King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Kekesalan Bibi


__ADS_3

"Tuan, terima kasih karena sudah mengantarnya pulang, apakah dia membuat onar di luar?" tanya Elizabert dengan sopan.


"Bibi, wanita itu ingin membatalkan pesanannya!" kata Careless.


"Apa, kenapa?" tanya Elizabert


dengan penasaran.


"Dia mengatakan jika aku datang tidak tepat waktu!" jawab Careless.


"Apa kau menyasar lagi?" tanya


Elizabert.


"Tidak! kali ini aku tidak menyasar. aku masuk ke dalam restoran itu dan langsung menuju ke ruangannya. aku tidak salah masuk!" jelas Careless.


"Lalu, apa yang kau lakukan?" tanya Elizabert yang sudah paham dengan sifat keponakannya itu.


"Aku memaksanya untuk membayar uangnya!"


"Lalu, apa lagi?"


"Karena dia tidak mau membayar, teman lainnya juga menghinaku!"


"Menghinamu? dan bagaimana dengan kondisi mereka sekarang?" tanya Elizabert yang sudah tahu tingkah keponakannya itu.


"Mereka hanya terluka ringan saja!" jawab Careless dengan santai.


"Dan apa saja yang kau lakukan?" tanya Elizabert.


"Hanya pertarungan kecil!" jawab Careless dengan tanpa merasa bersalah.


"Apa mungkin hanya pertarungan kecil?" tanya Elizabert yang tidak percaya.


"Piring, dan semua gelas telah pecah, hanya itu saja!" jawab Careless dengan santai.


"Apa memang hanya itu?" tanya Elizabert dengan tidak yakin.


"Kaca besarnya juga pecah, hanya itu saja!" jawab Careless dengan tanpa merasa berdosa.


"Careless...," teriak Mommy sangking kesalnya sambil menarik telinga keponakannya itu.


"Aaargh...sakit...," teriak Careless yang merasa kesakitan.

__ADS_1


"Kau selalu saja menghancurkan barang orang, kenapa kau suka sekali menimbulkan masalah...,"bentak Elizabert dengan nada tinggi sambil menarik telinga gadis itu.


"Bibi, bukan salahku. mereka yang duluan menghinaku, makanya aku balas!" jawab Careless yang sambil menahan sakit.


"Bibi, benar kata nona, memang mereka dulu yang mencari masalah dengannya!" ujar Deniel.


"Walaupun begitu kau juga tidak boleh menghancurkan restoran itu, apa kau sudah lupa akibat ulahmu aku dan pamanmu harus menjemputmu pulang dari kantor polisi dalam sebulan beberapa kali. dan terjadi setiap bulan. kalau kau tidak malu bibi dan pamanmu juga malu. dan muka kami mau taroh di mana lagi," bentak Elizabert.


"Bibi, mereka menindasku, jadi bibi jangan menyalahkan aku," kata Careless.


"Careless, kau selalu saja menimbulkan masalah di mana-mana, kenapa kau tidak ada pintar-pintarnya, padahal kau bukan anak kecil lagi!" bentak Elizabert.


"Sudah ku bilang aku tidak bodoh, aku hanya tidak pintar," jawab Careless yang tidak mau kalah.


"Hari ini aku harus memberi pelajaran padamu..." bentak Elizabert yang melangkah masuk mengambil rotan panjang yang biasa digunakan untuk memukul keponakannya itu.


"Hari ini jika aku Elizabert tidak memberimu pelajaran, maka kelak kalau aku meninggal aku malu berhadapan dengan ayah dan ibumu...,"teriaknya sambil mengejar keponakannya itu.


"Kalau sudah waktunya jangan lupa beritahu aku," kata Careless yang sedang berlari ke sana ke mari.


"Beritahu apa?" tanya Elizabert sambil mengejar Careless.


"Beritahu aku jika dirimu sudah mau meninggal," jawab Careless dengan ceplas ceplos.


Elizabert dengan kesal dan sambil mengejar keponakannya itu.


