
"Maaf, Detektif Khennet. masalah ini malah melibatkanmu," ucap Robert yang merasa segan.
"Awasi bocah itu dengan ketat, agar tidak menimbulkan masalah lagi di luar," ujar Detektif Khennet sambil meneguk minuman.
"Paman gundul...sampai jumpa...," teriak Careless yang tiba-tiba mengintip di pintu dan mengejutkan semua orang yang di sana..
"Uhuk...uhuk...uhuk...," suara batuk Detektif Khennet sehingga menyembur minuman yang di dalam mulutnya.
"Hei, apa kau gila ya," bentak Detektif Khennet, Robert dan Elizabert dengan serentak.
"Aku hanya ingin mengucap sampai jumpa dengan paman gundul," jawab Careless.
"Sampai jumpa," jawab Detektif Khennet yang merasa kesal.
"Eh...salah, lebih baik tidak berjumpa lagi," ujar Detektif Khennet.
"Iya sudah, kalau begitu kita akan berjumpa saja saat aku mengantar bunga ke pemakamanmu," kata Careless dengan ceplas ceplos.
"Careless...," teriak Detektif Khennet, Robert dan Elizabert dengan serentak.
"Lebih baik kau jangan muncul di hadapanku lagi," bentak Detektif Khennet dengan kesal.
"Iya, semoga saja dirimu panjang umur," ucap Careless.
"Anak ini...benar-benar sangat nakal," ketus Elizabert.
"Saranku adalah ikat saja tangan dan kakinya, agar tidak keluyuran dan keluar masuk di sini," kata Detektif Khennet dengan kesal.
__ADS_1
Robert dan Elizabert yang mendengar ucapan detektif itu merasa sangat segan dengan ulah keponakannya yang sering membangkitkan kemarahan detektif Khennet.
Setelah dua jam kemudian.
Mark berada di sebuah restoran bertemu dengan seseorang. seorang pria yang bernama Dominic adalah pesaing bisnis dan urusan mafia. selama ini dua kelompok mafia itu tidak pernah saling akur.
"Aku tidak menyangka malam ini kamu sudi bertemu denganku," ujar Dominic dengan pura-pura senyum.
"Katakan saja apa tujuanmu bertemu denganku!" jawab Mark sambil meneguk whiskey.
"Wilayah pelabuhan B akan menjadi milikku, siapapun yang berani mengusik ke wilayah itu akan berhadapan denganku," ujar Dominic dengan mengancam.
"Selagi kau tidak membelinya, maka masih belum menjadi milikmu. jangan lupa, pelabuhan itu aku mengunakan nyawaku sendiri untuk bertarung dengan Black Tiger. saat itu kau sama sekali tidak berani muncul. lalu atas dasar apa kau ingin memilikinya," ucap Mark.
"Tidak bisa dikatakan begitu juga, apa kau sudah lupa dengan ucapan Jimz Haster, dia mengatakan wilayah itu adalah milikku," kata Dominic.
"Dia akan muncul malam ini dan kau tunggu saja. dia akan menemuimu malam ini," ujar Dominic.
"Baiklah, aku akan menunggu kedatangannya, dan aku ingin melihat dia mengunakan cara apa ingin memiliki wilayah pelabuhan itu," jawab Mark.
Di sisi lain Careless sedang mengayuh sepeda dengan begitu laju, dan di saat yang sama terdapat sebuah mobil yang melewati Careless sehingga hampir mengenai gadis itu.
Brak...
"Aauhkkk...," rintihan Careless yang terjatuh ke jalan akibat lajunya mobil itu yang hampir mengenai dirinya.
"Woi...apa kau menyetir tidak mengunakan otak...," teriak Careless yang merasa kesal.
__ADS_1
"Lihat saja aku akan mengejarmu sampai dapat," ketus Careless yang bangkit dan mengayuh sepedanya dengan cepat.
Mobil yang hampir menabrak Careless menuju ke salah satu restoran mewah, setelah tidak lama kemudian mobil tersebut berhenti. seorang pria paruh baya keluar dari mobilnya dengan penampilan rapi serta terdapat senjata yang diselip di bagian belakangnya.
"Tuan, silakan," ucap pengawalnya dengan sopan. pria itu ditemani oleh dua pengawal yang mengikuti dia masuk ke dalam restoran itu.
Sementara Careless ikuti jalan yang dituju oleh mobil itu.
"Aku tidak percaya tidak bisa mengejarmu, dasar orang kaya jahanam. aku sumpahin kamu ditembak sebentar lagi," ocehan Careless di sepanjang jalan.
Mark yang berada di restoran didatangi seseorang yang dia tunggu, pria itu adalah Jimz Haster yang hampir menabrak Careless tadi.
"Tuan Haster, kami sedang menunggumu," sahut Dominic yang bangkit dari tempat duduknya.
"Hm...maaf aku terlambat," ucap Jimz Haster yang duduk berhadapan dengan Mark.
"Mark, hari ini kedatanganku adalah ingin membahas mengenai wilayah pelabuhan denganmu," ujar Jimz Haster dengan pura-pura senyum. selama ini pria itu selalu saja ingin mencari cara menjatuhkan Mark yang adalah pesaing ketat baginya.
"Tuan Haster, aku adalah orang yang tidak suka orang asing ikut campur dalam urusanku," kata Mark.
"Aku tahu, tapi aku bukan orang asing melainkan salah satu tetua di dunia mafia," kata Jimz Haster.
"Lalu, apa yang ingin kamu katakan padaku?" tanya Mark.
"Mengenai pelabuhan itu biarkan saja Dominic yang menguasainya, untuk apa kamu harus merebut dengannya," ujar
Jimz Haster.
__ADS_1
"Untuk apa aku merebutnya? pelabuhan itu aku dapatkan dengan nyawaku, saat aku menyerang Black Tiger kalian tidak ada satu pun yang mendukungku. dan hanya bersembunyi seperti kura-kura. dan sekarang dengan mudahnya kamu ingin mengambil keputusan ini, pada hal dirimu juga tidak berhak," ketus Mark.