
"Siapa namamu?" tanya Detektif Khennet pada pria gemuk itu.
"Aku adalah Abig," jawabnya.
"Kenapa namamu sama anehnya denganmu?" tanya Careless.
"Bukankah kamu juga, namamu Careless karena sikapmu yang ceroboh," ujar Abig.
"Aku bisa menuntutmu karena kau memukulku," kata Abig.
"Hei, seharusnya aku yang menuntutmu karena kamu ingin menculikku dan memaksa menikah denganmu. lihat siapa Detektif Khennet ini dulu. beliau adalah Detektif yang profesional dan juga hebat," ujar Careless yang membuat Detektif Khennet yang merasa bangga pada diri sendiri.
"Dan satu hal yang kamu harus tahu, bahwa Detektif Khennet adalah papa angkatku, walau dia tidak tampan dan pendek tapi dia adalah seorang Detektif yang hebat,"kata Careless yang lagi-lagi membuat raut wajah Detektif Khennet menjadi gelap.
"Paman K, sabar! dia hanya mengatakan yang sebenarnya. setidaknya dia masih ingat kehebatanmu di mana," ucap rekannya yang berusaha menenangkan atasannya agar tidak emosi.
"Sudah! jangan banyak bicara! ikut aku ke kantor polisi!" ujar Detektif Khennet.
"Papa angkat, kenapa harus ke sana lagi?" tanya Careless.
"Ambil keterangan untuk kalian," jawab Detektif Khennet.
"Tapi aku masih belum puas menghajar dia," ucap Careless.
"Apa kamu tidak melihat aku ada di sini ya? sehingga berani sekali ambil tindakan sendiri," bentak Detektif Khennet.
"Aku ingin menuntutnya karena dia menyerangku," bentak Abig.
"Hei, ini salahmu karena ingin membawaku pergi dengan paksa," ketus Careless.
"Sudah! jangan ribut lagi! kalian berdua ikut aku pergi sekarang juga!" kata Detektif Khennet yang kemudian keluar dari restoran.
Saat Careless melihat Detektif Khennet sudah keluar ia pun langsung menendang bagian bawah pria gemuk itu.
Brugk...
"Aauhkkk...," jeritan Abig yang berguling-guling di lantai karena kesakitan dan sambil memegang bagian bawahnya.
Karena mendengar teriakan, Detektif Khennet kembali masuk ke restoran dan melihat pria itu yang mengerang kesakitan.
"Careless, apa yang kau lakukan padanya?" tanya Detektif Khennet.
"Aku hanya menendangnya," jawabnya.
"Bukankah sudah ku katakan jangan mengambil tindakan sendiri, kenapa kau masih menyakitinya?" tanya Detektif Khennet dengan kesal.
"Paman hanya mengatakan apa kamu tidak melihat aku ada di sini ya? sehingga berani sekali ambil tindakan sendiri," kata Careless yang mengulang perkataan Detektif Khennet.
__ADS_1
"Lalu, kenapa kau masih menyerang dia?" tanya Detektif Khennet.
"Kalau paman sudah keluar maka aku tidak melihat paman lagi, oleh sebab itu aku sudah bisa menghajar dia," jawab Careless.
"Careless, kau ini...kali ini aku ingin paman dan bibimu datang ke kantor polisi," bentak Detektif Khennet sangking kesalnya.
"Apa perlu memanggil papa dan mamaku sekalian?" tanya Careless yang membuat Detektif Khennet emosi.
"Tidak perlu!" jawab Detektif Khennet yang menarik telinga Careless.
"Arrgghh...sakit. cepat lepaskan tanganmu, Paman gundul," teriak Careless
"Jangan memanggilku paman gundul lagi!"bentak Detektif Khennet sambil menarik telinga gadis itu.
"Aku akan menuntutmu karena sudah menyiksa warga lemah seperti aku," ketus Careless
"Warga lemah kepalamu, selalu saja menimbulkan masalah di mana-mana. masuk ke dalam!" bentak Detektif Khennet memaksa gadis itu masuk ke dalam mobilnya.
"Bos, apakah gadis itu akan kena kasus? karena dia memukul pria itu," tanya Daniel yang berdiri di lantai dua bersama Mark dari tadi.
"Tidak akan! Detektif Khennet juga bukan orang bodoh," jawab Mark.
"Bos, malam ini ada pertemuan dengan Dominic," kata Daniel.
"Siap-siap saja untuk pertemuan ini! akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan," jawab Mark yang melangkah ke arah ruang makannya tadinya.
"Perjodohan? Careless, aku tidak menyangka bahwa kamu akan melakukan hal ini," ujar Detektif Khennet dengan mengejek.
