KENCAN BUTA

KENCAN BUTA
Kekasih?


__ADS_3

Ara berusaha mati-matian bersikap tepat saat makan siang. Karena kakek tua itu menyorotinya berkali-kali. Karena ada telepon penting, tuan Haga keluar. Ini membuat Ara mendesah lega. Tristan melirik Ara yang berada di sebelahnya.


Dia pasti tertekan dengan kakek. Aku tidak menyalahkannya. Siapa yang bisa betah dengan kakek yang seperti itu.


"Aku baru tahu Tristan punya kekasih lagi setelah berita heboh itu," celetuk Aurora. Ara mendongak. Tristan menoleh ke arah Aurora dengan cepat dan tersenyum.


"Aku tidak perlu membuat itu menjadi berita yang bisa di konsumsi publik, Aurora."


"Tapi itu kamu, Tristan. Banyak orang mengenalmu. Media pasti sibuk mencari berita tentangmu jika memang punya kekasih baru." Aurora memaksakan pendapatnya.


"Sebenarnya apa mau kamu bicarakan?" tanya Tristan tidak suka. Aurora melirik ke arah Ara.


Ah ... aku lelah sekali sudah makan siang dengan tegang tadi. Sekarang harus menghadapi wanita ini, keluh Ara di dalam hati.


"Tidak ada. Hanya heran." Aurora mengedikkan bahu. Lalu menyeruput minuman di gelasnya. Tristan menatap wanita ini dengan tatapan tajam.


"Kamu lelah? Sebaiknya kita pergi sebelum jam istirahat sudah habis." Tiba-tiba Tristan mengambil keputusan untuk pergi. Ara terkejut karena pria ini tahu dia lelah.


"Tapi kakek ..." Ara ingin menolak.


"Kita akan berpamitan pada kakek lalu pulang," ujar Tristan memaksa tubuh Ara bangkit dari sofa dan berjalan menjauh dari tempat mereka. Tuan Haga muncul setelah selesai dengan telepon pentingnya.


"Mau kemana kamu Tristan? Makan siang belum selesai. Aurora juga belum pulang," tegur kakek yang melihat ke meja makan mereka tadi.

__ADS_1


"Jam istirahat akan habis, Kek. Aku harus bekerja setelah mengantarkan dia," ujar Tristan tenang. Tuan Haga memperhatikan Ara dengan seksama. "Kakek tentu tidak senang jika aku mengabaikan pekerjaan penting bukan?" pancing. "Orang dari perusahaan textil akan datang. Jadi aku tidak bisa berlama-lama di sini."


"Textil?"


"Benar. Kita permisi kakek," ujar Tristan tetap menggenggam tangan Ara.


"Saya permisi." Ara menundukkan kepala untuk tetap bersikap sopan pada tuan Haga. Namun Tristan menariknya untuk segera pergi dari sana.


......................


"Hhh ... Lepaskan tanganku," kata Ara saat mereka sudah sampai di area parkir. Tristan melepaskan tangan Ara.


"Masuklah. Kita akan segera pergi dari sini." Setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil, Tristan langsung menjalankan mesin menjauh dari area gedung. Namun saat di jalan, Tristan tidak membelokkan mobilnya ke arah perusahaan.


"Sebentar lagi kamu tahu."


***


Ternyata Tristan membawa dirinya ke arah pujasera.


"Kenapa kita ke sini? Bukannya tadi kita sudah makan?" tanya Ara makin heran. Ia masih menoleh ke kanan dan kiri melihat sekitar dengan bingung setelah turun dari mobil mengikuti Tristan.


"Kamu sudah kenyang?" tanya Tristan. Ara menoleh. Namun ia tidak segera menjawab. "Aku belum kenyang. Jadi aku ingin makan di sini."

__ADS_1


"Ah, aku juga tidak. Makanan tadi terlalu sedikit untuk membuat perutku penuh. Itu hanya sebuah dekorasi yang cocok untuk pajangan saja," ucap Ara yang masih merasa lapar.


"Aku akan memberimu makanan lagi karena sudah bersandiwara dengan benar untuk pertama kalinya di depan kakek," ujar Tristan.


"Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya sekedar tersenyum saat ditatap tajam oleh beliau," kata Ara. Tristan diam.


"Bersikap seperti itulah saat bersamaku menghadapi kakek."


"Yang mana?" tanya Ara tidak mengerti.


"Pegang lenganku seperti kekasih pada umumnya."


"Oh itu ..." Ara ingat soal tindakan yang muncul begitu saja. "Itu hanya improvisasi saja." Ara mengibaskan tangannya mengatakan sikapnya bukanlah spesial.


"Teruslah berimprovisasi jika perlu," kata Tristan sambil berjalan. Ara mengikuti di belakangnya sambil bergumam lirih.


"Terus improvisasi? Enak saja. Aku harusnya di bayar jika terus melakukan itu ... Sungguh mengesalkan," keluh Ara. Tristan melirik. Dia tahu gadis ini sedang bergumam, tapi ia tidak mengerti apa yang di katakan gadis ini.


.......


.......


...B E R S A M B U N G...

__ADS_1


__ADS_2