King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Biang Onar


__ADS_3

"Mereka pasti mengenalku, siapa dalang utama mereka?" batin Careless.


Careless menangis sambil berteriak," Aku tidak ingin hidup lagi, Papa angkat, kalau aku mati tolang rawatlah bibi dan pamanku. jangan memberitahu dia mengenai kondisiku. aku sudah tidak tahan lagi kalau selalu menjadi budak s.e.k.s. bagi bajin.gan ini."


"Dasar bocah, untuk apa dia serius kali," batin paman Khennet.


"Ini tidak benar, gadis ini gila. kami tidak menyentuhnya sama sekali," jawab salah satu pria itu yang menyangkal.


"Kalau bukan kalian kenapa kalian memgikutiku? pria yang menghamiliku adalah pria berpostur tinggi dan besar. serta burungnya sangat kecil. dan aku masih ingat semuanya," teriak Careless sehingga membuat semua pejalan kaki sana melirik ke arah tiga preman itu.


"Hei, jangan dengarkan dia! memang bukan kami. kami hanya kebetulan lewat jalan sini saja," teriak salah satu pria itu yang sangking malunya karena tuduhan dari Careless.


"Papa angkat, tolong potong saja burung liarnya, walau ukurannya hanya seperti sosis ayam yang dijual paman itu, tapi tetap bisa menghamili aku," tangisan Careless sambil berteriak.


"Dasar burung kecil, tapi masih saja begitu sombong, kebiri saja! kebiri saja!" teriak pejalan kaki sana sehingga mengema satu persimpangan itu.


Karena kehebohan Detektif Khennet langsung memasukan pria asing itu ke dalam mobil.


Setelah satu jam kemudian tiga pria itu ditahan di kantor polisi dan di interogasi. mereka duduk berhadapan dengan detektif yang mengambil keterangan mereka. dan salah satunya diinterogasi oleh Detektif Khennet.


"Siapa namamu? berapa usiamu dan apa pekerjaanmu?" tanya Detektif Khennet pada pria yang duduk di depannya.


"Namaku Careless, usia sudah dua puluh satu tahun tapi tiga bulan lagi, dan bekerja sebagai pengantar bunga," jawab Careless yang masih terisak.


"Aku bukan bertanya padamu," kata Detektif Khennet.

__ADS_1


"Namaku Andry, usia tiga puluh tahun, pekerjaan sebagai--" jawab pria itu yang dipotong oleh Careless.


"Pekerjaan sebagai menghamili anak orang," kata Careless.


"Apa kau bisa diam," ketus Detektif Khennet.


"Aku...hanya sebagai karyawan biasa," jawab Andry.


"Di mana tempat kerjamu?" tanya Detektif Khennet.


"Di perusahaan bosnya," jawab Careless.


"Siapa yang tidak tahu di perusahaan bosnya? tidak mungkin di perusahaan pamanmu," ketus Detektif Khennet.


"Apa kau bisa diam!" bentak Detektif Khennet.


"Kalau papa angkat tidak menangkapnya aku tidak akan diam, aku tidak mau hamil lagi," jawab Careless.


"Dia berbohong, semua ini hanya tuduhan yang tidak masuk akal," kata Andry.


"Tapi kenapa kau mengikutiku dari luar rumah hingga ke jalan besar, aku masih ingat dengan wajahmu, badanmu sangat tinggi dan besar tapi saat di atas ranjang kau seperti orang yang lemah dan loyo sekali," ketus Careless yang mempermalukan pria itu. semua orang yang dikantor sudah tahu ulah gadis itu. dan hanya bisa menahan tawa.


"Kau jangan menghinaku," bentak Andry dengan kesal.


"Kau tidak perlu marah, aku hanya mengatakan yang sebenarnya," ucap Careless.

__ADS_1


"Diam! kalian berdua apa bisa jangan bicara dulu," bentak Detektif Khennet.


"Iya!" jawab Careless dan Andry dengan serentak.


"Hubungi bosmu untuk datang ke sini!" perintah Detektif Khennet.


"Untuk apa hubungi bos kami, sedangkan kami tidak bersalah sama sekali," jawab Andry.


"Untuk membuktikan bahwa apa yang kau katakan itu adalah benar," ujar Detektif Khennet yang sambil minum air putih.


"Aku adalah bosnya," ucap seorang pria yang baru tiba. pria berkaca mata hitam dan memiliki paras yang serius


Careless memandang ke arah pria itu dengan tanpa beralih pandangan.


"Kenapa wajahnya tidak asing, di mana aku pernah melihatnya?" batin Careless.


Pria paruh baya yang baru datang itu memandang ke arah Careless yang sedang duduk di samping meja detektif Khennet.


"Paman, kenapa wajahmu mirip dengan mantan suami bibiku," tanya Careless dengan asal-asalan.


Uhuk...uhuk...


Suara batuk detektif Khennet yang menyembur air ke wajah Andry karena mendengar ucapan gadis itu.


"Dasar biang onar, sejak kapan bibinya memiliki mantan suami," batin detektif Khennet.

__ADS_1


__ADS_2