
Ciuman suaminya menurun hingga ke bagian perut. kemudian Mark melepaskan kain tipis yang menutupi bagian inti istrinya. Mark juga melepaskan pakaian sendiri sehingga tanpa sehelai benang. kini keduanya telah tanpa balutan apapun.
Mark melanjutkan ciumannya sambil memainkan jarinya di bagian inti istrinya itu.
"Aarrghh...," teriakan Careless yang kaget dengan sentuhan suaminya.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Mark menghentikan ciumannya.
"Aku hanya...aku hanya takut," jawab Careless.
"Jangan takut! Kamu hanya perlu berbaring dan diam menikmatinya," jawab Mark yang berbisik di telinga istrinya.
Careless semakin cemas dan memejamkan matanya sambil mengenggam sprei dengan erat. ia merasakan senjata suaminya yang sudah menegang.
Mark yang melihat Careless sedang cemas, ia menghentikan aksinya dan mengecup dahi istrinya.
"Istriku, apa kamu takut?" tanya Mark.
"Iya, ini adalah pertama kali bagiku," jawab Careless.
__ADS_1
"Aku akan melakukannya dengan lembut," ujar Mark.
"Kalau dia menyakitiku, aku tidak ragu memotongnya," kecam Careless.
"Jangan takut! sakit hanya sebentar saja. apa kamu sudah siap?" tanya Mark dengan senyum.
"Ini pertama bagiku, dan...apakah bisa tunda hingga be-besok?" tanya Careless dengan cemas. karena melihat ke arah bawah suaminya.
"Kenapa besar dan panjang sekali, aku pasti mati," kata Careless yang melihat senjata suaminya yang sudah siap menerkamnya.
"Karena dia sedang kelaparan," jawab Mark yang mengusik istrinya yang sedang memejamkan matanya.
"Seharusnya aku memikirkan cara agar dia tidak melahapku malam ini," batin Careless
"Sebentar!" pinta Careless yang menahan tubuh suaminya.
"Kenapa?" tanya Mark dengan senyum.
"Biarkan aku bersenam dulu untuk menghilanga kecemasan yang aku alami!"
__ADS_1
"Kamu sudah berada di bawah tubuhku, Apa mungkin aku membiarkan kamu pergi jauh dariku," jawab Mark dengan senyum.
"Tapi, aku takut sakit!"
"Jangan takut! hanya di awal saja, setelah itu tidak sakit lagi," kata Mark yang mencium bibir istrinya dengan rakus.
Mark mulai menyentuh tubuh istrinya untuk membuat gadis itu lebih tenang dan terang.sang.
Pria itu yang hasratnya telah mengebu-ngebu ia bangkit dan membuka pangkalan paha istrinya, ia memasukan senjatanya ke dalam goa sempit milik istrinya itu. akan tetapi usahanya gagal berkali-kali.
"Ada apa?" tanya Careless yang merasakan kepala senjata suaminya menyentuh bibir kewanita.annya.
"Tidak bisa masuk!" jawab Mark yang berusaha memasukan pusakanya ke dalam va.gina istrinya yang sangat sempit.
"Apa bisa tunda saja, jangan malam ini!" pinta Careless yang ketakutan.
"Tidak bisa! karena aku menginginkannya malam ini," jawab Mark dengan senyum. dan berusaha menusuk ke dalam vagi.na Lolipop dengan perlahan.
Mark mencoba berulang kali akan tetapi masih sangat sulit dia kuasai. Sementara senjata miliknya sudah keras dan ingin segera menyalurkan hasratnya.
__ADS_1
"Mungkin ukuran milikmu tidak cocok untukku, Lebih baik kamu menjalani operasi untuk memperkecilkan senjatamu," kata Careless yang ingin mengambil kesempatan untuk bangkit dari tubuh suaminya. akan tetapi kedua pahanya ditahan oleh suaminya yang sedang berusaha menembus mahkota miliknya.
"Istriku, apa kamu ingin kabur? Malam ini kalau aku tidak bisa memilikimu, kamu juga jangan berharap bisa kabur dariku," kata Mark dengan senyum. pria itu berusaha berkali-kali memasukan pusakanya ke bagian kewani.taan istrinya.