
Sebelum jam makan siang, Jarvis muncul di depan Ara. Dengan alasan meminjam Ara, Jarvis membawa gadis ini keluar.
"Kita kemana?" tanya Ara bingung.
"Menyiapkan dirimu untuk makan siang."
"Jadi aku akan makan siang sendiri tanpa Tristan?" tanya Ara di bangku belakang.
"Dia atasanmu. Meskipun kalian pernah bersama saat kamu menyamar menjadi putri keluarga Andromeda waktu itu, sekarang kamu adalah seorang bawahan dan dia adalah atasan. Jadi perhatikan kata-katamu," kata Jarvis membuat Ara yang tadinya melihat ke jalanan, langsung melihat ke depan dengan wajah di tekuk tidak senang.
Sial.
"Ya," sahut Ara asal. Jarvis menipiskan bibir tidak suka cara Ara menjawabnya. Mobil sampai di depan sebuah salon. Ara mengerti bahwa sepertinya ia akan di permak. Ya ... tampilannya akan terlihat buruk jika ia tetap memaksa memakai apa yang dikenakannya sekarang. Padahal ia akan menyamar menjadi kekasih Tristan yang notabene adalah orang kaya.
Apa yang diduga Ara benar. Jarvis meminta seseorang untuk melayaninya. Tanpa bimbingan Jarvis lagi, beberapa orang menyiapkan segala sesuatunya untuk Ara.
Di ruang kerja perusahaan, Tristan sedang menelepon Jarvis untuk menanyakan pemain drama sewaannya.
"Bagaimana dia? Apa sudah siap?" tanya Tristan.
__ADS_1
"Sudah Tuan. Kita sudah sampai di lorong lantai atas. Kami baru saja keluar dari lift," ujar Jarvis di seberang.
"Baiklah. Aku akan keluar." Tristan mengambil jasnya di bahu kursi. Memakainya dan keluar ruangan. Saat baru saja selesai menutup pintu, di lorong sudah ada Jarvis dan Ara. Sambil merapikan jasnya, Tristan melihat Ara yang sudah berganti pakaian. Lantai atas sangat menjaga ke-privasian Tristan. Hingga saat ini hanya mereka bertiga yang ada di sana beserta beberapa penjaga kepercayaan pria itu.
Manik mata Tristan tak berhenti melihat Ara yang sudah di sulap untuk siap makan siang bersama kakeknya. Bukan hal mewah atau glamor. Hanya saja cukup membuat Ara berbeda dari penampilan biasanya.
"Kami datang, Tuan," kata Jarvis. Tristan mengerjap dan mengangguk menerima sapaan Jarvis dengan cepat. Tentu ia tidak ingin ketahuan memandangi Ara yang tidak melihat ke arahnya sama sekali. Mungkin gadis itu kesal karena ini mendadak.
"Aku bawa mobilku, tidak perlu menemaniku," kata Tristan.
"Baik, Tuan."
"Masuklah," pinta Tristan saat mereka berdua sampai di tempat parkir. Beberapa karyawan sempat melihat Tristan dengan seorang Ara perempuan, tapi mereka tidak terlalu mengenal siapa Ara. Jadi mereka berpikir bahwa atasan mereka sedang bersama seorang perempuan yang mereka pikir adalah kekasihnya. "Tunggu," cegah Tristan saat tangan Ara sudah memegang handle pintu. Kepala Ara menoleh. "Masuklah lewat pintu depan," kata Tristan menunjuk pintu depan dengan dagunya.
"Kenapa?" tanya Ara polos. Tristan menghela napas. Lalu ia mendekati Ara. Gadis ini mundur selangkah merasa ini bukan hal baik.
"Tidak mungkin kekasihku duduk di belakang sementara aku di depan. Kamu harus mulai bersandiwara sejak berada di dalam mobilku Ara," desis Tristan.
"Oh, begitu," sahut Ara enteng. Setelah mengatakan itu, gadis ini mundur. Membiarkan Tristan menjauh darinya dulu lalu berjalan ke pintu depan dan masuk saat Tristan mempersilakan.
__ADS_1
Tidak ada pembicaraan lain saat berada di dalam mobil. Dering ponsel Tristan membuyarkan keheningan tercipta.
"Halo," sapa Tristan dengan headset bluetooth yang terpasang pada telinganya.
"Kamu tidak ingkar bukan? Kakek sedang menunggumu di sini!" sembur tuan Haga.
"Aku sedang dalam perjalanan Kakek." Ara melirik. Dari sana ia tahu siapa yang menelepon pria ini. Itu Tuan Haga yang sempat di bicarakan Jarvis tadi. Kakek pria ini.
"Baguslah. Cepat karena aku tidak mau dia menunggu lama," kata Kakek membuat Tristan geram. Dia? kakek benar-benar membawa seorang perempuan untuk di jodohkan denganku lagi? Ini mengesalkan.
"Aku tahu Kakek." Mobil bergerak lebih cepat daripada tadi. Sampai Ara harus perlu mencari pegangan untuk membuatnya tidak terayun-ayun karena mobil berjalan cepat.
Ini tidak menyenangkan. Kenapa pria ini tiba-tiba harus mempercepat laju mobilnya dengan kecepatan seperti ini ... gerutu Ara di dalam hati.
.......
.......
...B E R S A M B U N G...
__ADS_1