
Halo ha, para pembaca setia 'Kenan dan Kania.'
Mohon dukungannya untuk karya pertamaku ini,
Agar author bisa semakin semangat buat nerusin atau lanjutin buat cerita ini.
Jangan lupa Like, Rate, dan Komen kalian ya agar author bisa semakin memperbaiki karya autor.
Dan supaya kalian ngak ketinggalan jangan lupa Favoritenya ya!!!!
Terimakasih dan selamat membaca..
-
suara burung jelas berkicau, udara terasa sangat segar. embun pagi membasahi dedaunan. cahaya pagi masuk menyelinap ke dalam kamar tepat di mata kenan seakan memberi isyarat untuk bangun. tanpa ragu Kenan membuka matanya dan melihat jam dinding kamar yang menunjukkan pukul 07.25. ia pun bergegas bangkit dari sofa menuju kamar mandi.
setelah beberapa saat kemudian, ia keluar dengan memakai handuk sambil mengeringkan kepalanya. matanya langsung terarah pada tempat tidur untuk memastikan bahwa istrinya Kania telah bangun atau masih dalam keadaan terlelap.
seperti biasa Kania selalu bangun jam 5 pagi. ia mempersiapkan segalanya dengan baik. tanpa ragu ia melaksanakan tugasnya sebagai istri dengan menyiapkan pakaian Kenandri yang sudah diletakkan dengan rapi di atas stol sofa. selain itu Kania juga membantu pelayan rumah untuk mempersiapkan sarapan pagi. walaupun mereka sangat keberatan akan hal itu dikarenakan kania adalah menantu bos mereka.
Kania telah terbiasa untuk mengerjakan pekerjaan rumah walaupun Kania berasal dari keluarga terpandang tetapi, keluarganya tidak membiarkan anak-anak mereka untuk bermanja-manja dan bermalas-malasan. apalagi Kania adalah seorang wanita sudah sepatutnya ia tahu bagaimana mengurus pekerjaan rumah. melihat perbuatan Kania keluarga Ganendra yang telah siap untuk menyantap sarapan pagi merasa senang sekaligus beruntung mendapatkan menantu seperti kania.
di ruang makan semua orang telah berkumpul tanpa terkecuali Kenan. Kakek pun menyuruh Kania untuk memanggil suaminya itu, dengan segera Kania bergegas memanggil Kenan yang masih berada di dalam kamar entah apa yang dilakukan suaminya itu apakah ia sudah bangun atau belum.
Kania mengetok pintu kamarnya dan segera masuk ke dalam. terlihat Kenandri sedang sibuk mencari sesuatu.
"sedang mencari apa?"
"(menoleh) ikat pinggang hitam ku tidak terlihat."
"bukankah di dalam ruang lemari mu banyak sekali ikat pinggang? tinggal pilih saja kan. kenapa harus menyusahkan dirimu untuk mencarinya?"
__ADS_1
seketika kenan ter-enyak dengan kesal mendengar perkataan dari Kania.
"(berdiri di hadapan Kania) dengar tanpa kau bilang aku sudah mengetahuinya.."
"terus? apa masalahnya kenapa kau harus menyusahkan dirimu?" Kania menegaskan pertanyaannya.
"kau (dengan perasaan geram) sudahlah ini masih pagi aku tidak ingin berdebat denganmu sana keluar. kau hanya memperlambat ku untuk menemukannya."
melihat kekesalan yang terpancar oleh suaminya Kania pun merasa simpati dan membantu untuk mencari ikat pinggangnya. dan sim salah bim kania pun menemukannya tepat di sela sofa dekat dinding jendela. Kenan yang masih saja mencarinya dengan gelisah melihat ikat pinggang itu di ambil oleh Kania di bawah sofa. dengan perasaan jutek Kenan merampas ikat pinggang tersebut tanpa berterima kasih.
"jadi apakah aku sedang memperlambat mu tuan Kenandri Ganendra? (tersenyum tipis)"
"sudahlah aku sudah telat" lalu mereka turun menuju ruang makan keluarga
satu minggu telah berakhir dengan aktivitas seperti yang dilakukannya barusan. ia juga mengisi hari- harinya dengan membantu nenek Nasya dan Ibu mertuanya untuk berkebun, menemani kak Kamila menjemput Aska (terkadang) dan membaca buku bersama Cantika di ruang baca. tetapi ada sesuatu yang membuat ia penasaran pintu ruang yang terkunci yang tidak diperbolehkan oleh kenan memasukinya. ia bertanya-tanya di dalam hatinya apakah kenan menyembunyikan seseorang di dalam ruang tersebut seperti di film? atau kenan seorang kriminal? pasti ada sesuatu yang tidak beres.