Aksi mereka terlihat jelas oleh Mark dan Daniel yang masih berdiri di sana.


"Tolong....singa mengamuk..." teriak Careless yang melarikan diri.


"Dasar durhaka! kalau kau berani diam di sana!" ketus Elizabert yang mengejar keponakannya ke sana ke sini.


"Aku tidak begitu bodoh harus berdiam untuk dipukul," ketus Careless yang lari ke sana sini.


"Careless, kau sangat liar. selain menimbulkan masalah apa lagi yang kau tahu, " bentak Elizabert yang menghentikan langkahnya karena kewalahan.


"Aku juga bisa bekerja!" jawab Careless yang tidak mau kalah.


"Bekerja? iya...setiap antar pesanan kau pasti salah tempat. menyuruhmu mengantar bunga ke pesta pernikahan kau malah mengantar ke kuburan," bentak Elizabert.


"Setidaknya bunga pesanan orang sampai tujuan!" jawab Careless yang sedang berdiri tidak jauh jaraknya dari Elizabert.


"Pekerja lain dalam sehari bisa mengantar lima belas tempat, tapi kau hanya bisa mengantar satu atau dua tempat. apakah itu namanya kerja," ketus Elizabert.

__ADS_1


"Bibi yang salah bukan aku! padahal sudah tahu aku sering salah dengar. tapi bibi masih tidak mengizinkan aku membantu jualan saja di toko, jadi jangan salahkan aku!" jawab Careless yang merasa kesal.


"Jualan di toko? setiap kau jualan di toko kau selalu saja tidak bisa menghafal nama bunga. di saat pelanggan ingin meminta bunga mawar untuk melamar kekasihnya kau malah memberinya bunga untuk pemakaman," ketus Elizabert.


"Itu salah dia bukan salahku, dia tidak mengatakan warna bunganya!" jawab Careless yang tidak mau kalah.


"Kau memang sangat bodoh, sama sekali tidak mirip dengan ayah dan ibumu!" bentak Elizabert.


"Keturunan dari bibi," jawab Careless.


"Dasar anak durhaka! hari ini aku jika tidak menghukummu aku tidak akan puas," bentak Elizabert yang ingin memukul kaki Careless dengan rotan.


"Tidak kena...tidak kena..." jerit Careless yang sambil meloncat-loncat.


Karena merasa kesal, Elizabert ingin memukul tubuh gadis itu, akan tetapi Careless langsung melarikan diri.


"Kejar aku kalau bisa!" ujar Careless yang sedang berlari.


"Bos, apakah ini kehidupan mereka?" tanya Daniel yang merasa heran.


"Tidak tahu! keluarkan sepedanya!" perintah Mark.


"Baik, Bos," jawab Daniel.


Mark mengeluarkan sepeda Careless yang sudah tidak berbentuk itu. dan Elizabert yang melihat model sepeda yang sudah rusak parah lagi-lagi emosinya semakin memuncak.


"Careless...," teriakan Elizabert


yang memenuhi satu jalan.


"Aku hanya di sini kenapa berteriak lagi," bentak Careless yang jaraknya tidak jauh dari bibinya..


"Katakan, kenapa sepedamu seperti ini? siapa yang kau tabrak?" tanya Elizabert dengan nada tinggi.


"Aku menabrak unta di tengah jalan!" jawab Careless.


"Katakan sejujurnya, cepat!"


"Aku melempar ke mobil orang yang membatalkan pesanan bunga itu, karena dia membelah ban sepedaku. makanya aku merusakan mobilnya dengan cara melempar ke arah mobilnya!" jawab Careless.


"Apa kau sudah gila, masih tidak cukup kau menghancurkan kaca besar orang, kau masih saja merusakan mobil orang dan sepeda sendiri!" teriak Elizabert dengan nada kesal.


"Bibi, lagi pula sepeda ku juga tidak bisa dipakai lagi karena ban sudah terbelah dua. jadi, aku lempar saja ke mobil si pelaku itu. setidaknya aku puas membalas dendam!" kata Careless.

__ADS_1


__ADS_2