King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Careless Dibanting Oleh Mark


__ADS_3

"Mark Davidson, jangan sentuh dia, dia tidak tahu apa-apa," pinta Zavier.


"Tiga nyawa dibayar dengan tiga nyawa, ini sudah seharusnya. di mana pun anakmu berada aku akan mencari hingga dapat," ketus Mark yang melepaskan tembakan.


Dor...


"Aarrghh...."


Dor...


"Aarrghh...."


Dor...


"Aarrghh...."


Dor...


"Aarrghh...."


Zavier dan istrinya akhirnya tewas langsung di tempat.


"Membunuh kedua orang tuaku dan adikku, mana mungkin aku melepaskan anakmu," ucap Mark.


Flash Back of.


Mark yang mengenang masa lalu sehingga membuatnya sangat ingin membunuh gadis yang tergeletak tidak berdaya itu.


"Kenapa harus kamu yang memiliki tanda Z? apakah kamu adalah putri mereka," ucap Mark dengan mata berkaca-kaca.


"Kakak tampan, cepat lari! mereka ingin membunuhmu. cepat lari!" kata Careless yang tidak sadar.


"Mereka ingin membunuhmu, Kakak tampan, cepat pergi. aku sudah meminta paman gundul ke sana," ucap Careless.


Mark yang mendengar ucapan Careless ia menjadi tidak tega, sebenci apapun dirinya terhadap orang tua kandung Careless, akan tetapi gadis itu telah terluka demi dirinya.

__ADS_1


"Apakah kau datang mencariku hanya karena ingin memberitahu ku bahwa mobilku telah dipasang bom?" gumam Mark.


"Dua orang itu ingin membunuhmu, cepat pergi jangan sampai terluka," ucap Careless.


Di malam itu Mark duduk sepanjang malam di ruang bacanya. Mark yang melihat tanda yang terdapat di punggung gadis itu menyebabkan dirinya mengingat semula kematian kedua orang tuanya.


"Tuan, sudah malam. kenapa masih tidak istirahat?" tanya Calvin yang melangkah masuk ke dalam ruangan itu.


"Apa yang harus ku lakukan?" tanya Mark yang duduk dengan menyandarkan diri.


"Tuan, masalah yang terjadi kita tidak bisa membuatnya seperti semula, yang meninggal tidak akan bisa hidup lagi," ujar Calvin.


"Maksudmu adalah, ingin melepaskan dia?"


"Tuan, maaf kalau saya lancang, mereka memang keterlaluan, tapi anak-anak tidak tahu apa-apa, nona itu datang untuk menyelamatkan Anda. memang apa yang dia lakukan tidak bisa menghapus dendam yang selama ini terpendam. akan tetapi dia tidak bersalah."


"Kenapa harus dia? seharusnya kami tidak bertemu dan berkenalan," ucap Mark.


"Tuan, nona Careless selama ini dibesarkan oleh paman dan bibinya, dia juga hidup tanpa orang tua. hidupnya juga cukup keras. dia hanya agak polos dan ceria tapi dia memiliki hati yang baik," ucap Calvin.


"Sejak saya ikut dengan Anda, Tuan. kalau bukan Anda yang membawa saya ke sini, di saat itu saya pasti sudah mati. saya diberi kesempatan untuk hidup. oleh sebab itu saya juga berharap nona itu sama seperti saya," jawab Calvin.


"Tuan, orang tua nona Careless sudah tewas di tangan Anda, semua ini sudah berlalu. saya berharap tuan bisa menjalani hidup dengan tenang. mengenai gadis itu biarkanlah dia hidup seperti biasa," kata Calvin.


"Hutang nyawa dibayar dengan nyawa, itu sudah pasti dan tidak bisa dihindarkan. beginilah ketika kita dilahirkan di dunia mafia. kalau gadis itu telah dipastikan putri Zavier. maka dia harus menerima nasibnya juga," kata Mark dengan tegas.


"Tuan, tapi...dia tidak tahu apa-apa!"


"Janin dalam kandungan mamaku juga tidak tahu apa-apa," ujar Mark.


"Tuan...."


"Pergilah istirahat! sudah malam," ucap Mark.


"Baik, Tuan," jawab Calvin yang kemudian meninggalkan ruangan baca itu.

__ADS_1


"Dilahirkan di dunia mafia harus berani menerima kenyataan, tidak peduli sekarang kamu menjalani kehidupan biasa ataupun mafia, di dalam tubuhmu mengalir darah mafia ini adalah kenyataan," ucap Mark.


Keesokan harinya.


Careless yang tidur dalam posisi terlungkup akhirnya ia terbangun dan berubah posisi duduk.


"Sakit sekali punggungku, ternyata aku masih hidup," ucap Careless.


"Ini adalah rumah kakak tampan, bagaimana dengan dia? apakah terluka?"gumam Careless.


"Aku pergi lihat kondisinya dulu, dia pasti terluka juga," ujar Careless yang turun dari tempat tidurnya.


Careless yang mencemaskan keadaan Mark ia pun keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar Mark.


"Kakak tampan, apa kamu baik-baik saja?" tanya Careless yang berdiri di luar kamarnya.


"Kakak tampan, kalau kamu tidak menjawabku maka aku akan masuk ke dalam," kata Careless.


Klek...


Careless membuka pintu sendiri dan menghampiri Mark yang masih tertidur di atas kasur itu.


"Apakah dia pingsan?" tanya Careless yang mendekati Mark. karena khawatir gadis itu pun membuka selimut yang menutupi tubuh pria itu.


"Mungkin saja dia terluka juga," gumam Careless.


Karena merasa sentuhan Mark langsung menahan tangan gadis itu dan membantingnya ke atas lantai.


Brugh...


"Aaarrggh...," jeritan Careless yang kesakitan pada bagian punggungnya. hentakan keras tubuhnya mengakibatkan lukanya mengeluarkan banyak darah.


"Ada apa denganmu? kenapa membantingku?" rintihan Careless yang berubah posisi terlungkup.


"Kenapa kau ada di kamarku?" tanya Mark.

__ADS_1


"Aku hanya ingin memeriksa apakah kamu terluka, Kakak tampan, kamu kasar sekali terhadap wanita. punggungku sakit sekali," ucap Careless yang mengerang kesakitan.


__ADS_2