King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Ciuman


__ADS_3

Keesokan harinya.


Detektif Khennet mendatangi kediaman Davidson untuk menemui Mark.


"Tidak tahu...apa tujuan Detektif Khennet datang kemari?" tanya Calvin


"Apakah Mark Davidson ada di sini?" tanya Detektif Khennet.


"Ada! tuan masih sedang istirahat," jawab Calvin dengan sopan.


"Ada yang ingin ku tanyakan pada dia, apakah bisa aku berjumpa dengannya?"


"Apakah terjadi sesuatu?"


"Aku hanya ingin bertanya beberapa pertanyaan."


"Detektif Khennet, silakan duduk dulu!" jawab Calvin yang melangkah pergi menuju ke lantai dua.


Sepanjang malam Mark berada di kamar Careless. ia duduk dan memandang gadis itu yang sedang tidur dengan begitu nyenyak.


"Sudah pukul sembilan masih saja tidur mati, dasar gadis penyuka tidur," gumam Mark.


"Kalau tidak mau temani aku kembali saja ke kamarmu," kata Careless yang mendengar kata pria itu.


"Kau sedang pura-pura tidur?" tanya Mark.


"Aku melihatmu duduk seperti orang kehilangan uang saja, wajah tampanmu menjadi hilang, makanya aku diam saja," jawab Careless yang bangkit dan berubah posisi duduk.


Mark menarik bantal dan melayangkan ke kepala gadis itu.


"Aarrghh...kenapa memukulku?" tanya Careless yang memegang kepalanya.


"Kau sangat aneh, seharusnya aku membiarkan saja air hujan mencuci otakmu," ujar Mark.


"Kalau air hujan mencuci otakku itu tandanya aku sudah mati," jawab Careless.


Tuk...tuk...


"Tuan, di luar ada Detektif Khennet, dia ingin bertemu dengan Anda," panggil Calvin yang berdiri di depan pintu.


"Paman gundul? kenapa dia ke sini?" tanya Careless


"Mungkin mencarimu," jawab Mark yang melangkah menuju ke pintu.

__ADS_1


"Apa yang terjadi semalam? kenapa aku tidak ingat ya?" gumam Careless.


"Kenapa paman gundul ke sini? lebih baik aku turun sekarang," ucap Careless yang menyusul langkah Mark.


Mark menuruni anak tangga menuju ke ruang tamu yang di mana Detektif Khennet sedang duduk di sana.


"Detektif, apakah ada yang perlu saya bantu?" tanya Mark yang mendekati Khennet.


"Tuan Davidson, maaf karena sudah menanggu, sebenarnya kedatanganku kali ini adalah--" ucap Detektif Khennet yang dipotong oleh Careless


"Paman gundul...," teriak Careless yang berlari ke ruang tamu.


"Kau...kenapa bisa ada di sini?" tanya Detektif Khennet dengan heran.


"Aku juga lupa kenapa aku bisa ada sini, dan kenapa paman ada di sini?"


"Kamu menghilang beberapa hari, paman dan bibimu sedang mencarimu," jawab Detektif Khennet.


"Aku menghilang? hah...aku lupa pulang, karena beberapa hari ini aku tidur di sini," jawab Careless yang duduk di sofa berhadapan dengan Detektif Khennet.


"Seharusnya kau menghubungi keluargamu! mereka sangat khawatir," ujar Detektif Khennet.


"Aku lupa," jawab Careless.


"Tuan Davidson, mengenai ledakan itu, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Detektif Khennet.


"Mungkin saja ada yang tidak suka padaku, sehingga ingin membunuhku, dan untung saja Careless menyelamatkanku. karena dia terluka oleh sebab itu dia tinggal di sini. aku tidak bisa menghubungi keluarganya karena tidak ingin mereka khawatir," jelas Mark.


"Ternyata begitu!" ujar Detektif Khennet.


"Maaf, karena telah merepotkan Anda sehingga datang ke sini mencari Careless," ucap Mark dengan senyum.


"Tidak ada apa-apa! lagi pula ini juga adalah kewajibanku," ujar Detektif Khennet.


"Careless," panggil Detektif Khennet yang melihat gadis itu sedang memikirkan sesuatu.


"Careless...," panggil Detektif Khennet.


"Paman jangan ganggu aku! aku sedang berusaha mengingat kejadian semalam," kata Careless.


"Apa lagi yang ingin kau ingat? bukankah semalam kau tidur di sini," ujar Detektif Khennet.


"Kenapa ciuman itu sangat nyata ya? apakah aku hanya mimpi?" batin Careless.

__ADS_1


"Tidak mungkin kakak tampan menciumku," batin Careless.


"Detektif Khennet, silakan diminum kopinya!" ucap Mark yang mengambil cangkir yang berisi minuman.


"Terima kasih!" ucap Detektif Khennet.


"Careless, setelah ini kau harus ikut aku pulang!" ujar Detektif Khennet yang sambil meneguk minumannya.


"Ha...apakah semalam kamu menciumku?" tanya Careless pada Mark.


"Uhuk...uhuk...uhuk...," suara batuk Mark dan Detektif Khennet yang mendengar ucapan gadis itu.


"Apa yang kau katakan?" tanya Mark yang merasa malu.


"Semalam kau menciumku ya? kenapa rasanya seperti sangat nyata?" tanya Careless yang terus terang.


"Careless, kau jangan bicara sembarangan, cepat pergi siap-siap, kita akan pergi sekarang!" ujar Detektif Khennet.


"Aku ingin memastikan apakah semalam itu hanya mimpi atau nyata," jawab Careless.


"Memangnya dengan cara apa kau memastikannya?" tanya Detektif Khennet.


"Kakak tampan, aku ingin pinjam sesuatu!"


"Apa yang kamu yang ingin pinjam?"tanya Mark yang canggung.


"Pinjam bibirmu," jawab Careless langsung mendorong ketua mafia itu ke sofa dan mencium bibirnya.


"Kau...," ucap Detektif Khennet yang terdiam mematung melihat gadis itu yang sedang mencium bibir ketua mafia itu.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Mark yang melepaskan ciumannya.


"Aku sudah ingat, kakak menciumku semalam di tengah hujan yang deras, rasa bibirmu sama seperti semalam agak manis dan tidak asin," kata Careless yang terus terang.


Mata Detektif Khennet masih membesar saat melihat ulah gadis itu.bagaimana pun ia tidak menyangka sama sekali bahwa gadis yang dia kenal begitu berani mencium ketua mafia yang dikenal sangat arogan.


"Paman gundul, matamu kenapa hampir melompat keluar? apakah istri paman tidak pernah menciummu? jangan harap aku akan menciummu," ujar Careless yang melirik tajam ke arah Detektif itu yang sedang binggung. gadis itu sama sekali tidak sadar dirinya sedang menimpa Mark yang berbaring di sofa.


"Apa yang kau katakan, tidak waras," ketus Detektif Khennet.


"Paman sudah tua, dan tidak tampan sama sekali, aku tidak ingin menciummu. dan bibirmu juga sangat pucat. pasti sudah jatuh tempo," kata Careless dengan ceplas ceplos.


"Apa kau bisa diam? apakah karena terluka kau menjadi tidak waras," ketus Detektif dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2