
Ara menghela napas. Pria ini seperti terobsesi dengan menikah. Bukan karena cinta, tapi seperti hanya ingin menikah untuk memenuhi permintaan publik bahwa setiap orang harus menikah.
"Meskipun begitu, aku tidak ingin menikah dengan siapapun saat ini ... Tristan." Ara tidak tahu harus mengatakan apa. Sekarang ia ingin jujur. Bukan sebagai Jenny, tapi sebagai dirinya ... Araya. "Bukan karena kamu tidak tampan atau sebagainya. Buatku kamu terlalu tampan. Tubuhmu terlalu bagus. Kamu mendekati sempurna." Berbeda dengan karakter Jenny, kali ini Ara bicara dengan karakter dirinya sendiri. Bicara apa adanya. Tidak ada kebohongan.
Alis Tristan terangkat. Mungkin terkejut dengan sikap perempuan di depannya yang terasa berbeda.
"Kita tidak bisa menikah sekarang ataupun nanti. Jadi jangan terus saja memaksaku untuk menikah. Carilah orang lain yang bisa memenuhi keinginanmu untuk menikah." Ara bicara tanpa tekanan apapun. Itu kenyataan. Tristan tidak mungkin menikah dengannya bukan?
Tristan bungkam. Mendengar penjelasan gadis di depannya, Tristan diam sedang berpikir.
**
Tidak ada lagi teror dari Tristan untuk mengajaknya menikah. Ia merasa lega. Itu berarti nasehat untuk Tristan di dengarkan.
__ADS_1
"Nomor yang Anda telepon tidak dapat menjawab." Suara operator yang biasa terdengar saat seseorang tidak bisa di hubungi muncul saat Ara berusaha menghubungi Jenny.
"Handphone Jenny mati? Tumben." Ara melihat layar ponselnya dengan gamang. Mengerutkan dahi berpikir ada apa dengan gadis itu. Terakhir Jenny bisa di hubungi saat Ara menceritakan kencan kedua dia dan Tristan. Lalu percakapan juga terjadi saat gadis itu mengirimkan upahnya. Setelah itu tidak ada komunikasi lagi. Seperti sengaja putus.
Ara sedikit penasaran ada apa dengan pria yang berambisi untuk menikah itu sekarang. Soal Tristan, Ara memang jarang sekali bertemu di kantor. Dia pria yang lumayan antik. Jadi tidak sembarang orang bisa melihatnya. Pria itu juga tidak akan muncul di ruang kantor yang lain tanpa ada keperluan penting. Hingga jarang sekali orang yang berhasil bertemu dengannya.
Sudah hampir dua minggu lebih setelah pertemuan itu, Ara tidak pernah di telepon oleh Tristan lagi. Jenny juga tidak memprotes soal perjodohan. Sepertinya dunia kembali damai. Itu artinya misinya menggagalkan perjodohan, memang sukses. Upah yang di tawarkan Jenny juga sudah masuk rekeningnya. Hingga dalam beberapa bulan, ia bisa tenang.
"Eh, tahu berita terbaru enggak?" Muncul Rose dengan wajah bahagianya.
"Apaan?"
"Emangnya CEO kita itu suka muncul di manapun seperti kita? Bukannya memang munculnya kalau pas momen penting aja."
"Itu benar, tapi juga salah." Rose menepis tebakan salah dari temannya. "Kali ini kelangkaannya muncul bukan hanya karena tidak ada yang penting di sekitar kita, tapi karena ia punya kesibukan sendiri." Rose mengatakannya dengan wajah julid tukang gosip.
__ADS_1
"Apa?"
"CEO kita akan menikah!" ungkap Rose yang langsung di sambut oleh yang lain dengan wajah tidak percaya. Mereka langsung kembali antusias pada berita yang di bawa perempuan ini.
Menikah? Tristan? Wow, itu berita yang begitu mengejutkan. Ara langsung bergumam saat mendengar kabar barusan. Huh! Pria itu termasuk plin-plan juga. Dia bilang harus menikah denganku, tapi sekarang ... Nyatanya dia bisa menikah dengan perempuan lain. Pria itu tidak bisa di percaya. Tanpa sadar bibir Ara mencibir.
Tapi bagus juga. Itu artinya, dia sudah tidak mengejar aku lagi. Dimana aku berperan sebagai Jenny. Itu berarti Jenny terbebas dari paksaan untuk menikah dengannya. Ya. Akhirnya misi ku benar-benar sukses. Upah itu akan menetap di tabunganku. Terimakasih Tuhan. Aku tidak perlu khawatir lagi.
Ara merasa begitu bahagia mendengar berita yang di bawa Rose. Seakan ia adalah keluarga Tristan yang ikut mendoakan semoga pria itu langgeng dengan perempuan yang dipilihnya. Tidak menduga dirinya begitu bahagia akan kebahagian orang lain. Apalagi orang yang baru saja di kenalnya.
Aku penasaran juga, dengan siapa pria itu menikah. Seperti apa perempuan itu? Pastinya melalui perjodohan juga. Karena pria itu bilang, jarang berkomunikasi dengan perempuan.
.
.
__ADS_1
.
................