Malam ini kau tidur di ruang tamu."
wkwkwk, rasakan Ken... makanya berani ngedumel istri sih...😂
"Apa? tidak, tidak. Kenapa? Apa salahku?"
"Salahmu? kau bilang apa salahmu? dari tadi kamu ngedumel tentang perbuatanku kan? dengar ya Ken, ini memang kesalahanku. Tapi apakah aku sengaja membuatnya? ini semua karna phobiaku. Oho, aku tahu pernyataanmu tentang mencintaiku bohong kan."
"Kok, jadi kesana? kamu ngak nyambung deh."
"Kamu tuh yang ngak nyambung. Kalau kamu mencintaiku, ya terima kekuranganku. Tidak perlu berbohong dengan pernyataan cintamu yang palsu itu untuk mendapatkan hakmu sebagai suamiku." Kania melempar penyapu ditangannya lalu masuk ke dalam kamar.
Sepertinya Kania marah sekali pada Kenan... Sedikit sensitif ya Kania! kayak lagi dapet mens. heheh.
Kenan merutuki dirinya yang terlalu bodoh untuk ngedumel tidak jelas. Tapi sebenarnya niat Kenan hanya bercanda kok ges... eh, malah Kanianya lagi badmood. sabar ya Ken. 🙊.
Tak lama kemudian Kania pamit kepada Kenan, untuk menenangkan dirinya ditaman. Kenan pun membiarkan Kania pergi. Walaupun Kania marah ia tetap menghormati suaminya ya ges...
Kenan memanggil cleaning service kerumahnya. Dan tak lupa ia memesan makanan di restoran dan menghiasi mejanya untuk makan malam bersama Kania.
"Pak, kami sudah selesai. "
"Baiklah trimakasih semua sudah membantu saya."
"Sama-sama pak. "
"Oh iya ini." Kenan memberi amplop berisi uang. "
"Apa ini, pak?" membuka amplop
"Ini, sekedar ucapan terimakasih saya kepada kalian semua. "
"Owalah pak, ini banyak sekali tipnya. "
"Sudahlah.. ini bukan apa-apa dibanding pertolongan kalian kepada saya. "
__ADS_1
"Pak, pak. Ini kan memang sudah pekerjaan kami toh." Ungkap salah satu wanita diantara mereka ber5 cleaning service.
-
Kania merasa sudah baikan, ia beranjak dari duduknya ditaman untuk pulang kerumah dan mampir di sebuah mini market. Karna ia merssa sangat haus.
Ia membeli air mineral dingin dan mendapati nama suaminya disebut Oleh beberapa orang di depan mini market.
"Pak Kenan itu memang seperti itu dari dulu." Ucap salah satu pria sedikit berumur.
"Kok, bapa bilang seakan telah mengenal pak Kenan sudah lama." ucap seorang wanita
"Ya, aaampun. Kamu ngak tahu ya. Bapak GM kan dulunya kerja di perusahaan cabang xxxx nya keluarga Ganendra." Salah seorang pria yang sebaya dengan wanita itu
"Beneran pak? Tapi kok bapak bisa disini?" tanya si wanita
" Eh, kamu itu memang ya. Perusahaan kita kan dinaungi oleh perusahaan cabang pak Kenan." Ungkap si pria
"Bapak dulunya OB di perusahaan cabang pak Kenan. Waktu itu pak Kenan yang masih kuliah semester akhir dan diberi mandat oleh ayahnya untuk observasi kantor dengan menyamar sebagai OB. Dan, diakhir penilaiannya pak Kenan. Bapak disuruh pindah ke perusahaan kita dan langsung dijadikan GM deh.
"Owalah, pantas aja aku heran kenapa bapak mau ikut kami kerja. Kirain kami lagi pengujian." Ungkap si wanita
"Iya bapak memang hebat." Ungkap yang lainnya
"Tidak ada yang hebat teman-teman. Yang terhebat adalah tuhan saja. Kita sebagai manusia hanyalah hambanya. Jangan pernah memandang pekerjaan yang kita dapat dengan halal adalah hina, atau rendah. Semuanya sama dimata tuhan, hanya kita yang sempit untuk melihatnya." Bapak GM menjawab.
