
Kania merawat Cantika dan janinnya dengan sangat baik. Kania mencoba mencari tahu semua yang terjadi di villa teman Nitra. Awalnya, ia bingung bagaimana cara untuk mencarinya. Tanpa sengaja ia menceritakan keluh kesahnya kepada Leon teman barunya itu. dan pada akhirnya Leon siap membantu
Kania. Kania bersyukur Leon temannya itu dapat diandalkan. Hubungan Leon dan
Kania pun menjadi sangat intens. Mereka juga lebih sering bertemu dan mengobrol
bersama.
Sampai akhirnya, Kania sedikit mengacuhkan Kenan. walaupun semua keperluan Kenan selalu dipersiapkan oleh Kania. melihat Kania yang mengacuhkan dirinya. Ia pun tidak tahan dan memilih untuk protes.
Kenan keluar dari kamar mandi sambil mengelap kepalanya yang basah sehabis keramas. Ia melihat Kania yang sibuk dengan handphonenya lalu bangkit pergi keluar.
“mau kemana kamu?” kenan bertanya
“aku, mau pergi ke kamar Cantika.” Berlalu pergi.
Belum sempat Kenan berbicara Kania sudah pergi. 20 menit kemudian Kania masuk ke dalam kamar. ia seperti tidak peduli dengan Kenan. ia kembali sibuk memainkan handphonenya kembali dan menyenderkan tubuhnya di ranjang. Kenan yang sedang duduk di sofa tidurnya itu melihat kedatangannya. kenan beranjak susuk ke meja rias dekat ranjang kania sambil mengambil beberapa file di dalam laci
“aku perhatikan kamu belakangan hari ini sangat sibuk sekali.”
“hem tidak, perasaan kamu saja. (menjawab dengan fokus ke handphone nya)”
“ku lihat kamu lebih sering memperhatikan Cantika.”
“wajar dong, aku harus membimbingnya untuk tidak terlalu stres dengan kuliahnya” Sangah Kania
Sejenak kenan terdiam. Apa yang dikatakan Kania benar juga Cantika perlu bimbingan seseorang.
“kamu, juga sekarang lebih sibuk dengan hp mu itu. aku sangat jarang melihatmu membaca sekarang.”
“ya, bisa dikatakan seperti itu. mungkin, aku sudah candu pada hp ini.”
“candu dengan hp itu atau dengan seseorang yang kamu balas chatnya.”
kania terdiam menatap kedepan lalu menatap kearah kenan. sambil menelisik ke mata kenan dari jauh. Kenan yang melihat ekspresi Kania mengalihkan pandangannya. Takut jika Kania mengetahui sesuatu tentang
perasaanya.
“tunggu apakah kau sedang cemburu?”
“cemburu? Untuk apa aku cemburu?”
“cie cie, (ejek kania) kenan, kenan kamu seperti anak kecil saja. Apakah kamu mencumburui adikmu dan teman baru ku itu?”
“tidak (mengalihkan wajahnya) eh, aku tidak pernah mencemburui mu ya. Hanya saja,….. hanya saja,…..”
__ADS_1
“hanya saja kenapa? Aku kan sudah mempersiapkan semua kebutuhanmu? Terus apa lagi? Apakah kau ingat jika aku dan kamu tidak akan mencampuri urusan pribadi masing-masing?”
Kenan membelalakan matanya karna ia sedang melanggar perkataannya itu.
“ah, sudah lah. Bicara sama mu itu hanya membuat aku kesal saja.” pergi ke sofa ranjangnya dan Membaringkan dirinya
“lah, kok jadi kesal sih? kenapa? kesal karna cemburu? Sudah lah kalau cemburu bilang saja cemburu, kalau kamu bilang kan aku bisa lebih perhatian sama mu? Upsss… (kania menutup mulutnya)
“apaan sih kok mulutku jadi lemes seperti ini… Kaniaaaaa” kania mengumpat dirinya dalam hati
Kenan terkejut mendengar pernyataan Kania. tiba-tiba senyuman semringah tersirat jelas di wajahnya. Entah pergi kemana perasaan kesal terhadap Kania itu. Kenan tersipu-sipu malu tanpa sengaja hatinya berbunga
bunga mendengar godaan yang diberikan kania kepada dirinya. Jantung nya berdebar sedikit kencang. karna perasaannya yang berbunga-bunga itu ia pun menjadi malu dan membenamkan wajah dibantal kepala miliknya.
“lebih perhatian? Benarkah? (tersenyum malu sambil menutup wajahnya ke bantal)” gumam kenan dalam hati
📌Cie cie babang kenan, di godain sama mba kania jadi piye mas cemburu atau enggak ni? Heheheh.
*
Keesokan harinya Kania bergegas bangun karna jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi, ia mempersiapkan segala keperluan yang di butuhkan Kenan. Kenan memerjapkan matanya mengumpulkan nyawa untuk segera bangun dari tidur malamnya. Setelah dirasa nyawanya telah terkumpul ia pun mendongakkan kepalanya kearah jam dinding kamar dan mengucek matanya yang masih buram. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 lewat 30, Ia berlalu ke arah kamar mandi dengan sempoyongan karna masih setengah sadar.
‘gedebuk’ kenan jatuh terpeleset. Posisi tubuhnya sudah terlentang dilantai. Ia pun berusaha untuk mendudukan tubuhnya sambil memegang daerah pinggang dan bokongnya.
“apa ini, (mencium) baby oil? Kenapa bisa ada disini?”
Kania masuk dari arah pintu masuk kamar. ia menuju ke arah kamar mandi. Lalu, matanya tertuju ke arah Kenan. ia memicingkan matanya dengan heran, melihat Kenan terduduk di lantai. Ia pun menegurnya.
