Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Dibutakan Karena Cinta


__ADS_3

Dari semenjak kejadian sore, Kenan tidak berbicara sedikitpun. Ekspresinya juga bukan karna marah tetapi seperti memikirkan sesuatu.


Pada saat makan malam, setelah beberapa suap Kenan langsung pergi naik ke kamar. Sedangkan Kania sibuk menceritakan yang terjadi kepada keluarga yang sudah mempersiapkan seribu pertanyaan untuknya. Apalagi dengan pelipis dan hidung Kania yang terluka serta beberapa lebam di wajah Kenan. Keluarga Kenan terkejut mendengar cerita Kania, mereka tidak menyangka selama ini ia berteman baik dengan Leon.


*


Di ruangan kamar rahasia kenan, Kenan bernostalgia melihat semua poto, dan barang-barang yang mempunyai kesannya masing-masing. Kenan memang sangat marah kepada Leon, Tetapi didalam hatinya sangat ingin memeluk dan memaafkan saudaranya itu. Ia kalah telak dengan semua egois yang ia miliki.


Kania yang telah selesai makan langsung menuju kamar menemui Kenan. Tampak Kenan sedang keluar dari kamar rahasia dan menguncinya kembali.


Kania dan kenan menuju ranjang lalu berselonjor dalam diam.


"Apakah aku boleh bertanya?"


"Hem."


"Apakah kau tidak pernah mendengarkan penjelasan Leon?"


"Untuk apa aku mendengarkan penjelasannya? semua sudah jelas di depan mataku." jawab Kenan ketus dan membaringkan Tubuhnya.


"Terkadang kita perlu mengetahui penjelasan seseorang, Agar kita tidak salah paham dan mengerti apa motif dari semua itu."

__ADS_1


"Jangan mengajariku."


Kania menghela napas, Leon pasti sudah dibandara saat ini. Menatap jam dinding kamarnya.


"Apa isi kotak yang diberikan oleh Leon tadi sore?"


"Aku belum membukannya."


"Apa? kau belum membukannya? bukalah aku sangat penasaran." membujuk kenan dengan menggoyangkan tubuh Kenan.


"Ambillah di atas Nakas."


Kania bergegas mengambil kotak pemberian Leon untuk Kenan. Kania membuka dan kecewa atas isi yang dilihatnya. Sebuah flash disk berwarna biru untuk apa Leon memberikannya kepada Kenan?. Kania terkejut lalu bersungut kepada kenan lalu memberikan flash disk tersebut kepada Kenan.


Selang beberapa menit dari sungutan Kania. Kenan mengambil laptopnya dan mencolokkan flash disk tersebut. Kania menatap Kenan dengan berselonjor di samping kiri,


Raut wajah yang semula terlihat sedih, dan rindu menjadi berubah terkejut.


Kenan buru mengambil kunci mobil lalu menarik tangan Kania, Kania heran dan protes karna tidak mengerti mengapa.


"Hubungi Leon, untuk menunda penerbangannya sekarang juga."

__ADS_1


"Loh, emangnya Kenapa."


"Kania, menurutlah kepada Suamimu."


Kania menghela napasnya kasar sambil memutar arah bola matanya.


Dengan segera Kania mengambil handphone miliknya dan menghubungi Leon. Tetapi, Leon tidak menjawab panggilannya. Ia pun mengirim sebuah chat kepada Leon.


*


Sesampainya dibandara, Kenan berlari berusaha mencari keberadaan Leon. Hingga matanya tertuju kepada sosok yang berdiri di ujung Koridor yang telah mentapnya juga.


Kenan berlari disusul oleh Kania yang mengikutinya dari belakang.


"Kenan, Kania? kenapa kalian kemari?" tanya Leon yang kebingungan.


Kenan mengepalkan tangannya dengan kegeraman ingin sekali ia menjatuhkan bogemnya. Kenan mengangkat tangannya dengan refleks, Leon memejamkan matanya pasrah untuk mendapatkan bogem mentah dari Kenan.


Tetapi, apa yang terjadi, Kenan malah memeluknya erat serta menangis. Leon menatap heran kepada Kania. Kania mengangkat kedua bahunya yang juga tidak mengerti situasi apa yang telah terjadi di depan matanya saat ini.


"Maaf kan aku Leon, aku dibutakan karna cinta" ucap kenan menangis sambil memeluk Leon

__ADS_1


Leon menepuk- nepuk bahu Kenan sambil menenangkannya. Kania tersentuh melihat kedua saudara yang telah lama berkelahi itu.


__ADS_2