
Di saat Careless ingin masuk ke dalam ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang yang di mana tempat mobil di parkir.
Mobil Mark ada di depan restoran itu, Careless baru sadar bahwa mobil itu adalah milik orang yang ingin dia temui.
"Apakah itu adalah bunyi bom waktu?" gumam Careless yang menunduk sambil melihat benda yang mengeluarkan suara itu.
"Hah...ini adalah bom waktu, hanya sisa lima menit," ucap Careless yang langsung bangkit dan berdiri. saat ia ingin berlari ke dalam ia menabrak seseorang yang tiba-tiba muncul di sana.
Brugh...
"Aauugghh," jeritan Careless tersungkur.
"Kenapa kamu ada di sini?" tanya pria itu yang tak lain adalah Mark.
"Kakak tampan, itu--"
"Ada suara bom waktu," ucap Mark yang mendengar dengan jelas.
"Cepat pergi!" teriak Careless yang bangkit dan mendorong Mark hingga sama-sama terjatuh.
Duaarr...
Duaarr...
Prang....
Suara ledakan yang menghancurkan kaca dan barang di restoran itu.
"Sakit," rintihan Careless yang berada di atas tubuh Mark. sementara Daniel dan anggota lainnya sama-sama terhempas ke lantai akibat kekuatan ledakan itu.
"Adik kecil, Adik kecil," panggil Mark yang berusaha membangunkan Careless yang tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Bos, nona terluka di punggungnya, karena serpihan kaca," ujar Daniel.
"Cepat bawa dia ke rumah skait!" perintah Mark yang mengendong gadis itu.
"Kita harus ke rumah saja, untuk saat ini kita tidak bisa ke rumah sakit. mereka akan menyerang ke sana!" ujar Mark.
Anggota Mark mengunakan mobil mereka mengantar Mark dan Careless pulang ke kediaman bos mereka.
"Segera hubungi dokter!" perintah Mark pada Daniel.
"Iya, Bos!"
"Careless, cepat bangun!" panggil Mark yang memeluk gadis itu.
"Kakak tampan, kenapa punggungku sangat sakit?" tanya Careless yang memejamkan matanya, wajah gadis itu berkeringat dan juga kesakitan.
"Ada serpihan kaca yang menancap di punggungmu, bertahan sebentar. kita hampir sampai ke rumah," jawab Mark.
"Orang itu adalah Anto dan Juliuz," ujar Careless dengan suara pelan.
"Nama pelakunya,"jawab Careless.
"Bos, mereka adalah anggota Dominic, mereka kembali untuk membalas dendam," ucap Daniel.
"Kirim anggota kita untuk menangkap mereka, kalau mereka melawan, bunuh saja!" perintah Mark.
"Baik, Bos!"
Setelah tidak lama kemudian Mark tiba di depan kediamannya, ia langsung mengendong gadis itu sambil berlari menuju ke dalam rumahnya.
Saat masuk ke dalam ia di sambut oleh asistennya, Calvin.
__ADS_1
"Tuan," sahut Calvin.
"Siapkan air panas! aku ingin segera mengeluarkan kacanya!" perintah Mark yang menuju ke kamar.
"Baik, Tuan," jawab Calvin.
Setelah masuk ke dalam kamar, Mark membaringkan tubuh gadis itu dengan posisi terlungkup. pria itu mengambil gunting untuk mengunting kemeja gadis itu.
"Ambil obat dan perban!" perintah Mark.
"Bos, dokter sudah dalam perjalanan," ujar Daniel.
"Terlalu lama! lukanya mengeluarkan banyak darah," jawab Mark yang mulai mengunting kemeja Careless.
"Baik, Bos," jawab Daniel.
Daniel meletakan obat dan perban ke atas meja samping kasur.
Setelah kemeja gadis itu digunting terbelah dua di bagian punggungnya, Mark langsung mencabut serpihan kaca yang cukup besar menancap punggung gadis itu.
"Sakit," rintihan Careless.
Mark menuangkan obat untuk menghentikan pendarahan yang mengalir deras sehingga mengenai sprei.
"Sabar! kacanya sudah dikeluarkan," ujar Mark yang melepaskan kemeja itu. kini tubuh gadis itu hanya dibalut oleh bra yang berwarna hitam.
Saat Mark sedang merawat luka Careless, matanya berfokus pada sesuatu yang ada di punggung gadis itu. sebuah tanda lahir yang berinisial"Z".
Tanda itu membuat Mark terdiam selama beberapa menit. ia menyentuh tanda itu dengan mata berkaca-kaca.
Daniel yang melihat punggung gadis itu ia membuka matanya lebar-lebar. serasa tidak percaya bahwa orang yang mereka cari selama ini ada di depan mata.
__ADS_1
"Bos, ini.. bukankah dia memiliki seorang putra? tapi kenapa gadis ini yang memiliki tanda Z?"
Mark mengeluarkan pistol dan menodong ke kepala Careless yang kondisinya tidak begitu sadar.