Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Perkelahian Fisik


__ADS_3

#Sebelumnya


Jeje tidak tahan melihat hal itu. Ia telah mengepal tanganya dan ingin melepaskan bogem mentah di wajah wanita tersebut. Kania yang melihat Jeje langsung menahannya. Kania, menghapus darah yang keluar di pipinya. Lalu, dengan elegan pergi bersama Jeje dan Feren. Semua orang dikampus pun menyoraki mereka.


#Selanjutnya


Video tersebut telah beredar hingga ke telingga Kenan. Untung saja Kenan dengan sigap membereskan video yang beredar itu agar tidak sampai ketelinga keluarga Ganendra dan Amonade.


-


Keesokan harinya Kania berangkat untuk pergi ke kampus. Sesampainya disana Kania melihat pandangan orang berbisik-bisik sambil menyiniskan diri kepadanya. Kania tidak terlalu memperdulikan mereka dan malah mengacuhkan mereka sambil berjalan santai seperti biasanya.


Feren dan Jeje yang melihat Kania langsung menarik tangan Kania dan membawanya pergi ke kantin.


"Loh, kok kalian mengajak ku pergi ke kantin? kitakan ada kelas loh."


"Ya ampun Kania, makanya grup Wa kelas kita itu dibaca dong. Jangan hanya diabaikan." Jelas Feren.


"Kita ngak masuk Kan, soalnya dosen hari ini istrinya melahirkan tiba-tiba tadi. Jadi kita hanya diberi tugas aja. "Sahut Jeje


"Ohw, begitu."


Wanita yang melabraknya kemarin berjalan dengan geng nya menuju kearah mereka.


Feren berbisik kepada mereka berdua.


"Mau apalagi sih, dasar nenek lampir. "


Jeje menjawab dengan geram


"Awas aja dia berani untuk menyentuhmu Kan. Akan ku habisi dia. "


Kania menenangkan mereka berdua.


"Tenanglah."


Mereka pun sampai tepat di depan Kania.


"Wah, wah, wah berani juga ya kamu menunjukkan muka di kampus ini. Perebut Tunangan Orang." Wanita itu menekankan suaranya.


"Dia tidak bersalah, kenapa dia harus takut?" Jawab Jeje emosi.


"Biasa aja dong ngak usah nge gas" Jawab seorang teman wanita itu.

__ADS_1


Jeje yang memang sangat emosi langsung bangkit dan berdiri lalu menumpahkan air botol minum yang selalu dibawa Feren dari tasnya. Kepada Wanita itu.


"Kamu memang ngak pernah berubah ya, San. Selalu seenaknya sendiri." Jeje menampar wanita itu dengan keras. "Rasakan itu pembalasan ku untuk dua tahun yang lalu."


"Beraninya kau!" Wanita itu melempar tas tangannya kepada teman wanitanya lalu menjambak rambut Jeje yang sebahu. Jeje tidak diam saja, dia pun membalas perbuatan wanita itu." Terjadilah perkelahian fisik diantara keduanya.


-


Jeje, dan wanita itu keluar dari ruang dosen yang menengahi mereka.


"Apa kamu lihat-lihat" Jawab wanita itu.


Jeje menendang ke arah wanita itu. Tetapi tidak kena karna ditahan oleh Kania dan Feren. Mereka pun segera membawa Jeje ke taman untuk meredakan emosinya.


"Sepertinya kamu dan wanita itu saling mengenal?" tanya Feren kepada Jeje.


"Ya, begitulah." Jawab Jeje.


"Bagaimana bisa?." Tanya Kania.


"Aku dan Sandra satu sekolah pada saat kami duduk di bangku SMA. "


"Kamu seumuran dengan Sandra." Tanya Kania


"Gara-gara jabatan kalian bertengkar?" Sanggah Feren.


"Sandra itu anak tunggal dari Profesor Cahyono. Ibunya dosen terbaik fakultas kesenian di kampus ini. Jadi apapun harus ia dapatkan dalam mencapai keinginannya. Sekalipun itu harus mengorbankan temannya sendiri." Jelas Jeje


"Maksudmu." Tanya Kania.


"Jika melihat pendukungku Sandra kalah telak. Maka dari itu ia menyuruh ayahnya untuk menjatuhkanku pada saat pemilihan. Dan, hasilnya aku kalah."


"Tahu, darimana jika ayahnya Sandra yang melakukan itu padamu?"


