
Malam hari.
"Careless, bisanya kamu tinggal di luar beberapa hari, apakah kamu tahu, kamu adalah anak gadis dan tidak seharusnya kau tinggal di luar," ujar Elizabert.
"Bibi, aku bukan sengaja. jangan salahkan aku lagi. dari sejak aku pulang sore tadi hingga sekarang sudah empat jam bibi tidak berhenti bicara," kata Careless.
"Elizabert, biarkan Careless pergi istirahat. sudah malam juga," ujar Robert.
"Careless, mulai besok kau jangan antar pesanan dulu!" pesan Elizabert.
"Besok kau harus temui seorang pria di restoran seberang jalan ini!" ucap Elizabert yang memberikan selembar foto seorang pria kepada Careless?
"Bibi, siapa pria ini? kenapa lebih jelek dari paman?" tanya Careless
"Jangan bicara sembarangan, dia adalah calon suamimu, kau harus bertemu dengan dia," jawab Robert.
"Tapi aku tidak suka, dia tidak setampan kakak tampan," kata Careless.
"Jangan pikirkan mafia itu lagi, kau tidak seharusnya bergaul dengan mafia. kita ini adalah orang biasa. jangan libatkan hidupmu dengan dunia gelap," kata Elizabert.
"Kenapa tiba-tiba saja ingin aku bertemu dengan pria ini?" tanya Careless.
"Sudah waktunya kau memiliki seorang kekasih, dengarkan saja usul bibimu. besok pergi saja temui pria itu dan coba berteman dengan dia," jawab Robert.
"Iya," jawab Careless.
"Kenapa tiba-tiba saja ingin melakukan perjodohan," batin Careless.
"Ada lagi, jangan lari ke mana-mana, lebih baik kamu bantu jaga toko mulai besok!" pesan Robert.
"Kenapa, Paman? biasa, kan aku harus mengantar bunga?"
"Careless, jangan banyak bertanya, ikut saja kata kami!" jawab Elizabert.
"Memangnya akan ada orang yang menculikku ya, sehingga suruh aku jangan antar pesanan?" tanya Careless.
"Bukan seperti itu, ikut saja kata kami. jangan bertanya lagi. dan ingat besok keluar jangan lupa pakai masker, kaca mata hitam dan topi!" ujar Elizabert.
"Bibi, kenapa aku sepertinya menjadi buronan tiba-tiba saja? apakah dulu papa dan mamaku memiliki musuh ya?" tanya Careless.
"Siapa yang berkata seperti itu, papa dan mamamu adalah orang yang paling baik di dunia," jawab Elizabert.
"Orang paling brengsek di dunia yang benar, meninggalkan anak sendiri di tengah jalan di anggap paling baik," ketus Careless dalam hati.
__ADS_1
"Bibi, aku ada mimpi buruk!" kata Careless dengan sengaja.
"Mimpi buruk apa?" tanya Elizabert dan Robert dengan serentak.
"Aku bermimpi kalau ada seorang anak perempuan di buang oleh orang tuanya di suatu tempat. tidak tahu kenapa aku bisa bermimpi seperti itu. apakah di dunia ini ada manusia yang tega membuang anak sendiri?" tanya Careless yang mengejutkan paman dan bibinya.
"Careless, apakah kamu bermimpi seperti itu?" tanya Elizabert.
"Iya," Careless.
"Itu hanya sekadar mimpi saja, jangan dipikirkan!" ucap Robert.
"Oh...mungkin iya, untung bukan orang tuaku yang membuangku, andaikan kalau orang tuaku, aku pasti tidak mengakui mereka. aku sudah mengantuk..selamat malam!" ucap Careless yang bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke kamar.
"Apa kamu dengar apa yang dikatakan olehnya?" tanya Elizabert.
"Aku dengar, tapi dia tidak tahu kalau mimpi dia itu ada hubungan dengannya. kita tetap diam saja jangan sampai terbongkar," jawab Robert.
"Iya, aku tahu!" jawab Elizabert.
Setelah masuk ke dalam kamar, Careless menghempaskan dirinya ke atas kasur.
"Reaksi paman dan bibi memang aneh, mereka takut kalau aku mengenal orang tua sendiri, sebenarnya yang mereka takut adalah aku mengetahui niat buruk yang mereka lakukan padaku," gumam Careless.
Sesuai permintaan bibi dan pamannya, Careless menuju ke restoran yang sudah ditentukan. siang itu Careless mengenakan topi, kaca mata hitam dan juga masker.
"Hanya melakukan pertemuan jodoh saja harus menyamar seperti tero*ris," gumam Careless.
Nada dering masuk ke handphone milik Careless.
Saat Careless membaca nama panggilan itu ia tersenyum dan kemudian menjawabnya," hallo, ada apa? cepat katakan aku sedang sibuk bertemu seseorang!"
"Apakah kau di luar?" tanya seorang pria yang tak lain adalah Mark.
"Iya, aku sedang melakukan pertemuan jodoh yang diatur bibi dan pamanku," jawab Careless.
"Apa? pertemuan jodoh? kau ada di mana sekarang?" tanya Mark dengan nada sedikit kesal.
"Untuk apa kamu bertanya?"
"Katakan padaku di mana kamu sekarang?"
"Untuk apa? aku sedang bertemu dengan calon suamiku, kamu jangan ganggu!"
__ADS_1
"Apanya yang calon suami, kau dan dia bahkan belum kenal."
"Untuk sekarang memang belum, dan mungkin besok kami pasti akan menjadi suami istri."
"Katakan di mana kamu sekarang?"
"Apakah kamu sedang bertanya?"
"Iya, aku sedang bertanya!"
"Untuk apa kamu bertanya?"
"Jawab saja pertanyaanku!"
"Tidak mau! tidak ada alasannya aku menjawab pertanyaanmu!"
"Careless, beritahu aku sekarang juga, kau ada di restoran atau di mana?"
"Untuk apa kamu bertanya?"
"Jawab saja!"
"Aku tidak mau menjawab pertanyaanmu, karena aku tidak ada alasan menjawab pertanyaanmu!"
"Jangan main-main lagi! katakan di mana kau sekarang?"
"Apa kamu sedang bertanya?"
"Iya, aku sedang bertanya padamu!" jawab Mark yang mulai kesal.
"Tidak ada hubungan denganmu, untuk apa kamu bertanya?"
"Jangan bertanya lagi, katakan saja kau ada di mana?"
"Tidak tahu! aku ingin masuk ke dalam, aku tidak ingin membuang waktu bicara denganmu!"
"Careless...."
"Aku tidak akan begitu bodoh membiarkan kamu tahu aku ada di restoran seberang toko bunga bibiku, sampai jumpa. aku ingin bertemu dengan kakak tampanku yang baru. dan besok aku ingin menikah dengannya," ujar Careless yang kemudian memutuskan panggilannya.
"Untuk apa kamu bertanya, sedangkan kita tidak ada hubungan sama sekali," ucap Careless yang sambil melihat handphonenya.
"Aku tidak begitu bodoh memberitahumu aku di mana," gumam Careless.
__ADS_1