Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Suami MESUM dan Istri PENGGODA


__ADS_3

Kania mencari nama Sarah Putri Amonade di internet. Jika menurut keterangan Jeje yang dulu pernah satu sekolah dengan Sandra yang kemungkinan besar adalah adiknnya bahwa ibu dan ayahnya sangat tersohor. Tidak menutup kemungkinan bahwa dapat ia cari diinternet bukan.


Tetapi sekali-kali tidak ada. Sarah bingung ia berpikir. Pasti namanya sudah diubah makanya tidak ada dikolom pencarian. Beberapa kali ia mencari tetapi tidak menemukannya. Akhirnya ia teringat nama ayahnya, kemudian dicari dikolom pencarian. Loading memutar, ketika hasil di layar akan terlihat. Pemadaman pun terjadi, Kania menghendus kesal.


“Kalau begitu lebih baik aku pakai hp saja mencarinya.” Mengambil hp di saku celananya.


“Astaga, aku lupa jika jaringannya tidak ada kalau pemadaman listrik.” Gerutu Kania.


-


Kenan telah selesai meeting bersama di kantor cabang keluarga Ganendra.


“Setelah ini apa jadwal saya?” Tanya Kenan pada sekretaris abangnya Jack yang datang semalam.


“Setelah ini tuan harus bertemu dengan klien kita dari perusahaan JJJ untuk membicarakan proyek yang sedang berlangsung di pulau III.”


“Hem, baiklah sudah waktunya kan. Ayo kita berangkat.” Ajak Kenan


Kenan ingin menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat untuk menemui istrinya dengan segera. Maklumlah, rindunya masih di ubun-ubun. Hehehehe


Kenan beserta sekretaris bang Jack telah tiba di tempat yang mereka tuju. Kenan duduk pada meja yang telah disambut oleh seorang pria tua dan perempuan cantik bersamanya.


“Pasti Kenan.” Jawab pria tua itu


“Paman Andro.” Sambil berjabat dan memeluk.


“Masih ingat ya dengan paman, waw kamu sudah tumbuh menjadi pria yang tampan, serta berkharisma seperti ini ya Ken.”


“Paman, bisa aja. Lagi pula, tidak mungkin Kenan bisa melupakan paman.”


“Secara paman adalah calon mertuamu ya Ken.” Canda tuan Andro kepada Kenan. Kenan hanya tersenyum menanggapinya.


Ya, bagaimana tidak dahulu semasa kecilnya ia, dan bang jack berteman dekat dengan putri tuan Andro itu hingga putri tuan Andro meminta kepada ayahnya untuk dinikahkan dengan Kenan yang masih kecil.


“Kamu masih kenal ngak sama calon istrimu?” tanya tuan Andro sambil melirik perempuan cantik, tinggi, putih bersih, dan berambut panjang disampingnya. Perempuan yang dilirik itupun tersenyum malu.


“Calon istri?”Tanya Kenan heran, sambil melirik. “Ohw, Ratna. Jadi ini Ratna kecil yang pemalu dan suka ingusan dulu kan?” Jawab Kenan yang mengingat Ratna dahulu sambil menatap perempuan itu.


Hehehe, kebayang ngak tuh malunya si Ratna cantik tapi dibilang ingusan sama Kenan pria yang selama ini di nantikannya untuk menjadi istri Kenan.


“Haahahah.” Tawa sang ayah pecah, Ratna menunduk malu dan semakin malu karna ayahnya sediri menertawakannya. “Kamu, ini Ken. bisa-bisanya membuat putriku ini berwajah merah seperti cabai kena tumbuk.”


“Papa.” Menatap tak suka pada ayahnya


“Hahaahah, paman bisa-bisanya kamu mengoda putrimu seperti itu. Lihat wajahnya sudah semakin memerah karena terkena masker tomat.” Timpal Kenan kembali.

__ADS_1


Ratna yang sudah menjadi bahan ejekan kedua pria yang berada disampingnya semakin menundukkan wajah dan menutupinya dengan rambut panjang lurus miliknya.


“Sekalipun ingusan paman, dia sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik, nan anggun.” Hibur Kenan kepada Ratna yang merasa tidak enak sempat menjadikan dia bahan candaan.


Ratna terkejut, ia mengangkat kepalanya dengan seketika dan menatap Kenan yang sedang menatapnya dengan senyuman yang sangat manis.


Deg, perasaan yang sejak lama ia pendam itu semakin mereka dikala Kenan tersenyum manis terhadapnya.


