King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Tembakan Yang Menyasar


__ADS_3

"Cari sasaran yang tepat dan tarik pelatuknya," ucap Careless yang menodong senapan ke arah bawah.


"Berat sekali senapan ini," gerutu Careless.


"Tidak peduli! lepaskan saja tembakan dan bunuh mereka semua kemudian pulang," gumam Careless yang bersiap-siap melepaskan tembakannya.


Dor...


Dor...


Dor...


Dor...


Dor...


Dor...


Enam tembakan yang dilakukan oleh Careless yang mengarah ke atas. karena terasa berat gadis itu tidak mampu mengimbangi tenaganya sehingga senapannya mengarah ke langit


Musuh-musuh Mark yang mendengar suara tembakan langsung bertiarap.


Brugh..


Sesuatu yang jatuh ke depan mata Daniel yang ikut tiarap.


Daniel yang melihat hewan yang jatuh tewas akibat ditembak, ia hanya bisa menahan tawa.


"Nona Careless sangat hebat, burung elang yang terbang di udara saja bisa ditembak olehnya, ha ha ha ha...," ucap Daniel.


"Dasar ceroboh tidak pernah benar," ketus Mark yang berdiri sambil memegang pedang yang berlumuran darah.


"Hah...senapan ini berat sekali, lebih baik aku turun ke bawah dan tembak mereka," gumam Cereless.


Pria yang di dalam mobil menginjak gas dan memperlajukan mobilnya, di saat itu Mark berlari ke arah mobil yang ingin menabraknya.


Mark melompat ke atas mobil dan langsung menikam atap mobil sehingga mengenai kepala pria yang mengendarai mobil itu, dan setelah berhasil Mark kemudian terjatuh dari atap mobil dan terhempas ke jalan aspal itu.


Pria yang kepalanya tertikam banting setir ke samping sehingga menabrak salah satu gedung di pinggir jalan sana.


Prak....prang...

__ADS_1


Pecahan kaca gedung yang di tabrak mobil itu.


"Cepat bunuh dia!" teriak para musuh Mark yang mengarahkan pedangnya ke arah Mark yang terkapar di jalan itu.


Mark langsung menahan pedang tajam dan menendang lawannya dengan kuat, sehingga lawannya itu terhempas ke jalan aspal.


Brugh..


"Aarrgghh...," jerit lawannya yang kesakitan.


Mark berusaha bangkit walau merasa sakit di seluruh tubuhnya.


"Aku adalah Mark Davidson tidak mudah untuk dikalahkan, kelihatannya bos kalian sudah pikun karena sudah lupa siapa diriku ini," kecam Mark yang mengambil pedang milik pembunuh yang berserakan di jalan itu.


Mark memegang pedang itu dengan kedua tangannya. lalu ia melangkah cepat dan menebas satu-persatu lawannya tanpa berhenti.


Srek...


Srek...


Srek...


Srek...


Mark dengan secara sadis membunuh lawan-lawannya, menikam dan memotong leher mereka sehingga tewas satu persatu.


Setelah beberapa menit kemudian Careless sampai ke bawah.


"Kakak tampan hebat sekali, tadinya ada sekitar tiga puluh orang, sekarang sisa dua orang," ucap Careless.


"Kakak Daniel, kamu baik-baik saja?" tanya Careless yang menghampiri pengawal ketua mafia itu.


"Aku tidak apa-apa, aku hanya kasihan dengan burung elang yang tidak berdosa ini harus tewas begitu saja," jawab Daniel.


"Kenapa dia bisa tewas? apakah tadi dia ikut bertarung, dia mati karena ditembak. orang gila mana yang membunuh seekor burung yang tidak bersalah?" tanya Careless yang tidak tahu dia adalah pelakunya.


"Orang gilanya ada di depanku," jawab Daniel yang menunjuk ke arah Careless.


"Hah...aku yang membunuhnya?" tanya Careless dengan menunjuk diri sendiri.


"Iya," jawab Daniel.

__ADS_1


"Burung elang yang malang, karena harus mati ditembak. lagi pula salahmu juga kenapa tidak menghindar peluruku. jadi ini bukan salahku," ucap Careless yang melihat burung elang itu yang mati tergeletak di sana.


"Buang senjatamu!" titah Mark yang mengelap pegangan pedang untuk menghilangkan bekas jari.


"Kenapa?" tanya Careless.


"Kalau polisi tahu kau ada di sini, maka mereka akan menahanmu," jawab Mark.


"Aku hanya membunuh seekor elang, apakah kena hukuman?" tanya Careless.


"Walau hanya seekor burung, tapi dia bernyawa juga," kata Mark.


"Hukuman apa yang aku terima?" tanya Careless.


"Mungkin saja hukuman penjara selama lima tahun," jawab Daniel dengan asal-asalan.


"Kalau saja paman gundul berani memenjarakan aku, aku akan menghancurkan penjaranya," ujar Careless.


"Kenapa kau masih di sini? bukankah tadi aku sudah menyuruhmu pergi ke terminal sana," tanya Mark.


"Aku tidak bisa menghafal jalan yang kamu katakan, makanya aku hanya berlari di sekitaran sini," jawab Careless.


"Mari tinggalkan tempat ini! Daniel hilangkan jejak kita! aku tidak ingin polisi itu mengangguku," perintah Mark.


"Kakak tampan, aku ada permintaan!" pinta Careless yang ikuti langkah Mark yang berjalan menuju ke mobilnya.


"Ada apa?"


"Apa aku bisa menguburkan mayat elang itu?" tanya Careless.


"Daniel, panggang elang itu dan makan!" perintah Mark.


"Ha...," ucap Daniel yang merasa heran.


"Hei, kenapa harus di panggang? dia sudah mati seharusnya dikuburkan," ujar Careless.


"Adik kecil, apakah kau tidak tahu, bahwa elang juga ada yang makan?" tanya Mark.


"Begitukah? he he he...kalau begitu aku akan memberikan paman gundul daging elangnya," kata Careless yang mengambil burung yang telah mati itu. ukuran elang itu lumayan besar.


Mark hanya bisa mengeleng-geleng kepala melihat tindakan gadis itu

__ADS_1


Di malam itu musuh yang menyerang Mark tewas hingga tidak tersisa, mereka harus tewas ditikam dan ada yang hampir terpisah kepala dan badannya.


__ADS_2