King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Ulah Careless


__ADS_3

Beberapa pria asing itu mengejar Careless hingga ke jalan besar.


Careless menyeberangi jalan dan membeli beberapa makanan ringan yang dijual di pinggiran jalan. terdapat banyak pejalan kaki yang singgah dan membeli makanan malam.


Mereka yang diutuskan mengikuti Careless hanya bisa menunggu kesempatan untuk membawa gadis itu pergi.


Careless kemudian menghubungi seseorang.


"Hallo, ada apa lagi?" tanya seorang pria yang nadanya terdengar sedikit kesal.


"Paman gundul, ada monyet jatuh cinta padaku," kata Careless yang sambil memilih jenis makanan.


"Malam-malam begini kau sedang bicara apa?" tanya Detektif Khennet yang di seberang sana.


"Aku lapar dan membeli makanan di seberang, Paman Gundul, bagaimana kalau dstang ke sini dan bantu aku makan!"


"Sekarang sudah pukul 22.00 kau masih saja berkeluyuran di luar, apa tidak salah?"


"Sudah kukatakan ada monyet yang jatuh cinta padaku, makanya aku hanya bisa di tempat keramaian," jawab Careless.


"Bawa saja monyetnya ke sini," ketus Detektif Khennet yang kemudian memutuskan panggilannya.


"Hallo...aku belum habis bicara kenapa putuskan panggilanku...," teriak Careless yang mengejutkan para pejalan kaki di sana.


"Sudah ku bilang ada monyet masih saja tidak percaya," bentak Careless yang tanpa dia sadari dipandang oleh semua yang di sana.


"Kenapa kalian semua melihatku? aku hanya sedang bicara dengan monyet yang ada di dalam kandangnya sekarang," kata Careless yang asal-asalan.


Sementara Detektif Khennet yang sudah ingin pulang kerja, ia pun melangkah keluar dari kantornya. saat ia membuka pintu mobil ia kembali mengingat ucapan gadis itu.


"Sudah kukatakan ada monyet yang jatuh cinta padaku, makanya aku hanya bisa di tempat keramaian."

__ADS_1


"Kenapa dia berkata seperti itu? jangan-jangan...," ucap Detektif Khennet yang masuk kembali di dalam mobilnya.


Sesaat kemudian ia pergi menuju ke tempat yang dikatakan oleh gadis itu.


"Monyet yang dia maksudkan pasti adalah sesuatu yang mengikutinya, kalau tidak mana mungkin dia bisa bicara seperti itu," gumam Detektif Khennet.


Careless yang sedang menyantap makanan yang dia beli, dengan santai ingin mencari kesempatan untuk menjauhi beberapa pria asing itu.


"Mereka ini dari kelompok mana lagi? aku hanya penjual bunga saja sudah diincar. apa mungkin mereka rabun jauh," batin Careless.


"Aku harus memastikan siapa mereka," gumam Careless.


Careless kemudian berjalan di kerumunan sambil menunggu kesempatan untuk bertindak.


Mereka bertiga mengikuti Careless dari belakang dengan semakin dekat.


"Satu, dua, tiga," hitungan Careless yang langsung berbalik ke belakang dan melayangkan pukulan ke wajah pria yang mengikutinya.


Brugh...


Dua temannya menghampiri Careless dan ingin menyerang sama-sama. gadis itu langsung menendang bagian perut salah satu dan setelah itu ia menarik teman mereka dan kemudian membantingnya ke aspal.


Brugh...


"Siapa kalian...Ha? kenapa mengikutiku?" tanya Careless.


"Kau siapa sebenarnya?" tanya salah satu dari mereka.


"Seharusnya aku yang bertanya siapa kalian, kenapa kau malah bertanya aku siapa," bentak Careless.


"Kalian dari kutub mana?" tanya Careless.

__ADS_1


Mereka bertiga bangkit dan berdiri berniat ingin menangkap gadis itu.


"Katakan siapa namamu?"


"Aneh! untuk apa aku harus memberitahumu, dasar bodoh," ketus Careless.


"Kalau begitu jangan salahkan kami, karena kau harus ikut dengan kami," bentak mereka.


"Ingin aku ikut denganmu, tidak semudah itu," ucap Careless yang langsung melarikan diri.


"Kejar! jangan sampai dia lolos!" teriak mereka yang langsung mengejar gadis itu.


Careless mempercepatkan langkahnya menuju hingga tempat kerumunan. mereka berusaha ingin mendapatkan gadis itu dan mengejarnya ke mana pun gadis itu pergi.


"Hei, cepat berhenti!"


"Pencabul...ada pencabul...," teriak Careless yang sambil berlari.


"Pencabul...pemerkosa...," teriak Careless sambil merobek baju lengannya..


"Tolong pemerkosa...," teriak Careless yang kemudian menabrak penjalan kaki hingga tersungkur.


Brugh...


"Aarrgh...," jeritan Careless.


"Nona, kamu tidak apa-apa?" tanya pejalan kaki itu.


"Hei, kau masih ingin lari ke mana," bentak mereka yang menghampiri gadis itu.


"Jangan kemari lagi, aku sudah diperkosa kalian selama ini sehingga harus melakukan aborsi sebanyak lima kali dalam setahun. apa masih tidak cukup," teriak Careless dengan pura-pura menangis.

__ADS_1


"A-apa?" tanya mereka bertiga dengan heran dan menghentikan langkahnya. sementara para pejalan kaki sedang memandang ke arah mereka dengan tatapan aura membunuh.


__ADS_2