King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Pertemuan Mafia


__ADS_3

"Eh...kau ini pintar sekali berdalih," bentak Detektif Khennet dengan kesal.


"Careless, kalau memang kamu melakukan itu, cepat minta maaf kepada Detektif!" ucap Robert.


"Paman, baiklah aku akan meminta maaf, karena aku sudah menyuruh pelayan restoran itu menemui paman gundul," jawab Careless.


"Nah...ini adalah sikapmu yang baik, lakukan sekarang!" kata Elizabert.


"Tapi Detektif Khennet harus meminta maaf dengan aku juga," ujar Careless.


"Kenapa Detektif Khennet harus meminta maaf, yang melakukan kesalahan adalah kamu," tanya Robert dengan heran.


"Paman, Detektif Khennet menuduhku buat laporan palsu, pada hal dia bukan orang di cari, tapi dia sendiri yang datang. dan sekarang dia harus minta maaf denganku juga. kalau tidak aku akan melaporkan ke atasannya," jawab Careless yang tidak mau kalah.


"Kau ini selalu saja membuat masalah," ketus Detektif Khennet.


"Detektif Khennet, jangan lupa kamu yang datang menimbulkan masalah, aku adalah warga lemah dan yang paling baik, kerja ku hari-hari hanya mengantar bunga. dan sekarang Detektif Khennet datang ke sini sudah membuang banyak waktuku. sudah, aku ingin mengantar bunga," ucap Careless.


"Hei, aku belum selesai bicara denganmu," ujar Detektif Khennet.


"Aku tidak ada waktu, dalam sehari aku harus mengantar ke tiga puluh tempat pesanan orang. kalau Detektif Khennet masih ada yang ingin katakan padaku, kembali saja ke kantor dan tunggu aku di sana!" kata Careless yang mengikat keranjang yang berisi bunga di belakang tampat duduk.


"Kau ini...selalu saja...," ucap Detektif Khennet yang terhenti.

__ADS_1


"Careless, biarkan paman yang mengantar bunga itu! kamu selesaikan dulu masalahmu dengan Detektif Khennet!" kata Robert


"Paman, jangan memaksakan diri kalau sudah lelah! semalam paman sudah bekerja keras," ucap Careless yang sedang mengikat keranjang itu.


"Jangan bercanda! paman semalam tidak melakukan apapun, setelah pulang kerja paman sudah tidur awal," jawab Robert.


"Iya, paman cepat pulang dan tidur awal karena lelah, dan di tengah malam energi paman sudah terkumpul paman sibuk mencetak anak dengan bibi sehingga aku tidak bisa tidur karena mendengar ******* kalian berdua. makanya aku kasihan dengan paman dan bibi. sudah tua masih saja kejar cetak anak. tapi lebih kasihan diriku yang tidak bisa tidur semalaman," ujar Careless yang tanpa berhenti.


Mendengar ucapan keponakannya Robert dan istrinya menanggung malu karena Detektif Khennet yang masih di sana.


"Aku pergi dulu!" pamit Careless yang menaiki motor pamannya.


"Urusan kita belum selesai!" kata Detektif Khennet.


"Paman, Bibi, lain kali kalau kalian masih mau cetak anak lebih baik siang hari saja. kalau malam aku tidak bisa tidur. suruh Detektif Khennet bantu jaga toko dulu. kalian lakukan saja siang ini. jadi malam aku bisa tidur nyenyak!" kata Careless dengan ceplas ceplos dan kemudian berangkat menuju ke alamat pelanggan.


Raut wajah Robert dan Elizabert menjadi gelap karena sangking malunya dengan ucapan gadis itu.


"Aku pergi dulu, masih ada urusan lain!" pamit Detektif Khennet.


"Iya, maaf," ucap Robert dan Elizabert dengan serentak.


Detektif Khennet menyetir mobilnya dan mengikuti gadis itu yang sedang menuju ke alamat pelanggannya.

__ADS_1


Di sisi lain Mark bersama dengan beberapa ketua mafia sedang makan di salah satu restoran jepang yang ada di kota itu.


Mark adalah ketua mafia yang paling ditakuti oleh para mafia lainnya, mereka yang hadir di sana adalah ketua mafia dari beberapa kelompok.


"Mark, aku mendengar kabar bahwa Jim Haster dan Dominic tewas di tanganmu, apakah ini benar atau hanya kabar angin?" tanya salah satu ketua mafia.


"Benar! aku telah membunuh mereka berdua," jawab Mark yang sedang makan dengan lahap.


"Jim Haster memiliki banyak anggota, tidak semudah itu mereka diam saja."


"Mungkin saja karena bosnya sudah tewas dan mereka juga tidak berkutik," ujar ketua lainnya.


"Mark Davidson...," teriak salah satu pria yang berpostur tinggi dengan wajahnya yang garang.


"Rasio, kenapa kau berteriak?" tanya salah satu dari mereka.


"Bukan urusan kalian, tujuan ku ke sini adalah ingin membuat perhitungan dengan dia," bentak Rasio yang menunjuk ke arah Mark.


"Tidak perlu basa basi! katakan saja apa maumu!" ujar Mark dengan santai.


"Kenapa kau membunuh pamanku? apakah kau tidak memandangnya sebagai senior mafia?" bentak Rasio


"Yang ku pandang hanyalah dia adalah manusia yang tidak layak hidup," ujar Mark dengan senyum.

__ADS_1


__ADS_2