
Keesokan harinya
Mark membawa calon istrinya ke toko gaun pengantin. di dalam ruangan yang luas dan mewah terlihat gaun pengantin yang cantik dan elegan yang dipajang di dalam sana.
"Gaun pengantin," ucap Careless yang menghampiri gaun itu.
"Ini adalah milikmu," ujar Mark dengan senyum.
"Kenapa sudah ada gaunnya? aku belum pernah mencobanya," tanya Careless.
"Dia seorang perancang yang terkenal, hanya dengan ukuran tubuhmu saja dia sudah bisa mengerjakan dengan baik," jawab Mark.
"Dia pasti terkenal, kan?" tanya Careless.
"Iya, banyak temanku yang menikah juga memilihnya sebagai perancang gaun pengantin," jawab Mark.
"Terima kasih karena menerimaku, dan sudah mempersiapkan gaun seindah ini," ucap Careless.
"Kamu adalah calon pengantiku, tentu saja aku harus mencari designer yang terkenal," jawab Mark.
__ADS_1
"Aku tidak sabar ingin segera memakainya," kata Careless.
"Hanya sisa beberapa hari, kamu akan mengenakan gaun ini di depan banyak orang," jawab Mark.
Beberapa hari kemudian.
Pesta pernikahan
Acara pesta pernikahan Mark dan Careless dihadiri oleh semua anggota Mark yang di adakan di hotel mewah.
Demi keselamatan dan tanpa gangguan, Mark mengadakan pestanya di sana dan hanya diramaikan oleh anggota sendiri.
Careless yang mengenakan gaun pengantin yang elegan yang khusus dirancang oleh designer terkenal, menampilkan kecantikannya yang mengagumkan. dengan kecantikannya menuai pujian dari para tamu yang hadir di sana.
Sementara Mark berpakaian serba putih, penampilannya yang dewasa dan wajahnya yang tampan tidak menampakan jika usianya sudah berkepala tiga. tubuhnya yang kekar membuat penampilannya semakin menarik.
Semua anggota dan sahabatnya menikmati makanan mewah serta ditemani minuman favorit mereka yang tidak lain adalah anggur termahal, Mark sengaja menyediakan minuman serba mahal untuk pesta pernikahannya.
Sementara Elizabert yang terhadu sehingga menangis terisak di ruangan lain. ia ditemani oleh suaminya, Robert dan Detektif Khennet.
__ADS_1
"Keponakanmu hanya menikah saja dan bukan diculik, untuk apa kamu menangis?" tanya Khennet.
"Mana mungkin aku tidak menangis, Dari sejak kecil aku yang membersihkan popoknya, dan sekarang begitu mudah pria itu membawanya pergi," tangisan Elizabert sambil menyeka air matanya.
"Anak gadis kalau sudah dewasa, Memang sudah waktunya menikah. Seharusnya kamu tersenyum, Tapi, malah menangis di sini. Kalian berdua bukannya menyambut para tamu di luar dan malah bersembunyi di ruangan ini," kata Khennet.
"Lalu, kenapa kau ikut kami berada di sini? kamu adalah tamu, bukankah harus makan bersama mereka di luar?" tanya Robert.
"Mereka semua adalah mafia, selama ini mafia dan detektif tidak akan bisa berbaikan. Kalau bukan karena gadis itu sudah kuanggap sebagai putriku, Aku juga tidak akan hadir," jawab Khennet.
"Mark adalah mafia yang baik, Aku percaya dia tidak akan mengecewakan kita," kata Elizabert.
"Aku berharap seperti itu juga, Karena hanya dia yang tahu identitas Cereless. Mudah-mudahan dia tidak mengungkapnya ketika mereka bertengkar suatu saat nanti," ucap Khennet.
"Aku yakin Mark akan tepati janjinya, Kita jangan terlalu banyak berpikir juga!" ujar Robert.
"Mari kita keluar dulu! Jangan menangis lagi, Kalau dilihat mereka ... pasti sangat memalukan sekali," kata Robert yang memegang tangan istrinya.
"Aku hanya berharap bocah itu akan semakin dewasa setelah menikah dan hidup bahagia,"ucap Elizabert.
__ADS_1