“Ia, dan kamu tahu Ken. dia sudah menyelesaikan S2 nya di KK (kampus ternama di dunia) dan saat ini sedang membantuku untuk menjalankan bisnis.” Jelas tuan Andro untuk mempromosikan anaknya tersebut.


Kata-katanya jahat amat yak promosi beh….


“Waw, bagus banget itu paman. Sepertinya sifat pemalu masih melekat pada Ratna ya.” Pungkas Kenan karena memperhatikan Ratna sedari tadi.


“Biasalah Ken, Ratna jangan malu-malu dong dengan calon suamimu ini.” Terang tuan Andro. Kenan hanya tersenyum, karena baginya itu hanya sekedar candaan di sela pertemuan bisnis mereka hari ini.


-


Kania yang sejak pemadaman dirumahnya itu hanya berkutat di dapur dan membersihkan rumah. Hingga ia lupa dengan rencananya untuk melihat siapa kedua orang tuanya di internet.


Waktu telah menunjukkan pukul 4 sore dan melihat semuanya telah selesai dan listrik pun telah hidup kembali. Ia mengambil hpnya di atas meja ruang tamu dan mengirim pesan kepada Kenan.


“Mas, sibuk?” tanya Kania.


“Ini sedang bersama rekan bisnis sayang, Ada apa? pasti kamu kangen ya sama aku?”


“Aku, atau kamu mas yang kangen?”


“Kamulah masak aku.”


“Ihc, kamulah mas.”


“Kamu, pasti kamu.”


“Mas, kamu ya kamu.”


“Titik kamu.”


“Ngak pake Koma pasti Kamu!!!!!!!”


Tetap aja ya pasangan ini, mau lewat chatingan pun pasti berdebat. Emang pasangan jago debat nih. Wkwkkwwk


“Ya, udah yang waras ngalah.” Canda Kenan


“Jadi maksudnya aku gila gitu?”

__ADS_1


“Heheheh, bercanda sayang.”


“Hem.” Balas kania


Kenan tersenyum melihat pesan terkahir Kania itu. Ia sedang membayangkan wajah Kania yang sedang kesal menggemaskan dilihatnya. Tanpa Kenan sadari Ratna sedari tadi telah memperhatikan Kenan yang senyam-senyum sendiri menatap ponselya, layak seorang pria sedang jatuh cinta. Sedangkan ayahnya sedang berkutat dengan berkas yang telah diserahkan oleh sekretaris bang jack untuk disepakati.


“Udah jangan ngambek, aku akan pulang setelah ini.”


“Kamu, mau aku masakin apa mas buat makan malam?”


“Ngak usah masak sayang.”


“Terus kita makan diluar gitu?”


“Enggak, aku maunya makan KAMU.”


“Ihc, bisa-bisanya mesum pas lagi sama rekan bisnis.”


“Biarin, ambisnya kamu selalu buat mas mesum sih.”


“Malang nian, diriku yang telah menikahi pria mesum.”


“Tapi, senangkan dimesumin.”


“Suka hati mas aja, debat sama mas ngak ada habisnya. Dah kerja sana kasian rekan bisnisnya ngak tahu kalau kamu itu MEEEESSSUUUUUMMM!!! Dah, suami MESUMKU muach.”


“Dah, istri PENGGODAKU muach too.”


Kesepakatan telah selesai ditanda tangani oleh kedua belah pihak. Mereka pun mengakhiri perbincangan mereka. Tak lupa tuan Andro meminta Kenan untuk bersilahturahmi dikediaman miliknya. Kenan pun mengatakan


akan mengusahakannya.


-


Dikediaman keluarga Cahyono, saat ini keluarga yang harmonis itu sedang menikmati waktu bersama dengan menonton televisi di ruang keluarga. Dengan posisi Sandra yang diapit oleh kedua orang tuanya.


“Mah, bagaimana dengan rapat coordinator dari sector pendidikan?” tanya ayah Sandra pada istrinya


“Kegiatan itu sudah hampir berjalan 75% pah.” Jawab ibu Sandra


“Waw, tidak disangka sebentar lagi ya.” Jelas ayah Sandra


“Kegiatan itu nasional ya pah?” Selip Sandra


“Iya, sayang. Selain masyarakat kegiatan ini juga akan dihadari banyak pejabat, pengusaha, dan orang penting lainnya secara nasional.” Jelas ayah Sandra

__ADS_1


__ADS_2