King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Ceplas Ceplos


__ADS_3

"Apa...dia ingin memperk*samu?" tanya Elizabert dengan nada kesal.


"Iya, Bi. untung saja aku melawan, kalau tidak aku pasti sudah hamil sekarang," jawab Careless sambil menangis.


"Tidak benar! dia berbohong, Detektif Khennet adalah saksinya," bantah Abig.


"Detektif Khennet, apakah benar pria ini ingin mengambil kesempatan terhadap keponakanku?" tanya Robert.


"Paman, jangan bertanya pada Detektif Khennet!" tangisan Careless.


"Kenapa?" tanya Elizabert.


"Detektif Khennet matanya rabun jauh dan dekat, sedangkan nenek berusia 90 tahun yang lewat depannya dia memanggil gadis cantik. mana mungkin seseorang yang matanya minus dan plus bisa menjadi saksi," jawab Careless dengan asal-asalan.


"Paman K, apakah benar matamu rabun jauh dan dekat?" tanya rekannya dengan berbisik.


"Dia tidak waras apa kau ikut tidak waras juga," ketus Detektif Khennet dengan menahan emosi.


"Kau jangan menuduhku sembarangan!" ketus Abig dengan kesal.


"Paman, Bibi, aku tahu kalian tidak sayang padaku, tapi jangan menikahkan aku pada dia, lihatlah diriku yang hampir saja menjadi korban pemerkosaan. aku lebih rela keluar dan pergi jauh dari pada menikah dengan dia," tangisan Careless yang terduduk di lantai.


"Careless, kenapa bajumu bisa koyak?" tanya Robert.


"Ini semua karena dia, dia yang melakukannya, Paman. aku lebih rela mati dari pada memiliki suami seperti dia," jawab Careless sambil terisak.


"Gadis ini memang rusuh, selalu saja berakting," batin Detektif Khennet.


Careless menarik celana pamannya sambil menangis," Paman, kalau paman dan bibi tetap ingin aku menikah dengannya aku akan patuh. tidak apa-apa kalau kalian bahagia. sebagai keponakan aku harus mengutamakan kalian."


"Careless, berdiri dulu jangan tarik celana ku!" kata Robert sambil menaikan celananya.

__ADS_1


"Paman, dia sangat keterlaluan karena menghina paman dan bibi, oleh sebab itu aku memarahinya dan dia ingin merenggut keperawananku. sehingga aku harus memukulnya," ujar Careless.


"Itu tidak benar," bantah Abig.


"Menghina kami? apa yang dia katakan?" tanya Elizabert.


"Dia ingin memiliki anak sejumlah sebelas orang untuk tim sepak bola. katanya jangan seperti bibi yang macam ayam betina mandul tidak bisa bertelur dan paman seperti ayam jantan kadarluarsa," jawab Careless sambil menarik celana pamannya yang pinggangnya karet.


"Uhuk...uhuk...uhuk...," suara batuk Detektif Khennet yang keselek minuman.


"Gadis ini ada-ada saja," batin Detektif Khennet.


"Dasar kurang ajar!" ketus Robert sambil menaikan celananya.


"Paman, aku tidak pernah berkata seperti itu, dia bohong...dia bohong...," jelas Abig.


"Paman, Bibi, aku akan menikah dengan dia, dan melahirkan anak untuknya agar dia tidak menghina bibi dan paman lagi. dia juga menghina paman sebagai pria yang tidak normal yang sudah jatuh tempo, dan bibi seperti ayam betina yang sudah tua dan keriput," tangisan Careless sambil menarik celana pamannya.


"Kurang ajar! berani sekali kau menghina kami," bentak Elizabert yang menampar wajah pria gemuk itu.


Plak...


"Aauukk...," jeritan Abig yang menyentuh wajahnya.


"Kenapa malah menamparku sebelum memastikan sesuatu? aku tidak menghina kalian. semua ini hanya dia yang merekayasa cerita," kata Abig yang merasa tidak puas.


"Jangan muncul di hadapan kami lagi!"bentak Robert yang sambil memegang celananya.


"Paman...," panggil Careless sambil menarik celana pamannya.


"Jangan menarik celanaku lagi!" teriak Robert dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Bagaimana dengan bajuku yang sudah koyak ini?" tanya Careless.


"Bajumu sudah banyak, pulang dan ganti saja!" jawab Elizabert.


"Tidak mau! ini kemeja yang paling ku sukai. dia harus menganti rugi agar aku bisa beli dengan model dan warna yang sama," kata Careless.


"Careless, paman bukannya tidak sanggup belikan kemeja untukmu. besok kita pergi beli," ujar Robert sambil memapah Careless yang duduk di lantai.


"Dia yang merobek bajunya sendiri, tidak ada hubungan denganku," jelas Abig.


"Jangan bicara lagi! kalau aku tahu kau adalah pria brengs*k aku tidak akan mau menjodohkan keponakanku kepadamu," bentak Elizabert.


"Maaf, Detektif Khennet. masalah ini sudah selesai kami juga tidak ingin memperbesarkan masalah ini lagi," ucap Elizabert dengan segan.


"Benar! ini hanyalah masalah anak muda saja," kata Robert.


"Tapi dia menghina paman dan bibi adalah ayam tua, apakah tidak menuntut saja?" tanya Careless.


"Kalau sudah selesai maka tutup kasus ini, dan bawalah gadis ini pulang," ujar Detektif Khennet yang merasa kesal pada Careless.


"Paman gundul, aku lapar, apakah di sini ada makanan?" tanya Careless.


"Makanan kepalamu, apa kamu mengira di sini adalah warung makan ya," bentak Detektif Khennet dengan kesal.


"Lebih baik kamu pulang makan saja, jangan menganggu Detektif Khennet lagi!" kata Robert.


"Paman, aku harus jemput sepeda dulu di parkiran depan restoran," kata Careless.


"Pergi sana dan jangan ke tempat lain lagi! setelah menjemput sepedanya langsung pulang ke rumah!" ujar Elizabert.


"Iya, Bi," jawab Careless dengan patuh dan meninggalkan kantor polisi.

__ADS_1


__ADS_2