King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Pesanan Bunga


__ADS_3

Keesokan harinya


Careless hanya bisa tinggal di toko bunga karena tidak diizinkan keluar. Gadis itu hanya duduk sambil melamun.


"Bosan sekali kalau hanya duduk di sini melihat bunga-bunga itu. Sudah takdir kalau aku harus menemui kejadian seperti ini," gumam Careless.


"Tidak puas! Sangat tidak puas kalau tidak menemukan jawabannya. Siapa pria itu? Dia pasti mengenalku dan kakak tampan juga bisa muncul di sana. Tidak mungkin hanya karena ingin menjemput aku pulang. Sejak aku masuk berita sifat orang sekelilingku jadi berbeda. mereka mencemaskan ku terus. Sekarang aku menjadi penjaga toko bunga. Sangat membosankan," gumam Careless.


Tidak lama kemudian pelanggan biasa mendatangi toko bunga Elizabert.


"Nona, tolong kami antarkan bunga sesuai dengan yang kutulis ini ke restoran tempat pernikahan," kata pelanggan pria itu dengan senyum.


"Baiklah, segera dikirim!" jawab Careless.


"Apakah nona sudah tahu alamatnya?"


"Sudah tahu! bunganya akan tiba dalam setengah jam," jawab Careless sambil mencoret-coret kertas dengan pulpen. ia sama sekali tidak fokus.


"Baiklah, terima kasih!" ucap pria itu kemudian pergi.


"Andaikan toko ada orang aku pasti akan mengantarnya, Kasihan sekali tidak tahu siapa yang meninggal," ucap Careless yang tidak fokus dengan pesan pria itu tadi.


Setelah satu jam kemudian Elizabert kembali ke tokonya.


"Bibi, tadi ada pelanggan yang memesan bunga sesuai catatan ini ke alamat rumah duka," kata Careless yang memberikan nota pesanan dari pelanggan.


"Careless, apakah kamu yakin tidak salah? ini adalah bunga untuk menghias tempat pernikahan atau ulang tahun. Mana mungkin ke rumah duka?" tanya Elizabert, heran.


"Bibi, mungkin orang yang meninggal belum menikah oleh sebab itu keluarganya ingin membuat acara pernikahan untuknya," jawab Careless.


"Bibi benar-benar ragu denganmu!"

__ADS_1


"Kalau ragu biarkan saja, tidak usah diantar," ucap Careless.


"Kamu ini...ada-ada saja," ucap Elizabert.


"Bibi, biarkan saja aku yang mengantarnya!"


"Tidak perlu!" jawab Elizabert.


"Bibi saja yang antar," jawab Elizabert yang sambil mengumpulkan bunga sesuai pesanan yang tercatat.


"Bibi, kenapa aku tidak diizinkan keluar? Apakah akan terjadi sesuatu kalau aku keluar atau akan datang bencana besar?"


"Jangan bicara sembarangan! Tidak ada hal seperti itu. Kamu hanya perlu menjaga toko saja," jawab Elizabert yang sambil sibuk dengan tangannya.


Tidak lama kemudian Elizabert pergi mengantar pesanan pelanggan itu. di saat yang sama seorang wanita yang mendatangi toko dan melihat bunga-bunga yang ada di depan matanya.


"Bibi, ingin beli bunga apa?" tanya Careless yang duduk di meja kasir, ia malas untuk berdiri melayani pembeli.


"Nona, apakah bisa tolong antar bunga untuk teman saya yang meninggal?" tanya bibi itu dengan wajah sedih.


"Rumah duka di simpang tiga," jawabnya.


"Iya, baiklah, nanti setelah karyawan kami sudah pulang dia akan mengantar ke sesuai alamat," jawab Careless yang mencoret-coret entah apa yang dia coret.


"Baik, terima kasih, Nona. bagaimana dengan pembayarannya?"


"Nanti saja setelah bunga di antar!" jawab Careless.


"Bibi, tadi pesannya berapa buket bunganya?" tanya Careless.


"Satu buket saja!"

__ADS_1


"Iya, baiklah. Akan segera dikirim!" jawab


Careless.


Dua puluh menit kemudian Robert pulang kerja dan disambut oleh keponakannya itu.


"Paman!" seru gadis itu.


"Careless, bagaimana denganmu hari ini?" tanya Robert.


"Aku baik-baik saja! dari tadi aku hanya duduk dan menerima orderan," jawab Careless.


"Paman tahu kamu pasti bisa dan tidak akan menyulitkanmu," ucap Robert


"Paman, bibi masih belum pulang. ada yang memesan bunga untuk diantar ke restoran, aku pergi dulu!"


"Ke restoran? biarkan pamanmu saja yang mengantarnya," jawab Robert.


"Kenapa tidak membiarkan aku saja yang mengantarnya?" tanya Careless sedikit kesal.


"Kamu tetap di toko dan jangan ke mana-mana," kata Robert.


"Tapi, Paman....!"


"Bunga apa yang dia pilih?" tanya Robert


"Lily putih," jawab Careless yang mengejutkan pamannya.


"Ha?"


"Kenapa paman terkejut?" tanya gadis itu.

__ADS_1


"Lily putih merupakan bunga yang sangat umum digunakan saat pemakaman, terutama di Eropa yang kita tempati. Mana mungkin diantar ke restoran," jawab Robert, heran.


"Mungkin orangnya suka dengan aroma bunganya," jawab Careless.


__ADS_2