"Aku mendengar pembicaraan ayahnya dengan kepala sekolah. Kebetulan salah satu pemilik yayasan itu adalah ayahnya Sandra. Aku pun menghampiri Sandra dan meminta penjelasan darinya. Itulah cerita kenapa kami bisa bertengkar sampai saat ini." Jelas Jeje.


"Kalau begitu Kania kau harus melepas kak Angga karna dari gosip yang beredar. Sarah dan kak Angga sudah sah menjadi tunangan." Terang Feren.


"Emang sejak kapan Kania kamu menyukai Angga?" Tanya Jeje.


"Tidak, aku tidak pernah menyukai Angga.." Terang Kania.


"Terus siapa pria yang kau sukai?" Tanya Jeje.

__ADS_1


"Seseorang yang, aku pun tidak tau sejak kapan telah menempati hati ini." Kania membayangkan Kenan sambil tersenyum. Jantungnya berdetak kencang ketika membayangkan hari-hari bersama Kenan.


"Cie cie, sepertinya ada yang sedang jatuh cinta ini." Ledek Jeje


"swit swit." Ledek Feren.


Kania memang tidak tahu bagaimana jatuh cinta. Ia pun menanyakan perasaan dialaminya kepada Feren dan Jeje.


"Apakah, pada saat kita melihatnya jantung kita berdegup kencang, itu dinamakan cinta?"


"Tunggu jadi kau belum pernah jatuh cinta?" Kania mengangguk. Teman-temannya pun meringis. "Kania Kania heheh. "


-


Hari sudah sore sejak perbincangan mereka. Kania pulang ke apartemennya. Dibuka pintunya dengan kata sandi kepemilikannya. 'tininut titut' Kania terkejut melihat Kenan sudah berada di sofa dengan setumpuk kertas, dan laptop.


Kenan yang melihat kedatangan Kania melepas kacamatanya. Lalu memeluk Kania dan memeriksa pipi Kania yang terluka sambil mengomeli Kania.


Kania bahagia melihat kedatangan Kenan hingga meneteskan air mata. Kania menangis dalam pelukan hangat Kenan. Kenan yang salah mengartikan, jika Kania menangis karna wanita kasar di video itu. Mengusap kepalanya lembut dan merasa terluka. Mendengar tangisan Kania semakin menjadi, emosi kenan tak terbendung.


"Siapa sih wanita itu. Akan kuberi pelajaran, berani sekali melukai istri Kenandri Ganendra." dengan emosi lalu berusaha untuk keluar mencari tahu siapa wanita itu. Kania menahan tangan Kenan sambil meredakan emosinya.


"Tidak usah Ken, aku tidak apa-apa kok."


"Tidak kenapa-kenapa tapi kau malah menangis!" Bentak Kenan.


"Kau membentakku." Mata Kania mulai berkaca-kaca kembali. Ia langsung pergi ke kamar. Kenan merasa sangat bersalah. Ia pun menghampiri Kania dan membujuknya.


"Maafkan aku Kania, aku terlalu terbawa emosi saat melihat kau menangis seperti itu. Aku tidak menyukai jika kau lemah terhadap wanita itu."


Kania duduk dari posisi telungkupnya di ranjang menghadap kenan yang duduk disampingnya.


"Kau salah paham Ken, aku menangis bukan karna wanita itu. "


"Lalu, kau menangis karna apa sayangku?" Tanya Kenan dengan penuh kasih sayang.


"Aku menangis karna mu. hu hu hu" Kania menangis dengan keras.


"Loh, bagaimana bisa kau menangis karnaku? emang kesalahan apa yang sudah kuperbuat bagimu?"


"Kau, tidak ingat!" Bentak Kania, dijawab dengan anggukan Kenan.


"Bukankah kau telah berjanji padaku untuk menjumpaiku disini. Kenapa setelah 4 bulan aku disini baru sekarang kau menjumpaiku? dasar pembohong!. Oh, aku tahu jangan-jangan kau menyuruhku untuk melanjutkan kuliah agar kau bisa main gila kan di belakangku?" Kania sangat emosional Ia mengubah posisinya hingga berdiri memarahi Kenan. "Sama siapa kau berselingkuh? jawab aku, sekretarismu, karyawanmu, Aira Naka mantan tunanganmu itu atau..... ah, aku tau Nitra wanita yang selalu mengejar-ngejar cintamu. Iya kan." Kania mengatur napasnya setelah mengeluarkan emosi isi hatinya kepada Kenan. Kenan memandang Kania dengan tenang. Lalu.........

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2