“sedang apa kamu duduk di lantai? Bersemadi?” tanya kania sedang memegang pintu kamar mandi
“bersemadi? Emang ada bersemadi dengan kaki terbuka lentang seperti ini?” pungkas Kenan yang sedang mengadahkan kedua tangannya kelangit karna baby oil yang dipegangnya.
“terus kamu ngapain disitu?” mencoba melangkah ke arah Kenan.
“aku terpeleset”
“wuahahaha” sambil menutup mulutnya
“kamu kenapa tertawa?
“tidak kenapa-kenapa” (mencoba menahan tawanya)
“siapa yang membuang baby oil ini ke lantai? (menatap tajam ke arah Kania) jangan-jangan kamu ya? Iyakan? Kamu sengaja buat aku seperti ini kan?”
Kania mengernyitkan dahinya tanda ia tidak terima atas pernyataan dari Kenan. tetapi, ia mengingat sesuatu di benaknya. Ia lupa jika Aska datang ke kamarnya sambil memegang satu botol baby oil yang sedang terbuka
__ADS_1
dan beberapa mainan mobil-mobilan nya. Tanpa sengaja mainan Aska terjatuh. Kania yang sedang merapikan pakaian tidak terlalu memperhatikan aktivitas yang dilakukan Aska. Setelah ia selesai merapikan pakaiannya ia datang mendekati Aska untuk mengajaknya pergi ke kamar kak Kamila untuk bersiap ke sekolah agar tidak terlambat.
Ia pun melihat Aska yang sedang memunguti mobilnya sambil menginjak baby oil yang dipegangnya itu. dengan cepat Kania pun pergi mengantar Aska dan membiarkan baby oil tersebut tumpah kelantai. karna, ia pikir lebih baik mengamankan aska terlebih dahulu agar cepat di tangani oleh kak kamila daripada membersihkan lantai yang akan membuat Aska berulah kembali.
Kania tersenyum manis ke arah Kenan dengan mata yang memelas kasihan karna, sedikit merasa bersalah atas keteledorannya. Ia pun menceritakan apa yang telah terjadi sambil membantu kenan bangkit berdiri. tetapi, ditangkis kenan karna merasa kesal kepada kania
“sudah kuduga pasti kamu juga ikut terlibat dalam hal ini. dasar (memegang daerah pinggulnya).”
“kamu, kok malah nyalahin aku sih kenan.” Kania bercekak pinggang
“lah, emang benar kan. Jika, kamu langsung membersihkan tumpahan baby oil ini. pasti tidak akan seperti ini kejadiannya. Dasar tidak becus mengurus suami.”
“KENAN (meninggikan suaranya).” Kania tampak sangat geram. Tetapi, seketika semuanya mereda karna melihat kenan yang sedang kesakitan dan berusaha untuk bangkit berdiri.
Kania mengulurkan tangannya kepada kenan dengan mata yang penuh dengan arti. Tubuh Kenan sepertinya langsung merespon begitu saja perbuatan Kania tersebut. tanpa, harus memandang egois dan gengsinya. Kenan menggapai tangan Kania yang terulur dan berusaha untuk bangkit berdiri. kania pun menopang tubuh Kenan dan mencoba untuk membantu suaminya berdiri.
Dengan suara rintihan kesakitan Kenan mencoba berdiri.
“apakah sakit?” Kania menatap Kenan dengan perasaan menyesal karna telah membuatnya kesakitan seperti itu.
Kenan membalas tatapan Kania. ia memandang lekat manik mata Kania yang telah menjadi istrinya itu. sungguh indah pemandangan pagi itu. mata yang begitu bersih bersinar ditambah bulu matanya yang begitu panjang dan lentik. Kenan menarik bibirnya sedikit sehingga membentuk lengkungan yang sangat manis.
Kania menatap senyuman itu seketika jantungnya berdegup dengan kencang Bulu kuduknya berdiri begitu saja. Ia pun menurunkan matanya karna merasa aneh dan sedikit malu. Kenan yang tersadar langsung menjawab Kania dengan ketus.
“tidak kania, aku tidak sakit. Aku sehat. Puas.” Memandang kesal kania.
Kania memonyongkan bibirnya sambil membawa Kenan duduk di sofa. Ia pun membaringkan Kenan dengan perlahan-lahan disusul suara rintihan Kenan. Melihat kenan merintih kesakitan, Kania pun merasa tidak tega dan segera memanggil dokter.
“tunggulah disini sebentar. Aku akan memanggil dokter untukmu.”
~
Semua orang telah berkumpul di kamar kenan tampak semuanya sangat khawatir. Dokter pun memeriksa kondisi kenan. setelah dipastikan jika kondisi kenan baik-baik saja. Semuanya pun merasa lega dengan seketika.
“tetapi, untuk saat ini tuan kenan perlu beristirahat dirumah saja. Jika dalam beberapa hari kondisi tulang belakang tuan kenan masih sakit silahkan langsung merujuk ke rumah sakit.” Jelas Dokter
“baiklah dok, terimakasih banyak.” Ungkap kakek
“sama-sama tuan Ganendra.” Balas dokter
“mari saya antarkan ke depan dok." Tawar bang jack
“trimakasih” jawab dokter.
Bang jack mengantar dokter ke depan rumah. Keluarga kenan tertawa terbahak-bahak selepas dokter pergi. Mereka tidak habis pikir jika kenan mengalami hal tersebut. kenan hanya bisa berdecit kesal karna diejek oleh semua keluarganya.
__ADS_1