King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Ciuman Mark


__ADS_3

"Tentu saja, tidak! sekarang aku lebih memikirkan ayam bakar buatan bibi," jawab Careless.


"Anak ini aneh sekali," gumam Elizabert dalam hati.


Tidak lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan toko bunga itu. Careless menghentikan langkahnya saat melihat mobil yang tidak asing lagi baginya.


Mark keluar dari mobil tersebut dan menghampiri gadis itu.


"Kenapa terburu-buru? kamu ingin ke mana?" tanya Mark dengan senyum.


"Kakak tampan, kenapa bisa ada di sini? kenapa semakin lama semakin kamu semakin tampan?" tanya Careless yang lagi-lagi terpesona dengan pria itu.


"Bukankah selama ini aku selalu begitu," jawab Mark.


"Kakak tampan, Apakah benar aku sudah menjadi pacarmu?" tanya gadis itu dengan berharap.


"Menurutmu?"


"Aku sangat ingin bersamamu, Tapi, apakah kita memiliki kesempatan itu?" tanya Careless.


Elizabert terdiam saat melihat pria itu yang berdiri di depan tokonya.


"Kenapa dia bisa datang lagi?" gumam Elizabert.


"Kakak tampan, kenapa kamu datang hari ini?" tanya Careless.

__ADS_1


"Aku datang untukmu," jawab Mark dengan senyum.


"Untukku? Apakah mulai merindukan aku?" tanya Careless.


"Aku merindukan jeruk asam," jawab Mark seraya bercanda dan membuat gadis itu terdiam dengan raut wajahnya yang tidak gembira.


"Kenapa? Apakah aku salah bicara?"


"Kalau kamu datang hanya untuk menghinaku, lebih baik kamu pergi saja," jawab Careless yang ingin melangkah pergi akan tetapi Mark langsung menarik gadis itu ke pelukannya.


"Jeruk asamku yang manis," ucap Mark yang langsung mencium bibir gadis itu dengan dalam.


Careless membulatkan mata besarnya saat dicium pria itu. sementara Elizabert hanya diam mematung di sana dan hampir tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Sesaat kemudian Mark melepaskan ciumannya dan menatap gadis itu dengan tersenyum.


"Kenapa, kamu tidak menyukainya? Mulai saat ini, kamu suka atau tidak, aku akan terus menciummu sampai puas," ucap Mark yang melanjutkan ciumannya. pria itu memeluk pinggang Careless dengan erat.


"Jantungku mulai tidak normal," batin Careless.


"Kakak tampan," seru Careless yang melepaskan ciumannya.


"Kenapa?"


"Kenapa kamu sangat hebat saat berciuman? apakah sebelumnya kamu sudah pernah melakukannya?"

__ADS_1


"Tidak pernah, ini adalah pertama kali," jawab Mark.


"Apakah kamu tidak berbohong padaku?"


"Tidak! Mana mungkin aku bohong padamu," jawab Mark yang mengecup dahi gadis itu.


"Lalu, kenapa hari ini datang menemuiku?" tanya Careless.


"Tujuanku ingin mendapat restu dari pihak keluargamu, selama ini aku belum pernah bertamu ke rumahmu. dan ini adalah saatnya," jawab Mark.


"Kakak Tampan, Apakah kamu akan bersamaku seumur hidup?"


"Iya, apakah kamu sudi?"


"Tentu saja aku sangat sudi, dan aku sudah menunggu begitu lama. akhirnya aku diberikan kesempatan," jawab Careless.


"Selama ini kesempatan ini hanyalah milikmu, Aku tidak ingin lagi membohongi diri sendiri dan juga kamu. Aku ingin meluapkan semua perasaanku. Aku ... mencintaimu, Careless," ucap Mark.


"Mencintaiku?" tanya Careless dengan mata berkaca-kaca. ia tidak menyangka bahwa pria yang dia cintai selama ini mengungkapkan perasaan pada dirinya.


"Apakah kamu mencintaiku?" tanya Mark.


"Aku sudah mencintaimu dari pertama kali bertemu denganmu, kamu begitu tampan mana mungkin aku tidak sudi hidup bersamamu," jawab Careless.


"Kalau begitu aku akan menyelesaikan urusanku dengan paman dan bibimu!".

__ADS_1


"Ada urusan apa kamu dan mereka?" tanya Careless dengan heran.


__ADS_2