"Pak, kenan itu pria sempurna ya pak. Muda, tampan, berkharisma, baik hati lagi. Aku mau dong jadi istrinya." Jawab si wanita
Kania yang mendengarnya tidak suka ia meremaz botol minumnya dan membuangnya dengan kasar.
"Ye, kamu. Tanya pak Kenan dong mau atau enggak sama kamu."
"Hustt, kalian dari tadi ribut aja berdua. tanya dulu pak GM udah menikah atau belum pak Kenannya. " Salah satu wanita seumuran dengan pak GM
"Setahu saya waktu itu pak Kenan sudah bertunangan. Tapi, batal karna si wanita ketahuan selingkuh dengan sepupu pak Kenan. "
"Owalah kasian ya pak kenan." Jawab wanita seumuran pak GM
"kesempatan bagus ni.." ungkap Wanita muda
__ADS_1
"Ngak usah berharap jauh jauh. Aku kan ada." Ungkap salah satu teman pria yang sedari tadi hanya diam
"Entar ya, pas aku gagal mendapatkan pak Kenan." Jawab si wanita.
Mereka pun tertawa bersama.
-
Kania berjalan menuju apartemennya. Ia sedikit berpikir bahwa dunia Kenan tidak begitu mengenalnya. Ia pun sampai di apartemennya dan terkejut melihat keadaan rumahnya yang begitu indah di hias oleh Kenan dengan lilin dan taburan bunga yang tergeletak di lantai.
Kania melangkah perlahan menuju meja dinner mereka yang romantis. Kenan datang lalu menarik Kania kedalam dekapannya.
"Maafkan aku sayang."
"Kamu yang membuatkan ini semua? atau Cleaning Service yang membantumu?"
"Kamu tahu darimana kalau aku panggil cleaning Service kemari?" Kania diam dengan wajah yang masih kesal. "Iya, yang membersihkan rumah cleaning service tapi. Semua ini aku yang buat tanpa bantuan siapapun... yah, walaupun untuk memesan semuanya itu dilakukan oleh asistenku."
Kania melepaskan pelukan Kenan. Tangan Kenan kembali menahan pinggang Kania.
"Maafkan aku Kania. Aku tidak bermaksud untuk menyakiti hatimu. Aku hanya bercanda saja, rupanya kamu malah menganggap serius." sedikit kecewa. Kania diam dan menatap Kenan. "Tapi, memang aku yang salah kok. Maaf kan aku ya istriku. Janji ngak akan ngulang lagi." Kenan meautkan kelingkingnya kepada kelingking Kania.
Kenan mengajak Kania untuk menyantap makan malam yang sudah bersusah payah ia siapkan. Kania sepertinya masih memikirkan sesuatu. Ia pun hanya memainkan makanannya dan sesekali memakannya dengan tidak berselera.
"Kamu, masih marah ya samaku?" Tanya Kenan
"Tidak."
"Kalau tidak kenapa makananmu kau mainkan?" Kenan meletakkan sendok dan garpunya lalu menatap serius Kania. "Kan... "
"Apakah kau sungguh mencintaiku Ken?"
Kenan tertawa geli mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh istrinya itu.
"Kamu dari tadi memikirkan itu?" Kania diam. "Aku sungguh sangat mencintaimu Kania. Untuk apa aku berbohong karna menginginkan hakku sebagai suami kepadamu. Jika itu yang kuinginkan darimu, mengapa tidak sedari dulu saja kulakukan dan harus menahannya hingga saat ini?" Kania kembali terdiam. "Bagaimana membuatmu percaya jika aku sungguh mencintaimu bukan karna nafsu? aku rela Kania tidak melakukannya denganmu hingga kau siap. Jika itu bisa membuatmu percaya padaku."
Kania bangkit berdiri lalu menarik Kenan bediri.
"Maaf, aku sungguh minta maaf." Air matanya keluar karna ia merasa menyesal telah menuduh suaminya seperti itu.
__ADS_1