semua orang berkumpul di ruang keluarga sambil berbincang-bincang serta bercanda gurau bersama. Kenandri memberitahu kepada keluarganya bahwa besok ia akan pergi ke Acara undangan Anniversary mantan calon mertuanya. mendengar hal itu keluarganya sangat senang karna ini adalah suatu kesempatan yang terbaik untuk memperkenalkan Kania ke pada semua orang. walaupun Kania terpaksa karna merasa tidak pantas untuk datang bersama Kenan di hadapan semua rekan- rekan kerjanya. siapa dia gadis desa yang jelek dan tidak memiliki gelar telah bersanding dengan kenan yang begitu rupawan dan seorang arsitektur terkenal.
"Kania"
"ya, nek"
"ayo ikut nenek"
"ke mana nek?"
"sudah ikut saja nanti kamu juga akan tahu (tertawa kecil). kamu akan nenek rubah dari Kania Amonade menjadi Kania Amonade Ganendra dan dunia tidak bisa akan berhenti memujamu."
Nenek Nasya mengajak Kania ke kamarnya, terlihat sekelompok orang sedang berkumpul dengan segala peralatan yang membawa banyak pakaian. nenek Nasya pun langsung memberi perintah kepada mereka.
kenan berada di sebuah parkiran kantornya untuk bergegas pulang ke rumah. tiba-tiba Frans sahabatnya datang memanggil
__ADS_1
"kenan"
"(menoleh), frans, ngapain kamu datang?"
"jumpa denganmu lah. untuk apa lagi."
"ini, sudah sore frans. banyak sekali pekerjaan aku ingin menyelesaikannya dirumah."
"iya, sebentar saja. aku hanya ingin mengambil disk yang kemarin."
"hem, iya tunggu ya." kenan merogoh saku tasnya dan mengambil sebuah disk dan memberikannya kepada frans.
"makasih ken, ngomong- ngomong kau akan membawa istrimu kan ke acara nanti malam?"
"hem, bagaimana ya. aku sebenarnya malas sekali untuk pergi Frans. apalagi membawa dia."
"Ke...nan, Kenan sudah satu minggu loh, kamu menikah kelakuanmu masih saja dingin. lagi pula kamu perlulah memperkenalkannya. ini Anniv-Nya pak Ade loh. kalau kamu tidak datang pasti dia kecewa banget. secara mantan calon menantunya heheh (tertawa kecil)"
kenan hanya menganggukkan kepala saja mendengar celoteh Han Frans untuknya.
meskipun begitu Kenan tetap memikirkan apa yang dikatakan Frans kepadanya. dalam perjalanan ia menimbang nimbang perkataan Frans. sesampainya di rumah ia pergi masuk ke kamar dan mempersiapkan diri untuk pergi. dengan setelan kemeja putih lengan panjang yang digulung hingga setengah lengan, tanpa kerah berwarna biru Navy dan celana kain berwarna biru Navy serta jam tangan menambah kerupawanan dan berkarismanya Kenandri Ganendra. ia turun menuruni tangga langkahnya seketika menjadi lambat ketika ia melihat seorang wanita yang memakai gaun sabrina pada bagian atas berwarna putih berenda dengan motif bunga di sekitar tepi-tepi dadanya sedangkan bagian bawahnya berwarna biru Navy dengan motif bunga yang cantik. bentuk pinggang juga diperlihatkan dengan kain berwarna biru yang terlihat menampakkan lekuk tubuhnya. rambut panjang bergelombangnya terurai dengan sangat indah dan senyuman yang begitu sangat manis ketika ia berinteraksi bersama keluarganya.
bak seorang putri raja sangat anggun, dan cantik. mata Kenan tak dapat berkedip melihat Kania. nenek Nasya telah berhasil mewujudkan janjinya itu. kini dunia akan mengakui bahwa Kania Amonade sekarang telah berganti menjadi Kania Amonade Ganendra.
sebenarnya ini bukan pertama kalinya Kenan tertegun melihat Kania. pada waktu ia mempersunting Kania Kenan bahkan hampir terjatuh karna ia tidak melihat langkahnya yang sudah di atas tangga altar. untung saja abangnya Jack menopangnya jika tidak ia pasti akan ditertawakan bahkan di ejek. heheh
"baiklah Kenan sudah siap. sebaiknya kalian pergi cepat atau kalian akan terlambat."
"baik kek."
Kenan dan Kania pun berpamitan kepada semua orang dan pergi ke tempat acara.
__ADS_1