KENCAN BUTA

KENCAN BUTA
Bab. 20 Dugaan Tristan


__ADS_3

Ara hendak segera keluar dan pulang. Namun kerumunan yang berada di depan gedung perusahaan membuatnya urung. Dia ikut berhenti seperti yang lainnya.


"Ada apa ini?" tanya Ara bingung dan heran. Banyak reporter dan wartawan yang berkerumun. Ini pertama kalinya Ara melihat hal yang biasanya terlihat di drama-drama yang biasa ia lihat di televisi. Padahal ia ingin bersantai malam ini di kamar sambil nonton drama on going.


Tristan sendiri yang mengikuti Ara ikut berhenti. Terkejut dengan kerumunan wartawan dan reporter di depan gedung perusahaan.


"Jarvis, apa mereka sudah tahu?" tanya Tristan dingin.


"Maaf Tuan. Tuan Haga tadi sudah ingin memberitahu Anda tentang ini. Sepertinya para wartawan dan reporter tahu soal itu."


"Sepertinya kalian tidak bisa membungkam mereka ya ..." Tristan menghembuskan napas kasar kemudian. Setelah bola matanya tadi terhambat oleh para wartawan dan reporter di luar, kali ini manik mata Tristan kembali fokus pada gadis yang masih berdiri di tempatnya tadi.


"Kita sudah berusaha menyembunyikan tentang itu, tapi maaf mereka semua tidak bisa di kendalikan," ujar Jarvis menunduk meminta maaf.


"Siapa nama karyawan magang itu?" tanya Tristan tanpa menoleh pada sekretarisnya. Dia tetap melihat ke arah Ara yang berdiri dengan wajah bingung melihat di depan gedung perusahaan yang tertutup oleh wartawan itu.


Pertanyaan ini membuat Jarvis mendongak dengan raut wajah heran. Dia yang tadi sedang menunduk meminta maaf berpikir akan mendapat amukan dari atasannya, tapi ternyata Tristan tidak membahas soal para reporter itu.


"Ya, Tuan?" Jarvis tidak yakin dengan pendengarannya sendiri.


"Kamu tidak mendengarkan aku?" tanya Tristan dengan wajah tidak senang.


"Maafkan saya, Tuan."

__ADS_1


"Siapa nama karyawan magang itu?" tunjuk Tristan ke arah gadis dengan tas Hobo-nya. Kepala Jarvis menoleh mencari sosok yang di tunjuk oleh jari atasannya.


"Gadis dengan rambut di kuncir ekor kuda itu, Tuan?" tanya Jarvis memastikan.


"Hmmm ... " Tristan menjawab dengan geraman.


Jarvis berpikir keras. Waktu mereka bertemu di dalam lift itu, ia memang sempat membaca nama gadis itu dari name tag-nya. Namun sekarang, tentu saja ia lupa. Karena gadis itu bukanlah hal penting yang perlu di ingatnya. Namun sepertinya ia keliru.


"Cari tahu siapa dia," potong Tristan menyadari Jarvis belum mengetahui secara detail siapa gadis itu.


"Baik, Tuan. Saya akan segara mencari tahu siapa dia," kata Jarvis menyanggupi.


Monitor tv di lobi sedang menyala. Disana sedang menayangkan sebuah iklan. Beberapa detik kemudian iklan itu berubah menjadi sebuah berita infotainment. Wajah tampan Tristan terpampang jelas di layar. Berikut seorang host memberitakan hal menggemparkan.


Ara yang berada di dekat lobi ikut mendongak untuk melihat berita itu. Tristan. Dia jadi topik hangat berita sore ini rupanya. Apakah itu pernikahannya dengan Jenny. Sungguh miris. Aku tidak mendapat undangan dari mereka. Padahal aku juga adalah bagian dari hubungan mereka. Ara mendengus.


Dengan sedih karena Jenny mengabaikannya, Ara mencoba untuk tetap menonton berita itu.


" ... Terungkap bahwa direktur Haga corporate, Tristan Cassilas, telah membatalkan pernikahan dengan putri keluarga Andromeda. Pesta yang sudah mengeluarkan biaya yang sangat banyak itu langsung terbuang sia-sia. Ini membuat hubungan kedua keluarga ini terlihat sedikit tegang ..."


"Sial," ujar Tristan menggeram. Jarvis meringis di dalam hati. Ia sudah di peringati oleh Tuan Haga soal ini. Namun pria itu tidak menduga akan seperti ini.


Batal? Pernikahan mereka batal? Tristan dan Jenny? Benarkah?

__ADS_1


Manik mata Ara mendelik karena syok. Dia pikir berita infotainment itu akan memberikan banyak gambar-gambar pernikahan Tristan dan Jenny yang mewah dan bahagia. Namun ternyata mereka sedang mengabarkan berita pembatalan pernikahan.


Apakah itu hoak? tanya Ara pada dirinya sendiri. Apakah mereka tidak salah memberitakan hal itu? Dengan wajah kebingungan Ara menoleh ke kanan dan kiri. Ia tidak bisa berpikir jernih menanggapi berita yang baru saja diwartakan.


Tangan Ara langsung mengambil ponsel dari tas Hobo-nya. Mencoba menghubungi Jenny untuk bertanya lebih lanjut. Jika memang pernikahan itu batal, bukankah Jenny akan sedih karena itu memalukan? Nihil. Jenny tetap tidak bisa di hubungi.


"Bagaimana kabarmu Jenny ...," kata Ara gelisah. Tanpa menyadari bahwa yang perlu di cemaskan adalah dirinya sendiri. Tristan masih melihat ke arahnya. Pria itu sedang memperhatikannya.


Saat memperhatikan Ara, Tristan menemukan wajah terkejut gadis itu karena berita soal dirinya di layar kaca.


Sekarang, wajah gadis itu sangat mirip dengan perempuan yang datang ke kencan buta saat itu. Aku yakin itu dia. Perempuan yang sudah membohongi dan mempermainkan aku adalah dia!


Ara yang kebingungan terkejut tatkala ponselnya berdering. Karena mencemaskan Jenny, tanpa melihat ke layar ponsel, Ara menerima panggilan itu.


"Halo Jenny. Bagaimana kabar kamu?" tanya Ara segera.


"Aku tidak tahu, karena aku bukan Jenny," sahut suara di sana membuat Ara terkejut. Itu suara pria.


.......


.......


.......

__ADS_1


......................


__ADS_2