
Lift yang di naiki oleh Careless telah berhenti di lantai dasar. saat pintu Lift terbuka Careless memaksakan diri untuk berdiri dan berjalan dengan kaki yang masih sedang gemetar.
Semua mata berfokus pada gadis itu yang berjalan dengan kesulitan.
"Apa yang kalian lihat? memangnya tidak pernah melihat orang dewasa yang belajar berjalan," ketus Careless yang sedang kesal dengan tatapan mereka.
Careless kemudian melangkah keluar dan menunggu taksi untuk menuju ke restoran seafood yang di mana Mark sedang berada.
"Di mana restoran itu ya? lebih baik aku berjalan sambil menunggu taksi saja," ucap Careless.
"Kakiku kenapa masih gemetar, apakah memang putusnya,"gerutu Careless sambil melihat ke belakang dengan harapan adanya taksi yang muncul di sini.
"Kenapa tidak ada taksi ya? di mana restoran itu, apakah paman gundul sudah sampai atau belum," gumam Careless.
Tidak lama kemudian taksi melewati jalan itu dan dihentikan oleh Careless.
"Berhenti!" teriak Careless yang menghadang dari depan.
"Hei, apa kau cari mati ya, kenapa berdiri di tengah jalan," bentak supir taksi itu.
"Paman, tolong antar aku ke restoran seafood sekarang juga!" pinta Careless yang masuk ke dalam taksi dan duduk di samping supir itu.
Supir itu tidak menjawab sama sekali dan menatap tajam ke arah gadis itu.
"Paman, kenapa dengan matamu? cepat jalan sekarang juga. aku akan membayar uangnya!" ketus Careless dengan kesal.
"Nona, apakah kamu sedang mencari masalah denganku?" tanya supir dengan menahan emosi.
"Ada apa? memang salahku di mana?" tanya Careless.
"Jangan buang waktuku, cepat keluar!" bentak supir itu.
__ADS_1
"Kenapa aku harus keluar? aku akan membayarmu," ketus Careless yang mengeluarkan uangnya.
"Lihat uang ini, aku akan bayar bukan numpang gratis," bentak Careless.
"Aku hitung sampai tiga dan keluar dari mobilku, kalau tidak aku akan menendangmu keluar...," bentak supir itu sangking kesalnya.
"Paman, aku tidak tahu kenapa kau marah, padahal aku bukan menumpang gratis, aku akan membayarmu. apakah paman tahu kalau kita terlambat satu menit saja nyawa seseorang akan melayang. makanya cepat jalan!"
"Kalau kau masih tidak keluar makanya nyawamu yang akan melayang," kecam supir taksi itu kesal.
"Jangan keterlaluan padaku! apakah kau tahu kalau kau masih tidak mau jalan, maka aku akan melapor polisi kalau ada yang kehilangan nyawa," ketus Careless.
"Kalau kau masih di dalam sini aku yang akan lapor polisi, bahwa kau sudah mengangguku sedang mencari uang," ketus supir taksi itu.
"Kenapa menuduhku? aku juga penumpang, aku akan bayar. kenapa malah marah padaku!" bentak Careless..
"Di mana alamat yang ingin kau pergi?"
"Apakah kamu tidak bisa membaca di depanmu restoran apa?" tanya supir taksi sambil menahan emos.
"Memang kenapa restoran itu? tempat yang ingin aku cari bukan itu," ketus Careless.
"Ambil uang ini dan jalan! kalau masih tidak mau jalan, aku akan menyuruh papa angkatku menangkapmu," kecam Careless
"Aku tahu bodoh itu gratis tidak perlu bayar, tapi jangan kau borong semua kebodohanmu itu," bentak supir itu.
"Aku tidak bodoh, aku hanya tidak pintar...," teriak Careless.
"Keluar...!"
"Tidak mau...!"
__ADS_1
"Keluar...!"
"Tidak...."
"Keluar atau tidak...?"
"Cepat jalan, Bodoh...," teriak Careless.
Karena sangking kesalnya supir itu akhirnya turun dari taksi dan menarik gadis itu keluar.
"Lepaskan! kenapa menarik ku keluar!" bentak Careless.
"Aku tidak pernah melihat seorang gadis yang begitu bodoh dan tidak ada otak," bentak supir itu yang menarik tangan Careless.
"Aku juga tidak pernah melihat seorang paman yang lebih jelek dari paman gundul," ketus Careless.
"Buka matamu dan baca nama restoran yang ada di depan matamu ini," bentak supir itu sambil menunjuk ke nama restoran yang di depan Careless.
"Aku sudah baca, memang kenapa dengan restoran ini?" bentak Careless yang sudah lupa.
"Bukankah restoran seafood yang kau cari? dan tempatnya hanya di depan matamu tapi kau malah menyuruhku mengantarmu, apa kau sudah gila," bentak supir itu sangking kesalnya.
"Oh iya...iya...ternyata ada di sini, kenapa aku tidak tahu," ucap Careless.
"Jangan sampai aku melihatmu lagi," bentak supir itu.
"Paman, kamu juga salah kenapa tidak memberitahuku dari tadi?" tanya Careless yang tidak mau kalah.
"Hei, apa kau sengaja ya? tadi di saat kau menghentikan mobilku kau sedang berdiri di depan restoran yang kau cari."
"Tapi paman juga salah karena tidak memberitahu aku," bentak Careless yang melangkah masuk ke dalam restoran itu.
__ADS_1
"Jangan sampai aku melihat wajahmu lagi, dasar bodoh...," teriak supir itu dengan nada tinggi sambil mengelus dadanya.