
Tok! Tok! Suara pintu di ketuk membuat keduanya menoleh ke pintu secara bersamaan. Tanpa menunggu Tristan bicara, pintu terbuka sendiri.
"Tuan, saya ... Oh, maaf." Jarvis muncul dan terkejut melihat ada seorang perempuan di dalam ruangan. Apalagi dengan gaun pernikahan. Ia langsung menunduk memberi hormat.
"Jarvis bagaimana calon istriku? Apakah ia sudah siap?" tanya Tristan. Jenny melirik ke Tristan. Ternyata pria ini tetap berpikir bahwa dirinya berbohong. Itu wajar. Mereka tidak pernah bertemu sama sekali.
"Dia sudah siap, Tuan. Hanya saja, putri keluarga Andromeda tidak ada di tempat," jelas Jarvis.
Mereka mencari ku?
"Dia kabur?" tanya Tristan merasa was-was. Jenny menoleh pada Tristan.
"Tidak. Menurut penjaga di depan, calon Anda baru saja masuk ke dalam ruangan Anda. Apakah itu, dia ..." Bola mata Jarvis melirik ke arah Jenny yang masih tetap berdiri di tempatnya tadi. Ia hanya memperhatikan mereka tanpa bersuara. Hanya bergumam di dalam hati.
"Bukan. Aku tidak tahu siapa dia, tapi dia terus saja mengaku kalau dia adalah calon istriku," jelas Tristan gusar. Jarvis melihat ke arah Jenny dengan bola mata terkejut. Jenny juga demikian. Gadis ini terkejut. Namun dengan alasan yang lain.
__ADS_1
Berbeda dengan tadi. Cara bicara pria itu berbeda dengan saat bicara dengan dirinya. Itu berarti pria ini hanya bersikap kaku saat bicara dengan seorang wanita. Jenny tergelak pelan mengetahui itu.
Pria tampan yang canggung dan kaku.
"Aku memang calon istrinya. Jenny," kata Jenny tegas. Ini membuat Tristan menipiskan bibir menahan geram. Jarvis yang juga pernah bertemu dengan Ara yang menyamar, juga heran. Kenapa wanita ini mengaku-ngaku dia adalah calon istri direkturnya. Menyipit seraya meneliti Jenny. "Melihat sikapmu, sepertinya kamu adalah bawahannya. Kamu bisa cari di pencarian. Putri keluarga Andromeda. Kamu akan tahu siapa aku sebenarnya," pinta Jenny.
Entah kenapa, mendadak Jarvis langsung patuh. Ia langsung membuka ponselnya dan mencari siapa putri keluarga Andromeda. Karena soal perjodohan ini adalah wilayah tuan Haga, Jarvis tidak tahu menahu siapa calon istri atasannya. Lagipula Tristan tidak pernah memberi perintah, untuk mencari tahu siapa yang di jodohkan dengannya lebih rinci. Karena Tristan sebenarnya juga enggan menikah.
Tristan melirik kearah Jarvis yang patuh. Setelah beberapa menit berselancar di internet, mendadak sekretaris itu terkejut saat menemukan wajah yang sama di sana. Kepala mendongak dan menunduk berulang kali. Melihat ke arah Jenny dan ponselnya bergantian.
"Dia putri keluarga Andromeda yang jadi calon istri Anda, Tuan," bisik Jarvis seraya menunjukkan foto Jenny. Mata Tristan menyipit. Mencoba meneliti foto itu, lalu menoleh pada perempuan yang berada tepat di depannya. "Dia benar putri keluarga Andromeda. Jenny Andromeda, Tuan ..." kata Jarvis lagi.
Tristan menggeram dalam hati.
"Aku yakin ada suatu hal yang tidak aku pahami di sini." Tristan mulai percaya bahwa gadis dengan gaun pernikahan ini adalah calon istrinya karena bukti barusan. "Jika kamu adalah Jenny Andromeda, lalu siapa yang selama ini bertemu denganku? Siapa yang datang dalam kencan singkat itu?" Mungkin karena merasa sudah di permainkan oleh seseorang, Tristan melupakan cara bicaranya yang kaku. Ia mulai bicara dengan dingin.
Jarvis yakin saat ini Tristan marah. Ia melihat ke arah putri keluarga Andromeda itu dengan penuh selidik.
__ADS_1
"Emmm ... Itu ...." Bola mata Jenny melirik ke samping. Menghindari tatapan Tristan yang menajam ke arahnya. Mendadak Jenny ragu. "Orang yang menggantikan aku di kencan buta itu."
"Orang yang menggantikan mu?" tanya Tristan terkejut dan tidak percaya.
**
"Hatsyii!" Mendadak Ara bersin. Padahal sejak tadi tidak ada tanda-tanda bahwa ia akan flu. Namun entah mengapa mendadak ia bersin. "Sepertinya ada seseorang yang sedang membicarakan ku. Sialan! Tidak ada kerjaan sekali mereka harus membicarakan aku," gerutu Ara sambil menggosok hidungnya yang gatal.
Ia sedang menonton tv sendirian di rumah. Tangannya tidak berhenti menghubungi Jenny. Gadis itu mendadak tidak bisa di hubungi dalam waktu yang bisa di bilang lama. Karena biasanya ia akan muncul tanpa pemberitahuan terlebih dahulu di rumah ini. Sekarang bahkan sudah berhari-hari gadis itu absen.
.......
.......
.......
......................
__ADS_1