KENCAN BUTA

KENCAN BUTA
Bab. 16 Mereka bertemu


__ADS_3


Keluarga Andromeda? Bukannya itu keluarga Jenny? Apakah akhirnya mereka berdua menikah? Ara bercermin seraya berpikir soal pasangan Tristan yang di katakan orang kantor.


Benarkah Jenny menikah dengan Tristan? Bukankah yang Tristan tahu Jenny adalah aku? Lalu mengapa Tristan tidak curiga saat melihat Jenny? Mengapa semuanya tetap berjalan setelah kebohongan di kencan buta itu?


Setelah selesai memakai pelembab, ia memulas bedak di wajahnya. Banyak pertanyaan yang timbul karena berita yang di bawa oleh Rose. Pernikahan Tristan dan putri keluarga Andromeda yang tak lain adalah Jenny sahabatnya.


Ara berangkat ke tempat magang dengan naik motor maticnya. Penampakan gedung perusahaan tempatnya magang sudah kelihatan dari tempatnya sekarang. Sebuah mobil melewatinya dan tidak sengaja menyenggol bodi sepeda motornya.


Bruk!


Hanya menyenggol sedikit. Namun bagaimanapun itu tetap disebut menyenggol. Dimana mobil itu berukuran besar, sementara motor maticnya berukuran kecil. Itu membuat Ara oleng dan ambruk ke arah kiri.


"Hei!" teriak Ara. Dia langsung berdiri sambil membetulkan helmnya yang miring. Bahkan rambutnya juga acak-acakan karena terjatuh. Namun mobil itu terus berjalan. "Ih, sialan!' Setelah berteriak dan tidak di tanggapi, dia memilih menangani motornya yang ambruk ke aspal. Bagaimanapun itu adalah barang berharga miliknya. Meskipun bukan barang keluaran baru, dia tetap memakainya karena terpaksa.


Entah mendengar teriakan keras dari Ara atau karena tahu sedang melakukan kesalahan, mobil itu berhenti. Padahal sudah lumayan jauh. Perlahan mobil itu berjalan mundur. Sementara Ara masih berusaha membuat sepeda motornya berdiri lagi.


"Agh!" teriak Ara mengeluh sebal. Motornya ada goresan panjang yang dalam. Rupanya jatuhnya motor tepat pada pinggiran jalan trotoar. Suara deru mobil membuat Ara yang berhasil dengan motornya menoleh cepat.


Dia menunggu pemilik mobil bagus itu keluar. Wajahnya masam karena kesal saat menunggu.

__ADS_1


"Keluarlah, kamu. Aku akan marah, karena kamu membuat barang berharga ku tergores," desis Ara berang.


Pemilik mobil tidak langsung keluar. Menunggu beberapa detik, baru muncul. Sepatu pantofel dengan sentuhan handmade yang membuatnya terlihat unik dan mahal terlihat lebih dulu dari balik pintu mobil. Oh, dia seorang pria.Ara menunggu dengan tidak sabar kemunculan manusia penyebab motornya tergores sangat dalam.


"Akhirnya kamu keluar," kata Ara. Ia sungguh marah. Lalu keseluruhan dari si empu mobil nampak. Mata Ara melotot. Dia terperangah melihat siapa yang sedang keluar dari mobilnya itu. Tristan! Ara tidak jadi marah. Ia berbalik dan ingin segera pergi dari sana. Tangannya sudah pada motor maticnya. Naik dan ...


"Tunggu," cegah Tristan. Ara tidak peduli. Dia harus segera menjauh. "Aku bilang, tunggu!" Namun Tristan dengan gerak cepat mampu mencegah gadis ini kabur.


Oh, tidak!! Ara menunduk berusaha menyembunyikan wajahnya. Tristan sudah memegangi stang motornya. Membuat Ara tidak bisa menjalankan motornya untuk pergi.


"Sepertinya saya baru saja melakukan kesalahan. Maaf," ujar Tristan selanjutnya. Ara dengan tetap menunduk mengangguk pelan.


Sudahlah ... Pergi saja. Aku tidak butuh permintaan maaf mu. Aku tidak ingin bertemu denganmu, rengek Ara di dalam hati. Tristan diam sambil memperhatikan Ara yang terus saja menunduk.


Beberapa detik, tidak ada suara apapun. Namun Ara tahu Tristan masih berdiri di dekatnya. Kening Ara mengernyit. Heran. Kenapa pria ini tidak bicara apapun? Karena penasaran, ia mendongak. Dan ternyata pria ini sedang menatapnya.


"Akhirnya Anda melihat ke arah Saya," ujar Tristan yang ternyata menunggu gadis ini mendongak. Sial. Ara langsung menunduk. "Kita pernah bertemu?" tanya Tristan. Apakah dia tahu Ara adalah pasangannya saat kencan buta?


"E ... itu ... " Ara gugup. Ia hanya memegangi motor maticnya dengan erat.


"Tuan Tristan!" teriak Jarvis yang muncul dari arah gedung. Tristan menoleh. Ini memberi keberuntungan Ara untuk tidak menjawab pertanyaan itu. Namun untuk kabur tidak bisa. Meskipun sektretaris pria ini sudah mengajaknya bicara, tapi Tristan tidak berhenti memantaunya. "Anda sedang terkena masalah, Tuan?" tanya Jarvis cemas.

__ADS_1


"Ya. Aku menyenggol bodi motornya. Jadi dia terjatuh bersama motornya. Sepertinya motornya juga tergores lumayan dalam." Tristan menunjuk ke arah bodi motor Ara yang tergores. Jarvis memperhatikan.


"Mm ... Kamu karyawan perusahaan, kan?" tebak Jarvis yang langsung mengenali Ara.


"Ah, iya. E ... karyawan magang," ralat Ara. Namun secepatnya Ara menyesal sudah membuka indentitas nya. Mendengar kalau Ara adalah karyawan, Tristan memperhatikan.


Jadi itulah aku merasa pernah bertemu dengannya? tanya Tristan dari dalam hati. Merasa di perhatikan, Ara makin menunduk. Jarvis melirik. Merasa aneh Tristan memperhatikan gadis itu.


"Maaf, sudah membuat bodi mobil kamu tergores," ujar Tristan ketiga kalinya. "Jarvis bisa mengurusi semua perbaikan bodi motor kamu."


"Saya tidak masalah, Pak. Tidak apa-apa," kata Ara yang sebenarnya bukan berbaik hati. Gadis ini sedang ingin mengusir Tristan secepatnya. Dia tidak ingin bicara panjang lebar. Meskipun akhirnya pria ini menikah dengan Jenny, dia takut ketahuan soal dirinya yang menjadi pengganti pasangan di kencan buta itu. Setidaknya, biarlah itu menjadi aib untuknya sendiri.


Ponsel Tristan berdering. Tristan menerima panggilan itu dengan berjalan ingin menjauh, tapi beberapa detik dia berhenti.


"Maaf, Saya ada telepon. Dia bisa mengurusi soal kecelakaan barusan. Maaf." Setelah mengucapkan itu, Tristan menjauh. Ara dan Jarvis mengikuti langkah pria itu yang meninggalkan mereka berdua untuk masuk ke dalam mobilnya.


.......


.......


.......

__ADS_1


......................


__ADS_2