"Memangnya apa yang lucu? semua ini telah diatur oleh paman dan bibiku, oleh karena itu aku harus hadir. ternyata orang yang di foto berbeda 99 derajat dengan aslinya," kata Careless.
"Lalu, bagaimana ceritanya dia membawamu pergi?" tanya Detektif Khennet.
"Dia mengunakan cara paksa ingin aku menikah dengan dia, aku lebih rela menjadi janda tua dari pada menikah dengannya," jawab Careless
"Yang benar adalah perawan tua, bukan janda tua. kenapa lidahmu sering salah mengatakan sesuatu," kata Detektif Khennet.
"Detektif Khennet, dia harus ganti rugi karena telah melukaiku, hidungku berdarah aku butuh dokter untuk merawat lukaku," ujar Abig.
"Hei, aku menghajarmu karena kau bertindak tidak sopan. demi melindungi diri sendiri aku harus menyerangmu," bentak Careless.
"Sudah! kalian tidak perlu salin berdebat, sebentar lagi paman dan bibimu akan datang. kalian harus selesaikan secara kekeluargaan," ujar Detektif Khennet.
"Aku dan dia bukan satu keluarga," kata Careless.
"Aku tahu kalian tidak ada hubungan apa-apa, maksudku adalah kalian selesaikan dengan cara kalian secara damai," jelas Detektif Khennet.
"Aku tetap ingin menuntutnya, aku dan paman Robert adalah teman, dia pasti lebih percaya padaku dari pada gadis ini," kata Abig
__ADS_1
"Benar juga katanya, paman pasti lebih percaya dengan badak ini dibandingkan aku. aku harus mencari cara agar paman dan bibi memihak padaku," batin Careless.
Careless merobek baju bagian lengannya.
Sret...
"Ada apa denganmu...ha, kenapa kau. merobek baju sendiri?" tanya Detektif Khennet.
Careless menangis dengan histeris sehingga menghentak meja Detektif Khennet berulang kali
Prak...
Prak...
"Ada apa denganmu? apakah kau kesurupan?"tanya Detektif Khennet yang merasa heran.
"Nasibku malang sekali, kenapa aku harus menikah dengan pria seperti ini," tagisan Careless yang sambil menghentak meja.
Prak...
Prak...
"Kalau kau tidak ingin menikah menolak saja, untuk apa kau menangis," ucap Detektif Khennet yang merasa risih.
Tidak lama kemudian Robert dan Elizabert mendatangi kantor polisi. mereka menghentikan langkahnya karena melihat keponakannya yang sedang menangis dengan histeris.
"Sudah jangan menangis lagi! nanti setelah paman dan bibimu datang beritahu saja mereka kau tidak ingin menikah," kata Detektif Khennet.
"Mereka tidak akan percaya padaku bahwa pria yang mereka cari adalah pria mesum dan pencabul," tangisan Careless yang berpura-pura karena sudah tahu paman dan bibinya sedang berdiri di belakangnya.
"Mereka sudah datang, beritahu saja kalau kau menolak menikah. tidak perlu menangis!" ucap Detektif Khennet.
"Jangan membohongiku, Paman gundul. aku katakan satu rahasia padamu. alasan mereka ingin aku menikah cepat karena pamanku bisa melirik bibi janda tetangga kami dengan bebas, sementara bibiku ingin mendekati paman duda yang tampan dan kaya itu. mereka sama-sama jatuh cinta dengan tetangga lain sehingga ingin mengusirku dan ingin aku menikah si badak mesum ini," tangisan Careless
"Hei, apa kau tahu mereka ada di belakangmu," ucap Detektif Khennet dengan suara pelan.
Robert dan Elizabert saling memandang satu sama lain dengan sambil menahan emosi.
"Apakah benar yang dikatakan bocah itu, kau jatuh cinta pada janda itu?" tanya Elizabert dengan ingin menelan suaminya hidup-hidup.
"Jangan menuduh sembarangan! kau juga, kan tertarik pada duda itu," jawab Robert sambil menahan emosi.
"Paman, Bibi, aku tidak mau menikah dengan pria itu. dia adalah pria bejat," kata Careless yang berlari menghampiri mereka berdua.
"Baguslah kalau kalian sudah datang, dia memukulku dan ini buktinya," kata Abig yang menunjukan ke hidungnya yang masih berdarah.
"Careless, kenapa menimbulkan masalah lagi?" tanya Elizabert.
__ADS_1
"Bibi, dia hampir memperk*saku, lihatlah bajuku di robek olehnya. dia ingin aku langsung hamil anaknya," tangisan Careless.