
"Cepat pergi jangan membuang waktu lagi!" ujar Careless yang terlungkup.
"Baiklah, aku pergi sekarang!" jawab pelayan restoran itu
"Huff...untung saja kakak tampan pura-pura tidak mengenalku, kalau tidak aku pasti menjadi incaran mafia itu," gumam Careless.
Sementara di dalam ruang makan itu mereka masih saling menodong senjata.
"Mark Davidson, bagaimanapun aku adalah seniormu. kalau kamu membunuhku. aku yakin kamu juga tidak bisa meninggalkan restoran ini," kecam Jimz Haster.
"Aku tidak pernah ragu untuk membunuh seseorang," jawab Mark.
"Kau sangat lancang tidak menghormati yang lebih tua," bentak Dominic.
"Aku hanya akan menghormati yang pantas dihormati," ujar Mark yang melepaskan tembakan ke arah Jimz dan Dominic.
Tembakan dari Mark menembus kepala Jimz dan Dominic. dua mafia itu langsung tumbang tak bernyawa
Tembakan dari Daniel yang menembus jantung dua pengawal Jimz Haster.
"Menyampah," ketus Mark sambil mengelap pistolnya.
"Mari kita pergi!" perintah Mark yang beranjak dari tempat duduknya.
Careless yang masih berada dalam bawah meja ia sedang menunggu kedatangan detektif Khennet.
"Suara tembakan, bagaimana dengan kakak tampan itu ya," gumam Careless.
Sesaat kemudian Mark keluar dari ruang makan itu bersama anggotanya. sementara Careless melihat pria itu ia pun langsung berteriak.
"Kakak tampan...," teriak Careless yang merangkak keluar.
Semua mata berfokus pada gadis itu yang sedang merangkak ke arah Mark yang berdiri di sana.
"Nona, ada apa dengan kakimu?" tanya Daniel yang melihat gadis itu merangkak.
"Kakak Daniel, karena ketakutan aku hampir lupa cara berjalan," jawab Careless.
"Kenapa kau masih di sini?" tanya Mark.
__ADS_1
"Kakak tampan, salah satu pelayan restoran ini pergi mencari detektif gundul. sebentar lagi dia akan datang. Kakak cepat pergi sana!" ujar Careless yang duduk di lantai.
"Segera pergi dari sini! sebentar lagi akan terjadi sesuatu," kata Mark.
"Tapi kakiku lemas karena darahku turun naik dan belum kembali normal," jawab Careless.
Mark menunduk dan menarik lengan gadis itu sehingga berdiri, " cepat pulang dan jangan kembali ke sini lagi."
"Kakak tampan, tapi...."
"Di sini tidak ada urusanmu lagi! lebih baik cepat tinggalkan tempat ini!" ujar Mark.
Tembakan tiba-tiba yang dilakukan oleh sekelompok baju hitam.
"Aarrggh...," teriak para pengunjung yang ketakutan dan ada yang tertembak hingga tewas. sebagian menunduk dan bersembunyi ke bawah meja.
Mark langsung menarik Careless ke samping dan berlindung di dekat meja bundar. Ia membalikan meja tersebut untuk menjadi penghadang peluru.
"Paman gundul, cepat datang...," teriak Careless yang duduk di samping Mark.
Mark memberi kode pada anggotanya, kemudian mereka sama-sama berdiri dan melepaskan tembakan.
"Aarrghh...," jeritan kelompok baju hitam yang terkena tembakan.
"Wah...tampan sekali," ucap Careless yang terpana melihat ke arah Mark.
Mark maju bersama anggota sambil melepaskan tembakannya.
"Aarrghh...," jeritan mereka yang ditembus oleh peluru dan tidak lama kemudian tewas satu-persatu.
Careless yang melihat orang-orang yang di luar sana telah tergeletak, ia pun berdiri dan menghampiri Mark.
Ia melihat dengan tatapan terpesona dengan ketampanan pria itu.
"Wah, aku baru sadar, kakak begitu tampan," puji Careless yang berdiri di depan Mark.
"Cepat pulang sana!" ucap Mark yang ingin melangkah pergi akan tetapi dihalang oleh gadis itu.
"Sebentar! apa aku bisa meminta sesuatu denganmu?"
__ADS_1
"Apa yang kamu inginkan?" tanya Mark dengan dingin.
"Hanya suatu hal yang kecil saja, bukan masalah besar," jawab Careless.
"Cepat katakan dan jangan membuang waktuku!" kata Mark dengan tegas.
Careless menatap Mark dengan jarak yang sangat dekat," apakah kakak mau menjadi suamiku?"
Mendengar pertanyaan gadis itu Mark terdiam dan menatap dengan tatapan aura membunuh, sementara anggotanya langsung merasa heran.
"Hanya menjadi suamiku bukan suatu hal yang besar, kan?" tanya Careless
"Apakah kau sadar dengan apa yang kau katakan?" tanya Mark yang mengunakan pistolnya mendorong gadis itu menjauh darinya.
"Sadar, aku dalam kondisi sadar," jawab Careless.
"Perkataanmu ini lebih baik kau tarik kembali, dirimu yang masih kecil tapi suka sembarangan bicara!" ketus Mark yang merasa risih dan melangkah pergi.
"Cieh...tidak mau iya tidak apa-apa, sebentar! jangan meninggalkan aku sendiri!" teriak Careless yang mengejar langkah pria itu.
"Cepat pergi sana!" ujar Mark pada gadis itum
"Banyak sekali jasad di sini," ujar Careless
"Hah...sepedaku rusak lagi...," teriak Careless yang melihat sepedanya telah patah terbelah tiga.
"Aku pasti kena marah lagi, jadi aku harus minta ganti rugi dengan siapa?" gurutu Careless.
"Nona, sepertinya tadi Jimz Haster telah membayarmu, mungkin saja cukup untuk membeli sepeda baru," ujar Daniel.
"Kakak tampan, apakah kamu tahu di mana tempat tinggal mereka?"
"Untuk apa kamu ingin mengetahui tempat mereka? kau berencana seperti tadi, meminta ganti rugi?" tanya Mark.
"Bukan, aku hanya ingin mengajak kenalan dengan mereka. mungkn saja mereka akan mengantinya untukku," jawab Careless dengan asal-asalan.
"Kakak tampan, semua karenamu. jadi kamu harus ganti sepedaku!" ucap Careless yang menghampiri Mark.
"Membosankan," ketus Mark.
__ADS_1
"Kalau tidak mau ganti tidak apa-apa, besok aku akan melamarmu," kata Careless dengan ceplas ceplos.
Daniel dan anggota Mark menahan tawa karena bos mereka yang terkenal dingin dan tidak suka banyak bicara di lamar seorang gadis muda. sementara Mark semakin kesal dan hanya menahan emosi.