
"Kurung? mana mungkin kita melakukan itu padanya? ini cukup kejam. lagipula kamu juga tahu sifat bocah itu. Mana mungkin dia bisa di kurung," kata Robert.
"Hanya ini saja yang bisa kita lakukan untuk menghalangnya bersama dengan pria itu. Careless tidak mendengarkan kita. walau kita sudah melarangnya," ujar Elizabert.
" Apa kamu yakin kita akan berhasil dengan cara ini?" tanya Robert.
"Mereka baru mulai tidak lama, seharusnya hubungannya tidak begitu serius dan perasaan tidak begitu dalam," ujar Elizabert.
"Tapi kalau sudah suka mana mungkin bisa lupa begitu saja. apa lagi Mark Davidson adalah pria pertama yang berhasil membuat bocah itu jatuh cinta setelah kegagalan dalam cinta pertamanya," ucap Robert.
"Lakukan saja sekarang, tidak perlu banyak bicara. daripada suatu saat pria itu mengetahui siapa identitas Careless, bukankah lebih bahaya baginya," ujar Elizabert yang menghampiri pintu kamar keponakan kamarnya.
Elizabert mengunci kamar itu dari luar.
"Bibi, kenapa kunci dari luar?" teriak Careless yang dari dalam.
"Careless, walau kamu membenci perbuatan bibi juga tidak apa-apa, ini demi keselamatanmu," jawab Elizabert.
"Bibi, buka pintunya, aku tidak mau dikurung...," teriak Careless.
"Kalau kamu menyetujui permintaan bibi, maka bibi akan bebaskan kamu!" kata Elizabert
"Permintaan apa?" tanya Careless.
__ADS_1
"Jangan bertemu dengan Mark Davidson lagi," jawab Elizabert.
"Tidak mungkin!" teriak Careless.
"Kalau kau tidak mendengar kataku, maka jangan salahkan aku menguncimu dari luar," kata Elizabert.
"Kenapa melarang hubungan kami? bibi juga tidak mengenal kakak tampan, kenapa tidak setuju dengan hubungan kami?" tanya Careless.
"Walaupun di dunia ini semua pria sudah lenyap, kau tetap tidak bisa bersamanya," jawab Elizabert dengan tegas.
"Bibi, kenapa, kakak tampan yang begitu baik padaku dan sudah menyelamatkan bibi dan paman, tapi kenapa masih melarangku bersamanya," teriak Careless.
"Dia adalah mafia!" ujar Robert.
"Dia akan membahayakanmu," kata Elizabert.
"Aku yakin dia akan melindungiku," teriak Careless.
"Saat dia dalam bahaya mana mungkin dia mengutamakanmu lagi," kata Elizabert.
"Kakak tampan bukan pria yang takut mati, dia adalah pemberani," ucap Careless.
"Kalian baru kenal, kau juga belum mengetahui masa lalunya," ujar Robert.
__ADS_1
"Untuk apa tahu masa lalunya? memangnya yang temani aku sampai tua adalah masa lalunya," teriak Careless yang mengedor pintu tanpa berhenti.
"Kalau bibimu sudah melarang, kamu lebih baik dengarkan saja, masih banyak pria yang lebih tampan dan baik darinya," kata Robert.
"Aku tidak peduli pria lain, Yang aku tahu adalah dia lebih tampan dari paman," jawab Careless.
"Kenapa malah membandingkan aku dan dia," ucap Robert yang mengaruk kepalanya padahal tidak gatal
"Memang kenyataannya begitu, Kakak tampan menang banyak dari Paman, selain tampan dan lebih muda, dia juga lebih kaya dan ketua mafia yang hebat," ujar Careless.
"Sekarang ini adalah urusan kalian, kenapa malah membandingkanku dengan dia," kata Robert sedikit kesal.
"Istri Paman tidak masuk akal," jawab Careless yang tidak mau kalah.
"Dia adalah bibimu," ujar Robert.
"Kalau begitu lebih baik Paman menikahi saja bibi janda itu, kalau bibi itu pasti akan mendukungku," balas Careless.
"Hei! hei! Apa yang kamu katakan...Ha," teriak Elizabert
"Bibi, biarkan aku keluar!" pinta Careless.
"Kalau kamu tidak setuju, Kamu tidak akan bisa keluar, Lebih baik kamu pikirkan baik-baik!" ujar Elizabert.
__ADS_1